Kemampuan Bahasa Inggris Anak Indonesia Masih Menjadi Tantangan, Pendekatan Pembelajaran Dinilai Perlu Berubah

Ekonomi Bisnis58 Dilihat

JAKARTA, JABARBICARA.COM – Berdasarkan data Talentics.id, sekitar 90% pencari kerja yang mengikuti asesmen bahasa Inggris masih berada pada level B1 atau lebih rendah. Menjawab tantangan tersebut, LEAP English & Digital menghadirkan pembelajaran bahasa Inggris yang disesuaikan dengan perkembangan peserta didik serta dipadukan dengan pengembangan keterampilan abad ke-21 untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi persaingan global.

Kemampuan bahasa Inggris masih menjadi salah satu tantangan yang dihadapi generasi muda Indonesia dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja global. Meskipun mata pelajaran bahasa Inggris telah menjadi bagian dari kurikulum pendidikan, kemampuan komunikasi para calon tenaga kerja dinilai masih perlu ditingkatkan agar mampu bersaing di tingkat internasional.

Jbr3
Jbr4
Jbr1
Jbr yudi

Berdasarkan artikel yang dipublikasikan Talentics.id, sekitar 90 persen dari lebih dari 12.000 pencari kerja yang mengikuti asesmen kemampuan bahasa Inggris berada pada level B1 atau bahkan lebih rendah berdasarkan standar Common European Framework of Reference for Languages (CEFR). Temuan tersebut menunjukkan bahwa masih banyak lulusan yang belum memiliki kompetensi bahasa Inggris yang memadai untuk memenuhi tuntutan dunia kerja global.

Baca Juga:  Kunjungan JSC Positive Technologies ke Kemendiktisaintek: Perkuat Kolaborasi Pengembangan Talenta Siber Nasional

Kondisi tersebut mendorong pentingnya pembelajaran bahasa Inggris yang tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga menyesuaikan proses belajar dengan perkembangan psikologis anak agar kemampuan berbahasa dapat dibangun sejak dini secara lebih efektif.

Menjawab kebutuhan tersebut, LEAP English & Digital menghadirkan pendekatan pembelajaran yang dirancang sesuai tahapan perkembangan peserta didik. Lembaga kursus bahasa Inggris yang berlokasi di Surabaya Timur ini mengembangkan kurikulum yang menyesuaikan metode belajar dengan karakteristik usia siswa sehingga proses belajar berlangsung lebih alami, menyenangkan, dan efektif.

Pada jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah dasar, pembelajaran dikemas melalui pendekatan fun learning berbasis aktivitas dan media visual interaktif. Metode ini dirancang untuk memanfaatkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan dunia bermain anak sehingga mereka dapat mempelajari bahasa Inggris tanpa merasa terbebani.

Sementara itu, bagi siswa tingkat sekolah menengah hingga peserta homeschooling, materi pembelajaran dikembangkan menjadi lebih analitis, kritis, dan terstruktur. Pendekatan ini bertujuan mempersiapkan peserta didik menghadapi kebutuhan akademik sekaligus meningkatkan kemampuan komunikasi yang dibutuhkan di dunia profesional.

Baca Juga:  Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Emas Siap Dukung Kelancaran Angkutan Lebaran Idulfitri 1447 H / 2026

Selain materi yang disesuaikan dengan usia, LEAP juga membangun lingkungan belajar yang kolaboratif. Melalui diskusi kelompok dan berbagai aktivitas interaktif, peserta didik didorong untuk berani berkomunikasi, bekerja sama, serta membangun kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Inggris di situasi nyata.

Pendekatan tersebut didukung oleh tiga nilai utama yang menjadi landasan proses pembelajaran di LEAP, yaitu Empower, Evolve, dan Educate. Ketiga nilai tersebut diterapkan untuk membantu siswa mengembangkan rasa percaya diri, terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta memperoleh pembelajaran yang terarah sesuai tujuan akademik masing-masing.

“Sejak mengikuti kelas di LEAP, kemampuan bahasa Inggris putri saya meningkat cukup pesat. Ia kini lebih percaya diri berbicara dan mulai menggunakan grammar yang lebih baik. Menurut saya, perkembangan tersebut sebanding dengan proses belajar yang dijalani di LEAP,” ujar salah satu orang tua siswa.

Selain program General English, LEAP juga menghadirkan LEAP Xperience, sebuah program yang mengintegrasikan kemampuan bahasa Inggris dengan berbagai keterampilan abad ke-21. Program ini memadukan pelatihan public speaking berbahasa Inggris, pengembangan kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, serta pembentukan karakter sebagai changemaker, yang dilengkapi dengan sertifikat internasional.

Baca Juga:  Gaet Engineer Lokal, RevComm Dirikan Innovation Center di Indonesia​

Penguatan keterampilan tersebut sejalan dengan kebutuhan dunia kerja masa depan. Berdasarkan laporan Future of Jobs Report 2025 dari World Economic Forum, kemampuan seperti berpikir analitis, kreativitas, kepemimpinan, komunikasi, dan kemampuan memecahkan masalah menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan di berbagai sektor pekerjaan.

Melalui pendekatan pembelajaran yang mengombinasikan penguasaan bahasa Inggris dengan pengembangan keterampilan abad ke-21, LEAP berharap dapat membantu mempersiapkan lebih banyak generasi muda Indonesia agar memiliki bekal yang lebih kuat untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif di tingkat global.

Tentang Leap English & Digital Class

LEAP English & Digital Class adalah lembaga kursus non-formal yang berdiri sejak 2006 dan telah melayani lebih dari 28.000 siswa di 39 kota di Indonesia dan Asia. Dengan pengalaman lebih dari 19 tahun, Leap menawarkan lebih dari 80 program pelatihan di bidang Bahasa Inggris dan Digital, serta telah meraih penghargaan di tingkat provinsi dan nasional.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

 

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *