Demokrat Bangkit! Pendidikan Politik di Garut Jadi Titik Awal Rebut Kembali Kejayaan Nasional, Suntikan Kader Baru Perkuat Mesin Partai

Garut, Politik314 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM – Menjelang usia peraknya yang ke-25 tahun, Partai Demokrat mulai mengonsolidasikan seluruh kekuatan organisasi sebagai langkah strategis menghadapi kontestasi politik mendatang. Melalui pendidikan politik yang digelar di Kabupaten Garut, semangat kebangkitan dan optimisme untuk kembali meraih kejayaan seperti pada Pemilu 2009 digaungkan kepada seluruh kader.

Kegiatan pendidikan politik yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Garut berlangsung di Aula Manggala Karya Bhakti, Jalan Proklamasi, Jayaraga, Tarogong Kidul, Kamis (9/7/2026). Acara diikuti jajaran pengurus DPC, DPAC, kader, Srikandi Demokrat, serta para simpatisan sebagai bagian dari penguatan ideologi, konsolidasi organisasi, dan pendidikan politik kader.

Jbr3
Jbr4
Jbr1
Jbr yudi

Hadir langsung Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Anton Sukartono Suratto, yang membuka kegiatan didampingi jajaran BPOKK DPD Jawa Barat. Turut hadir Ketua DPC Partai Demokrat Garut Aman Nurjaman, Sekretaris DPC beserta jajaran, Kepala Kesbangpol Garut Nuruddin yang mewakili Bupati Garut, Ketua Fraksi Demokrat, jajaran Srikandi, penasihat DPC H. Dudung Sudiana, para Ketua DPAC, serta ratusan kader.

Baca Juga:  Dampak Beras Oplosan, Pasar Rakyat Ramai Dikunjungi, Harga Berangsur Turun

Dalam sambutannya, Ketua DPC Demokrat Garut, H. Aman Nurjaman, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua DPD Jawa Barat yang dinilai menjadi suntikan semangat bagi seluruh kader di Kabupaten Garut.

Menurutnya, pendidikan politik merupakan fondasi utama dalam membangun partai yang kuat, modern, dan mampu melahirkan kader berkualitas.

“Pendidikan politik partai adalah proses pembelajaran dan pemahaman mengenai hak, kewajiban, serta tanggung jawab warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tujuannya meningkatkan kesadaran politik, membentuk kedewasaan sikap, sekaligus memperkuat proses kaderisasi,” ujar H. Aman.

Ia menegaskan, pendidikan politik bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi ruang pembentukan karakter, loyalitas, integritas, dan kapasitas kader agar mampu mengawal perjuangan partai sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, sejalan dengan visi Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

Aman juga mengajak seluruh kader menjaga soliditas organisasi dan terus hadir di tengah masyarakat.

“Sebentar lagi Partai Demokrat genap berusia 25 tahun. Mari kita isi momentum ini dengan karya nyata yang memberi manfaat dan benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Anton Sukartono Suratto, menanamkan optimisme kepada seluruh kader bahwa Demokrat memiliki peluang besar kembali menjadi kekuatan utama dalam politik nasional.

Anggota DPR RI yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi I tersebut menyatakan pengalaman kemenangan besar pada Pemilu 2009 menjadi modal penting sekaligus bahan evaluasi menghadapi pemilu berikutnya.

“Insyaallah kita akan mengulangi kejayaan tahun 2009. Kita pernah menjadi juara, kita juga belajar mengapa kemudian mengalami penurunan. Dari pengalaman itu kita terus berbenah agar ke depan Demokrat semakin berkembang,” ungkap Anton kepada awak media.

Ia menekankan pentingnya kekompakan, disiplin organisasi, serta kedekatan kader dengan masyarakat sebagai kunci mengembalikan kepercayaan publik terhadap Partai Demokrat.

Selain pendidikan politik, kegiatan tersebut juga diwarnai prosesi penyematan kader baru yang menjadi simbol bertambahnya kekuatan politik Demokrat di Kabupaten Garut.

Salah satu yang menarik perhatian adalah bergabungnya mantan birokrat senior Garut, Wahyudijaya, yang pernah menjabat Kepala Kesbangpol Kabupaten Garut hingga memasuki masa purna tugas pada 2024.

Masuknya Wahyudijaya dinilai menjadi energi baru bagi Demokrat Garut. Pengalaman panjangnya di dunia birokrasi diharapkan memperkuat kapasitas organisasi sekaligus memperluas jaringan komunikasi politik partai di tengah masyarakat.

Momentum pendidikan politik ini menjadi penegasan bahwa memasuki usia seperempat abad, Partai Demokrat tidak hanya memperkuat konsolidasi internal, tetapi juga mulai membangun optimisme baru untuk kembali tampil sebagai kekuatan politik nasional yang diperhitungkan, dengan mengedepankan kaderisasi, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan organisasi dari daerah hingga tingkat pusat. (JB/RF)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *