Jeritan Jalan Cinunuk! Truk Bertonase Raksasa Terus Melintas, Warga Minta Pemkab Garut Jangan Lagi Sekadar Tambal Sulam

Garut, Peristiwa91 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM – Jalan penghubung Kecamatan Wanaraja dan Kecamatan Banyuresmi yang melintasi Desa Cinunuk kini menjadi sorotan masyarakat. Ruas jalan yang setiap hari menjadi urat nadi aktivitas warga itu mengalami peningkatan arus lalu lintas yang sangat signifikan. Ironisnya, kondisi jalan yang sempit dan memiliki kemampuan menahan beban terbatas justru semakin sering dilintasi truk-truk bertonase besar.

Truk pengangkut pasir, batu, dan material bangunan dengan muatan berat hampir setiap hari melintas di jalur tersebut. Kondisi ini dikhawatirkan mempercepat kerusakan badan jalan sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan lainnya.

Di sejumlah titik, badan jalan terlihat retak, bergelombang, hingga berlubang. Masyarakat menilai upaya perbaikan yang dilakukan selama ini belum menyentuh akar persoalan. Pemeliharaan yang dilakukan dinilai hanya bersifat sementara, sebatas menambal bagian yang rusak tanpa solusi yang berkelanjutan.

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Cinunuk, Kada Mugianto, menyampaikan keluhannya kepada JABARBICARA.COM. Menurutnya, kondisi jalan semakin memprihatinkan karena tidak sebanding dengan beban kendaraan yang melintas setiap hari.

 “Jalan lintas Wanaraja–Banyuresmi yang melalui Cinunuk sudah sangat padat. Jalannya sempit, tetapi setiap hari dilalui kendaraan bertonase besar pengangkut pasir dan batu. Jalan jadi cepat rusak. Perbaikannya juga hanya ditambal, bahkan penambalannya sering dilakukan tengah malam,” ungkap Kada Mugianto.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Garut segera melakukan evaluasi terhadap kelas jalan serta pengawasan terhadap kendaraan yang melintas. Menurutnya, apabila kendaraan dengan muatan berlebih terus dibiarkan menggunakan ruas jalan tersebut, kerusakan akan terus berulang dan biaya perbaikan akan semakin besar.

Baca Juga:  Peringati HUT Ke-80 PGRI, Ribuan Peserta Ikuti Gebyar Lomba Seni

Selain merugikan pengguna jalan, kondisi tersebut juga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Jalan yang rusak memperlambat mobilitas warga, meningkatkan biaya operasional kendaraan, serta mengurangi kenyamanan dan keselamatan berlalu lintas.

Masyarakat berharap pemerintah tidak lagi mengandalkan pola pemeliharaan yang hanya bersifat tambal sulam. Mereka menginginkan pembangunan jalan yang lebih kuat, sesuai dengan karakteristik lalu lintas dan beban kendaraan yang melintas setiap hari.

Jalan Wanaraja–Banyuresmi merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di wilayah timur Kabupaten Garut. Karena itu, keberadaannya membutuhkan perhatian serius agar tetap aman, nyaman, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi tanpa mengorbankan keselamatan pengguna jalan.

Baca Juga:  Demi Dialog Langsung dengan Bupati, Relawan MBG Geser Jadwal Penyampaian Aspirasi ke 6 Juli 2026

Kini, harapan masyarakat sederhana namun mendesak: hadirkan solusi permanen, bukan sekadar tambalan yang cepat rusak. Sebab, jalan yang layak bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut keselamatan, kenyamanan, dan hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan publik yang berkualitas.(JB/RF)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *