“CISALAK BERSATU, INDONESIA MAJU”: Dari Gegap Gempita HUT RI ke-81 hingga Perjuangan Warga Bangun Masjid Secara Swadaya

Garut, Peristiwa58 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM – Semangat kemerdekaan tidak hanya berkobar di pusat-pusat kota. Dari pelosok Kabupaten Garut, tepatnya Kampung Cisalak RT 08/RW 01, Desa Depok, Kecamatan Pakenjeng, warga membuktikan bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dapat menjadi momentum mempererat persatuan sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong.

Idwan HUTRI

Mengusung tema “Cisalak Bersatu, Indonesia Maju”, masyarakat Kampung Cisalak menggelar rangkaian kegiatan sejak pagi hingga sore hari. Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dan berlangsung hingga sekitar pukul 17.00 WIB. Minggu 23/08/2026.

Rangkaian acara diawali dengan upacara peringatan HUT RI ke-81, kemudian dilanjutkan makan bersama seluruh warga dan berbagai perlombaan rakyat. Sedikitnya terdapat 16 jenis perlombaan dan dua kegiatan panjat pinang yang membuat suasana kampung semakin meriah.

Upacara tersebut dipimpin Komandan Upacara Enjang Kurnia. Kegiatan turut dihadiri dan didukung Ketua RT Ase serta Ketua RW Dede Burhan. Sementara Irwan Hermansyah bertindak sebagai pembina kegiatan.

Baca Juga:  Endog Lewo, Camilan Legendaris Garut yang Kini Diakui Sebagai Warisan Budaya

Bagi warga Cisalak, kemeriahan Agustusan bukan sekadar persoalan perlombaan dan hiburan. Di balik riuhnya perayaan, tersimpan pesan penting tentang bagaimana masyarakat di pelosok menjaga persatuan, kepedulian dan semangat membangun lingkungan secara bersama-sama.

Dalam sambutannya, Irwan Hermansyah menyampaikan empat pesan penting agar Kampung Cisalak maupun Desa Depok ke depan semakin maju.

Pertama, warga didorong untuk berperan aktif melalui aksi nyata, bukan sekadar pandai berbicara atau memberikan janji.

“Warga harus berperan aktif melalui aksi nyata. Bukan sekadar pintar berbicara atau memberikan janji palsu,” pesan Irwan.

Kedua, masyarakat Cisalak diminta terus menjaga persatuan. Ketiga, setiap warga diharapkan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar dan tidak menjadi persoalan bagi tempat tinggalnya. Keempat, semangat belajar dan mencari ilmu harus terus ditanamkan sebagai modal membangun masa depan.

Pesan tersebut menjadi semakin bermakna karena semangat gotong royong warga Cisalak tidak berhenti pada perayaan HUT RI.

Baca Juga:  Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Beri Kompensasi Operasional bagi Pemilik Angkutan Tidak Bermotor

Di tengah kesibukan mempersiapkan kegiatan kemerdekaan, warga juga tengah bergotong royong merenovasi Masjid Jami Cisalak secara swadaya.

Pembangunan rumah ibadah tersebut menjadi gambaran nyata bahwa semangat kemerdekaan di pelosok bukan hanya diwujudkan melalui upacara dan perlombaan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap fasilitas keagamaan dan kepentingan bersama.

Dengan keterbatasan yang ada, masyarakat berusaha menghidupkan kembali kekuatan swadaya. Warga menyumbangkan tenaga, waktu, pikiran maupun kemampuan sesuai kapasitas masing-masing demi mewujudkan Masjid Jami Cisalak yang lebih layak dan nyaman digunakan masyarakat.

Semangat tersebut sekaligus menjadi wajah lain dari peringatan kemerdekaan: merdeka untuk bergotong royong, merdeka untuk membangun kampung, dan merdeka untuk memberikan manfaat bagi sesama.

Ketua RW Dede Burhan memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, Kampung Cisalak menjadi salah satu wilayah yang menggelar upacara terlebih dahulu sebelum melaksanakan berbagai perlombaan.

Apresiasi juga disampaikan Ketua RT Ase. Ia menilai kegiatan Agustusan penting untuk menjaga kebersamaan warga, terlebih tidak semua lingkungan di Desa Depok menggelar kegiatan serupa.

Baca Juga:  "Refleksi Kemenangan di Sucinaraja: Mengukir Senyum KPM di Hari yang Fitri"

“Di Desa Depok hanya beberapa tempat yang mengadakan kegiatan seperti ini,” ungkapnya.

Kemeriahan kemudian pecah melalui berbagai perlombaan tradisional yang melibatkan masyarakat. Tawa anak-anak, semangat orang dewasa hingga riuhnya panjat pinang menjadi warna tersendiri dalam perayaan kemerdekaan di Kampung Cisalak.

Namun, di balik kemeriahan itu terdapat pesan yang jauh lebih dalam.

Kemerdekaan tidak selesai ketika Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945. Kemerdekaan harus terus diisi dengan persatuan, pendidikan, kepedulian dan kerja nyata.

Dari Kampung Cisalak, semangat itu tumbuh sederhana tetapi kuat: warga berkumpul, makan bersama, bermain bersama, menjaga persatuan dan bergotong royong membangun rumah ibadah.

Sebuah potret kecil dari pelosok Pakenjeng yang menunjukkan bahwa merah putih bukan hanya berkibar di tiang bendera, tetapi juga hidup dalam semangat gotong royong masyarakat.

Cisalak Bersatu, Indonesia Maju—sebuah slogan yang tidak berhenti menjadi kata-kata, tetapi berusaha diwujudkan warga melalui aksi nyata.(JB/RF)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *