PANGGUNG SEDERHANA, LAUTAN CINTA ORANG TUA, Tangis Haru Iringi Pelepasan Siswa SDN 1 Wanaraja, Gotong Royong Wali Murid Jadi Teladan Pendidikan

Garut, Pendidikan435 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM – Tidak ada dekorasi mewah. Tidak pula pesta megah yang menguras biaya. Namun, Jumat pagi itu, halaman SDN 1 Wanaraja dipenuhi sesuatu yang jauh lebih bernilai: ketulusan, gotong royong, dan cinta orang tua kepada anak-anaknya.

Suasana berbeda tampak pada Jumat, 19 Juni 2026. Biasanya, halaman SDN 1 Wanaraja dipenuhi riuh suara siswa yang menjalani berbagai kegiatan positif khas hari Jumat, mulai dari pembiasaan hidup bersih, siraman rohani, hingga aktivitas belajar yang menyenangkan. Namun pagi itu, pemandangan berubah.

Jbr3
Jbr4
Jbr1
Jbr yudi

Deretan kursi yang tersusun rapi dipenuhi para wali murid, mayoritas kaum ibu. Mereka duduk menghadap panggung sederhana tanpa hiasan berlebihan. Di sisi panggung, puluhan siswa kelas VI duduk bersila dengan wajah penuh semangat, menanti prosesi pelepasan yang akan mengantar mereka menuju jenjang pendidikan berikutnya, SMP maupun MTs.

Panggung itu mungkin sederhana.

Tetapi kasih sayang yang membangunnya begitu istimewa.

Seluruh rangkaian kegiatan digagas dan diwujudkan melalui inisiatif para wali murid. Mereka bergotong royong menyumbangkan tenaga, pikiran, waktu, hingga rezeki agar anak-anak dapat memiliki kenangan indah di penghujung masa sekolah dasarnya.

Sound system sederhana dimanfaatkan semaksimal mungkin. Layar monitor besar milik sekolah digunakan untuk menayangkan prosesi secara langsung. Dokumentasi kegiatan dilakukan menggunakan kamera profesional yang juga diinisiasi para wali murid.

Di pintu gerbang sekolah, sejumlah ibu panitia tampak sigap menyambut tamu undangan, mempersilakan mereka mengisi daftar hadir dan buku tamu dengan penuh keramahan.

Sembari menunggu acara dimulai, para siswa menampilkan berbagai atraksi seni. Puisi, pantun, sajak, lagu, hingga pertunjukan kreativitas lainnya sukses menghangatkan suasana.

Tepat pukul 08.00 WIB, halaman sekolah dipenuhi para orang tua dan tamu undangan. Hadir mewakili Camat Wanaraja, Sekretaris Kecamatan Wanaraja Robi Hilmansyah, S.Pd.I., Korwas Pendidikan Wanaraja Teti Pebriani, S.Pd., M.Pd., Penilik Sekolah K. Kusnadi, S.Pd., Anwardin, S.Pd., M.Pd., Heni, Ketua PGRI Wanaraja Ido Hartono, Kepala SDN 1 Wanaraja Agus Koswara, para dewan guru, serta tamu undangan lainnya.

Baca Juga:  Bupati Garut Hadiri Pembukaan Hajat Laut Nelayan Ranca Buaya

Mereka mengikuti dengan khidmat kegiatan bertajuk “Tasyakur dan Pelepasan Siswa-Siswi SDN 1 Wanaraja Tahun 2026: Tangguh dan Menginspirasi Masa Depan.”

Air Mata Seorang Ibu, Suara Hati Semua Orang Tua

Suasana haru menyelimuti ruangan ketika Imas Siti Hamidah, perwakilan wali murid kelas VI sekaligus Komite Sekolah SDN 1 Wanaraja, menyampaikan sambutan.

Di tengah pidatonya, suaranya mulai bergetar. Air mata tak lagi mampu dibendung. Dengan mata berkaca-kaca dan suara tersendat, ia mengenang perjalanan enam tahun anak-anak mereka menimba ilmu di sekolah tercinta itu.

“Hari ini bukan sekadar perpisahan. Ini adalah tentang kenangan yang dirangkai dengan kesabaran, tentang mimpi yang dipeluk dengan harapan, serta tentang langkah kecil anak-anak kita menuju masa depan,” tuturnya.

Tangis Imas seolah mewakili perasaan seluruh orang tua.

Enam tahun lalu mereka mengantar anak-anak dengan seragam kebesaran dan langkah kecil penuh rasa canggung. Hari ini, anak-anak itu tumbuh lebih dewasa, membawa bekal ilmu, adab, persahabatan, serta pengalaman hidup yang akan menjadi pijakan untuk menggapai cita-cita.

Dalam sambutannya, Imas juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru, tenaga kependidikan, operator sekolah, penjaga sekolah, hingga petugas kebersihan yang selama ini mengabdi dengan penuh dedikasi.

Sebagai bentuk rasa syukur dan kepedulian sosial, panitia turut menyerahkan santunan kepada 20 anak yatim, bantuan kepada seorang siswa yang tengah berjuang melawan sakit, serta tali asih bagi petugas kebersihan toilet sekolah.

“Semoga yang kami lakukan tidak dinilai dari besar kecilnya bantuan, tetapi dari ketulusan untuk saling menguatkan dan berbagi kebahagiaan,” ujarnya.

Apresiasi untuk Kekompakan Wali Murid

Mewakili Camat Wanaraja yang berhalangan hadir, Robi Hilmansyah, S.Pd.I., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh siswa kelas VI.

Ia mengaku bangga melihat kekompakan para wali murid SDN 1 Wanaraja.

“Kegiatan ini sederhana, tetapi maknanya sangat besar. Ini menjadi bukti bahwa pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama antara sekolah dan orang tua. Selamat kepada anak-anak yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Teruslah belajar dan raihlah cita-cita setinggi mungkin,” katanya.

Baca Juga:  Tanpa Rival, Agil Syahrizal Melenggang ke Kursi Ketua KNPI Garut

Kepala SDN 1 Wanaraja, Agus Koswara, juga mengungkapkan rasa harunya.

“Kami selaku satuan pendidikan hanya memfasilitasi tempat. Namun para wali murid telah memberikan kejutan luar biasa bagi kami. Terima kasih atas kebersamaan dan kepedulian yang telah ditunjukkan. Semoga anak-anak terus belajar dan menjaga nama baik almamater,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Korwas Pendidikan Wanaraja, Teti Pebriani, S.Pd., M.Pd.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kejutan yang membanggakan.

“SDN 1 Wanaraja memang dikenal dengan siswa-siswinya yang berprestasi. Tetapi hari ini saya melihat hal lain, yaitu kekompakan luar biasa para orang tua. Saya benar-benar dibuat terkejut sekaligus terharu. Bahkan ketika saya berada di sekolah bersama Pak Agus Koswara membahas berbagai tugas kedinasan, yang dibicarakan hanya agenda pembagian rapor tanggal 25 Juni. Malam harinya saya mendapat pesan dari Kang Ridwan. Alhamdulillah, kegiatan yang diinisiasi para mamah-mamah hebat ini menjadi surprise tersendiri bagi saya,” ungkapnya.

Ia pun memberikan apresiasi atas dedikasi dan kepedulian seluruh orang tua terhadap masa depan anak-anak mereka.

Sungkem, Pelukan yang Mengalahkan Kata-Kata

Puncak haru kembali pecah saat prosesi sungkem digelar. Satu per satu siswa bersimpuh di hadapan ayah dan ibunya. Tangan kecil yang dulu selalu digandeng kini mencium tangan orang tua yang tak pernah lelah berjuang demi masa depan mereka.

Tangis pecah, Pelukan hangat saling menguatkan.

Banyak orang tua yang tak kuasa membendung air mata ketika mendengar ucapan terima kasih dari anak-anak mereka.

Di momen itulah semua menyadari, pelepasan bukanlah perpisahan yang sesungguhnya.

Ia adalah bentuk keikhlasan untuk melepas anak-anak melangkah lebih jauh, membawa doa dan harapan dari rumah yang tak pernah berhenti mencintai mereka.

Berbagai prosesi lain turut mewarnai kegiatan tersebut, mulai dari penyerahan trofi bagi siswa berprestasi, penyematan medali kepada seluruh siswa kelas VI, ramah tamah, hingga pentas seni yang menampilkan bakat dan kreativitas anak-anak.

Catatan Ringan dari Tengah Acara

Di tengah suasana penuh haru itu, ada pula momen yang menghadirkan senyum.

Penilik Sekolah Wanaraja, K. Kusnadi, S.Pd., yang pernah menjabat sebagai Korwil Pendidikan Wanaraja periode 2020–2023, tampak hadir dengan penampilan santai mengenakan kaos bertuliskan Maxima sambil menggenggam sebotol minuman kesehatan Milagros.

Baca Juga:  Yudha Puja Turnawan: Hak Fraksi PDIP Dibatasi, Kami Walk Out dari Sidang Paripurna

Saat ditemui wartawan dan dimintai tanggapan terkait polemik Korwil Pendidikan di 42 kecamatan di Kabupaten Garut, Kusnadi memilih tidak larut dalam pembahasan tersebut.

Dengan senyum khasnya, ia justru mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan.

“Daripada membahas hal-hal yang membuat pikiran semakin berat, lebih baik kita mulai dari menjaga diri sendiri. Tubuh yang sehat adalah modal utama untuk mengabdi dan menjalankan aktivitas dengan baik,” ujarnya.

Kusnadi kemudian bercerita bahwa sehari sebelumnya dirinya sempat berkunjung ke Kantor Desa Wanajaya untuk bersilaturahmi sekaligus berbagi edukasi mengenai pentingnya pola hidup sehat.

“Kemarin saya bersilaturahmi ke Kantor Desa Wanajaya. Alhamdulillah diterima dengan hangat oleh Kepala Desa Wanajaya, Bapak Iif Firman. Kami berbincang tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Sesibuk apa pun aktivitas kita, kesehatan tetap harus menjadi investasi utama. Sebab, ketika tubuh sehat, kita bisa terus berkarya, melayani, dan hadir untuk orang-orang yang kita cintai,” tuturnya.

Ia menambahkan, kesehatan bukan sekadar urusan ketika seseorang jatuh sakit, melainkan bagian dari ikhtiar menjaga amanah kehidupan.

“Bekerja itu penting, mengabdi itu mulia. Tetapi jangan lupa, kesehatan adalah sahabat terbaik yang harus dijaga. Karena dari tubuh yang sehat akan lahir semangat, produktivitas, serta pikiran yang jernih untuk terus berbuat kebaikan,” pungkasnya.

Jumat pagi itu, SDN 1 Wanaraja kembali mengajarkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang angka-angka di rapor dan ruang-ruang kelas.

Pendidikan juga tumbuh dari gotong royong, ketulusan, kepedulian, dan cinta yang bekerja tanpa pamrih.

Di balik panggung sederhana itu, para orang tua telah menunjukkan pelajaran paling berharga kepada anak-anaknya: bahwa kebersamaan adalah kekuatan, dan doa adalah bekal terbaik untuk menjemput masa depan.

Perpisahan bukanlah akhir dari kebersamaan. Ia adalah tempat di mana doa-doa dilepaskan, agar suatu hari nanti anak-anak kembali dengan cerita keberhasilan yang membanggakan. (JB/RF)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *