GARUT, JABARBICARA.COM – Kepedulian masyarakat yang dipadukan dengan kesigapan aparat Kecamatan Wanaraja menjadi kunci terselamatkannya seorang balita yang sempat tersesat saat mencari ibunya di kawasan Jalan Talaga Bodas, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Peristiwa bermula ketika beberapa pengemudi ojek menemukan seorang bocah laki-laki berusia sekitar tiga tahun berjalan seorang diri dalam kondisi kebingungan. Khawatir terjadi sesuatu yang membahayakan keselamatan sang anak, para pengemudi ojek berinisiatif mengantarkannya ke Kantor Kecamatan Wanaraja agar segera mendapatkan perlindungan dan penanganan.
Balita tersebut kemudian diketahui bernama Aydan Atthallah, putra pasangan Wahyu Ginanjar dan Euis Widaningsih, warga Kampung Rancabatu RT 04/RW 03, Desa Wanamekar, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut.
Menerima laporan tersebut, petugas Satpol PP Kecamatan Wanaraja, Ropi Setiawan, bersama Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Wanaraja, Acep Dani Hamdani, langsung bergerak cepat. Keduanya segera menyebarkan informasi beserta foto Aydan melalui grup WhatsApp kecamatan sebagai upaya menemukan keberadaan keluarganya.
Selama hampir dua jam, Aydan tampak terus mencari ibunya. Bersama Dekky Desmont, Ketua BPD Desa Wanamekar, Ropi Setiawan dan Acep Dani Hamdani melakukan penelusuran ke wilayah Kampung Rancabatu berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun. Namun, pencarian awal belum membuahkan hasil karena lokasi rumah balita tersebut belum diketahui secara pasti.
Titik terang akhirnya muncul ketika di sekitar Kantor Kecamatan Wanaraja terlihat seorang anak berusia sekitar lima tahun yang sedang mencari adiknya. Dari keterangannya diketahui bahwa adik yang dicari adalah Aydan Atthallah. Anak tersebut menjelaskan bahwa mereka bertiga, bersama seorang kakaknya yang berusia sekitar tujuh tahun, keluar rumah untuk mencari ibu mereka yang sedang berjualan di sekitar Jalan Talaga Bodas. Sementara itu, sang ayah sedang bekerja di luar daerah.
“Setelah kami mengantar Aydan ke rumahnya, ternyata di rumah hanya ada anak-anak. Mereka bertiga masih kecil, masing-masing berusia sekitar 3, 5, dan 7 tahun. Mereka keluar rumah karena ingin mencari ibunya yang sedang bekerja,” ujar Ropi Setiawan.
Berbekal informasi tersebut, Ropi Setiawan bersama Acep Dani Hamdani kemudian mengantarkan Aydan kembali ke rumahnya dengan selamat. Jarak rumah Aydan menuju Kantor Kecamatan Wanaraja diperkirakan mencapai dua hingga tiga kilometer, jarak yang cukup jauh bagi seorang balita untuk ditempuh tanpa pendamping orang dewasa.
Terpisah, Camat Wanaraja, Fahmi Fauzi, S.STP., M.Si., mengapresiasi kepedulian para pengemudi ojek, petugas Satpol PP, Pendamping PKH, Ketua BPD Desa Wanamekar, serta seluruh pihak yang telah membantu hingga Aydan dapat kembali berkumpul dengan keluarganya.
Ia juga mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya balita, agar tidak lepas dari pengawasan saat orang tua sedang beraktivitas.
“Anak-anak di bawah usia lima tahun harus benar-benar berada dalam pengawasan orang tua maupun keluarga. Jangan sampai lengah, karena dalam waktu singkat mereka dapat berjalan jauh dan menghadapi berbagai risiko yang membahayakan keselamatannya,” tegas Fahmi Fauzi.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan anak merupakan tanggung jawab bersama. Kepedulian para pengemudi ojek yang sigap memberikan pertolongan, dipadukan dengan gerak cepat Satpol PP Kecamatan Wanaraja, Pendamping PKH, pemerintah desa, dan masyarakat, menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih hidup. Berkat kolaborasi tersebut, Aydan Atthallah akhirnya dapat kembali ke pelukan keluarganya dengan selamat.(JB/RF)









