Menjemput Cahaya Kebaikan di Tanah Parahyangan

H. Dede Kusdinar, S.E. Ajak Masyarakat Garut Maknai 1 Muharram 1448 H sebagai Momentum Hijrah Menuju Perubahan

Keagamaan, Tokoh179 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM – Momentum pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang jatuh pada 16 Juni 2026 menjadi pengingat penting bagi umat Islam untuk melakukan refleksi dan pembenahan diri. Bertepatan dengan momen tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, H. Dede Kusdinar, S.E., mengajak masyarakat Kabupaten Garut untuk menjadikan hijrah sebagai gerakan perubahan yang nyata, baik secara spiritual maupun sosial.

Mengusung tema “Tinggalkan Kegelapan, Jemput Cahaya Kebaikan”, H. Dede Kusdinar menegaskan bahwa makna hijrah tidak sebatas pergantian kalender atau seremoni keagamaan, melainkan proses transformasi diri menuju kehidupan yang lebih baik, lebih bermartabat, dan lebih bermanfaat bagi sesama.

Jbr3
Jbr4
Jbr1
Jbr yudi

Menurutnya, Tahun Baru Islam merupakan momentum yang tepat untuk melakukan evaluasi diri, membersihkan hati dari berbagai sifat negatif, sekaligus memperkuat komitmen dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis, adil, dan penuh kepedulian.

Baca Juga:  Alhamdulillah, Erwin Sebut 65 Persen Mahasiswa Bandung Sudah Bisa Membaca Al-Qur’an

Meneladani Akhlak Rasulullah SAW

Dalam pesannya, H. Dede Kusdinar mengajak masyarakat Garut untuk menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan utama dalam kehidupan sehari-hari.

Pada aspek akhlak batin, masyarakat diajak untuk membersihkan hati dari rasa iri, dengki, kesombongan, kebencian, dan berbagai penyakit hati lainnya. Sementara pada aspek akhlak lahir, nilai-nilai kejujuran, amanah, kesantunan, keadilan, serta kepedulian sosial harus diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah kehidupan bermasyarakat.

“Hijrah yang sejati adalah ketika seseorang mampu meninggalkan kegelapan dalam dirinya, kemudian menghadirkan cahaya kebaikan melalui sikap, perilaku, dan pengabdian yang membawa manfaat bagi sesama,” ujar H. Dede Kusdinar.

Ia menambahkan bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas moral dan karakter masyarakatnya.

Semangat Hijrah dan Pengabdian untuk Bangsa

Sebagai kader Partai Gerindra, H. Dede Kusdinar juga menilai bahwa nilai-nilai hijrah memiliki relevansi kuat dengan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

Menurutnya, berbagai upaya pembangunan nasional yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat, penguatan ketahanan pangan, pemberantasan korupsi, serta peningkatan keadilan sosial merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.

“Perubahan besar selalu dimulai dari perubahan diri. Ketika masyarakat memiliki semangat hijrah menuju kebaikan, maka bangsa ini akan semakin kuat, mandiri, dan berdaya saing,” katanya.

Ajak Masyarakat Garut Tinggalkan Kegelapan Sosial

Dalam momentum Tahun Baru Islam ini, H. Dede Kusdinar menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat Garut untuk meninggalkan berbagai perilaku yang dapat menghambat kemajuan daerah, seperti perpecahan, pesimisme, kemalasan, serta sikap yang merusak persatuan dan kebersamaan.

Sebaliknya, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjemput cahaya kebaikan melalui kerja keras, gotong royong, inovasi, serta penguatan nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan.

Menurutnya, sinergi antara ulama, tokoh masyarakat, pemuda, pemerintah, dan seluruh elemen bangsa merupakan modal utama dalam mewujudkan Garut yang religius, maju, sejahtera, dan berdaya saing.

Garut Berkah Dimulai dari Hijrah Masyarakatnya

Menutup pesannya, H. Dede Kusdinar menyampaikan bahwa Kabupaten Garut yang dikenal sebagai daerah dengan kekayaan alam, budaya, dan nilai-nilai religius memiliki potensi besar untuk menjadi daerah yang maju dan penuh keberkahan.

Namun demikian, keberkahan tersebut hanya dapat diraih apabila seluruh masyarakat memiliki keberanian untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas keimanan, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama.

“Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah. Mari jadikan momentum ini sebagai awal perjalanan menuju kehidupan yang lebih baik. Tinggalkan kegelapan masa lalu, jemput cahaya kebaikan, dan bersama-sama kita wujudkan Garut yang berkah, maju, serta mulia di bawah ridha Allah SWT,” pungkas H. Dede Kusdinar, S.E. [DN/JB]

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *