Di Balik Gang Sempit, SDN 5 Tegalpanjang Merajut Haru: Pelepasan Sederhana yang Mengajarkan Makna Syukur dan Keluarga

Jabar280 Dilihat

GARUT,JABARBICARA.COM – Tak ada panggung megah. Tak terlihat dekorasi mewah yang memanjakan mata. Sound system yang digunakan pun sederhana, memanfaatkan peralatan seadanya milik sekolah. Namun justru dalam kesederhanaan itulah tersimpan kehangatan, ketulusan, dan rasa kekeluargaan yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.

Sabtu, 20 Juni 2026, suasana haru menyelimuti SDN 5 Tegalpanjang Desa Tegalpanjang Kecamatan Sucinaraja Garut, sebuah sekolah yang berdiri di tengah kawasan permukiman padat penduduk di Kampung Tegalpanjang, Desa Tegalpanjang. Untuk menuju sekolah tersebut, orang harus menyusuri gang sempit yang hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.

Jbr3
Jbr4
Jbr1
Jbr yudi

Dua ruang kelas dengan sekat yang dapat dibuka dan ditutup disulap menjadi tempat berlangsungnya kegiatan Tasyakur Binnikmah dan Pelepasan Siswa Kelas VI Tahun Pelajaran 2025/2026. Tak ada kemewahan, tetapi penuh makna.

Sebanyak 22 siswa resmi dilepas untuk melanjutkan perjalanan menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Mereka menjadi saksi bahwa kebahagiaan tak selalu harus dirayakan dengan gemerlap, melainkan dengan kebersamaan dan rasa syukur.

Kepala SDN 5 Tegalpanjang, Hj. Ade Rohmah, S.Pd., dalam sambutannya berpesan agar para siswa terus melanjutkan pendidikan dan tidak berhenti mengejar cita-cita.

Baca Juga:  PRIMA Garut Desak Reformasi Birokrasi Total: Aksi Damai Didorong Demi Percepatan Pembangunan

“Pesan dari kami, lanjutkanlah pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Jangan pernah berhenti belajar. Teruslah melangkah demi masa depan yang lebih baik,” tuturnya.

Menjelang masa purna baktinya sebagai pendidik, Hj. Ade Rohmah juga menyampaikan pesan yang menyentuh hati. Dengan suara yang sesekali bergetar, ia mengungkapkan harapannya agar seluruh anak didiknya tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat, menjaga akhlak, serta tidak melupakan jasa orang tua dan guru yang telah membersamai perjalanan mereka.

Sementara itu, Ketua Komite Sekolah, Ustadz Dadang, menyampaikan doa terbaik bagi para lulusan.

“Doa kami, semoga anak-anak yang lulus menjadi anak-anak yang saleh dan salehah, membanggakan orang tua, agama, bangsa, dan negara,” ujarnya.

Pesan penuh perhatian juga disampaikan Koordinator Pengawas Sekolah, Hj. Yuniarti. Ia mengingatkan pentingnya pendidikan sebagai bekal masa depan.


“Anak-anak harus melanjutkan sekolah setinggi mungkin. Jangan dulu menikah, apalagi di usia dini. Gunakan waktu untuk belajar, mengukir prestasi, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” pesannya.

Mewakili para orang tua, Ayu menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf yang tulus kepada seluruh guru.

“Selama enam tahun, Bapak dan Ibu Guru dengan penuh kesabaran mendidik anak-anak kami. Guru adalah orang tua kedua bagi anak-anak kami. Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Mohon maaf apabila selama berinteraksi terdapat kesalahan dan kekhilafan dari kami maupun anak-anak kami,” ungkapnya.

Ia juga berpesan kepada para lulusan agar menjaga nama baik almamater dan terus melangkah meraih pendidikan yang lebih tinggi.

Baca Juga:  Percepat Layanan Kepegawaian ASN, Pemkab Garut Luncurkan RANCAGE-Garut dan SATATA

Momen paling menyentuh datang saat Daryanti, Wali Kelas VI, menyampaikan pesan perpisahan kepada murid-muridnya.

“Anak-anakku sekalian, tak terasa sudah enam tahun kita bersama. Rasanya baru kemarin kalian datang mendaftar dengan wajah polos, dengan bedak yang masih tampak jelas dan aroma kayu putih yang menyengat. Wajah-wajah lugu itu kini tumbuh menjadi pribadi-pribadi yang saleh dan salehah,” tuturnya.

Ia mengaku perjalanan selama mendampingi para siswa bukanlah hal yang mudah. Ada lelah, ada tantangan, tetapi semua dapat dilalui bersama.

“Giatlah belajar, berbudi pekerti luhur, dan jangan pernah lelah menggapai cita-cita. Jadilah pribadi yang hebat, bahkan harus melebihi guru-guru kalian. Di manapun berada, jagalah nama baik keluarga dan almamater SDN 5 Tegalpanjang,” pesannya yang membuat sejumlah hadirin tak kuasa menahan air mata.

Suasana haru semakin terasa saat prosesi sungkeman berlangsung. Satu per satu siswa bersimpuh memohon doa dan restu kepada orang tua serta guru. Pelukan erat, tangis bahagia, dan linangan air mata menjadi bahasa kasih yang tak memerlukan banyak kata.

Baca Juga:  GARUT DARURAT! 24 Kecamatan Diterjang Bencana, Sekda Perintahkan Gerak Kilat

Di tengah kesederhanaan acara, terdapat pula kepedulian yang menginspirasi. Salah seorang guru, Ai Supeny, yang dikenal pernah mengabdi sebagai guru honorer dan kini sukses menjalankan usaha air minum kesehatan Milagros, memberikan santunan kepada anak-anak yatim serta paket sembako bagi guru-guru yang telah mengabdi.

Aksi tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan sejati bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi juga tentang berbagi manfaat kepada sesama.

Pelepasan siswa SDN 5 Tegalpanjang mungkin jauh dari kemewahan. Namun dari gang sempit di tengah padatnya permukiman, sekolah kecil itu mengajarkan pelajaran besar: tentang rasa syukur, ketulusan guru, cinta orang tua, persaudaraan, dan keyakinan bahwa mimpi-mimpi besar dapat tumbuh dari tempat yang sederhana.

Sebab pada akhirnya, pendidikan bukan semata-mata tentang gedung megah atau pesta meriah. Pendidikan adalah tentang hati yang tulus membimbing, tangan yang ikhlas menuntun, dan doa-doa yang tak pernah putus mengiringi langkah anak-anak menuju masa depan.(JB/RF)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *