GARUT,JABARBICARA.COM – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026-2027 di SDN 1 Sukalaksana, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, berlangsung tertib, transparan, dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Bahkan, kuota yang disediakan sekolah nyaris terpenuhi hanya dalam hitungan hari sejak pendaftaran dibuka.
Usai melepas 50 siswa kelas VI yang lulus dan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, SDN 1 Sukalaksana langsung membuka pendaftaran peserta didik baru untuk kelas I. Pendaftaran berlangsung sejak Senin, 22 Juni 2026 hingga Jumat, 26 Juni 2026.
Salah seorang panitia SPMB yang dihubungi melalui aplikasi WhatsApp menjelaskan, hingga saat ini sebanyak 55 calon siswa telah terdaftar. Jumlah tersebut terdiri dari pendaftar yang telah melakukan registrasi melalui sistem online yang disediakan Dinas Pendidikan Kabupaten Garut dan melengkapi pemberkasan secara langsung di sekolah.
“Alhamdulillah, saat ini sudah ada 55 calon siswa yang mendaftar. Tinggal menunggu satu calon siswa lagi agar kuota yang disiapkan sebanyak 56 siswa untuk dua rombongan belajar (rombel) dapat terpenuhi,” ujar panitia yang enggan disebutkan namanya, Kamis 25 Juni 2026.
Menurutnya, seluruh tahapan pendaftaran dilaksanakan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Para orang tua terlebih dahulu melakukan pendaftaran secara online melalui tautan resmi dari Dinas Pendidikan, kemudian melanjutkan proses verifikasi dan pemberkasan di sekolah.
Tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SDN 1 Sukalaksana tidak terlepas dari reputasi sekolah yang selama ini dikenal memiliki kualitas pendidikan yang baik serta berbagai prestasi yang membanggakan. Lokasi sekolah yang strategis juga menjadi salah satu faktor yang membuat sekolah ini menjadi pilihan utama masyarakat.
Yang menarik, proses SPMB tahun ini mendapat pengawalan langsung dari Komite Sekolah. Ketua Komite SDN 1 Sukalaksana, Ustaz Gupron, yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sukalaksana Sucinaraja , turut hadir mendampingi dan mengawasi seluruh tahapan penerimaan peserta didik baru.
PLT Kepala SDN 1 Sukalaksana, Pipit Fitria Ulfah, bersama seluruh tenaga pendidik dan kependidikan juga terlibat aktif dalam pelaksanaan SPMB. Sebanyak 11 orang guru dan tenaga kependidikan, termasuk operator sekolah, diterjunkan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Sebelum proses pendaftaran dimulai, pihak sekolah bersama Komite Sekolah terlebih dahulu memberikan pengarahan kepada para orang tua dan wali murid. Dalam kesempatan tersebut disampaikan berbagai informasi penting, mulai dari persyaratan pendaftaran, jumlah kuota yang tersedia, hingga pentingnya kerja sama antara sekolah dan orang tua dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak.
Selain itu, pihak sekolah juga memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa apabila kuota yang tersedia telah terpenuhi, calon peserta didik diharapkan dapat mendaftar ke sekolah terdekat lainnya agar seluruh anak tetap memperoleh layanan pendidikan.
Pelibatan aktif Komite Sekolah dalam proses SPMB mendapat apresiasi dari para wali murid. Mereka menilai kehadiran komite memberikan rasa percaya dan menjamin proses penerimaan siswa berjalan secara terbuka serta sesuai aturan yang berlaku, 23/06/2026.
Di sisi lain, tingginya jumlah pendaftar juga memunculkan harapan dari para orang tua kepada Pemerintah Kabupaten Garut dan Dinas Pendidikan agar memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan sarana dan prasarana sekolah.
Menurut mereka, kebutuhan ruang kelas baru sudah mulai terasa mendesak. Dengan keterbatasan lahan yang tersedia, pembangunan ruang kelas bertingkat atau dua lantai dinilai menjadi solusi yang layak dipertimbangkan untuk mengakomodasi tingginya minat masyarakat.
Para wali murid juga berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Garut segera menempatkan kepala sekolah definitif di SDN 1 Sukalaksana guna memperkuat pengelolaan dan pengembangan sekolah di masa mendatang.
Antusiasme masyarakat yang begitu tinggi menjadi bukti nyata bahwa SDN 1 Sukalaksana masih menjadi salah satu sekolah dasar yang dipercaya masyarakat Kecamatan Sucinaraja. Keberhasilan pelaksanaan SPMB yang tertib, transparan, serta mendapat dukungan penuh dari komite sekolah menjadi modal penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan.(JB/RF)










