Dari Mabar ke Komunitas: Pop Mie Campus Gaming Ground Hadir di IPB, Satukan Mahasiswa Bogor Lewat Esports

Ekonomi Bisnis37 Dilihat

JAKARTA, JABARBICARA.COM – Turnamen terbuka untuk mahasiswa ini hadir di awal tahun akademik. Membuka ruang bagi mahasiswa baru untuk membanun komunitas, mengasah kemampuan dan mengenal peluang karir di industri esports

Tahun ajaran baru biasanya dimulai dengan mencari teman baru, mengenal lingkungan kampus dan menemukan komunitas yang punya minat serupa. Bagi sebagian mahasiswa, salah satu cara paling mudah untuk memulai percakapan bisa sesederhana, “Main mole, nggak?”. Dari kebiasaan mabar (main bareng) inilah komunitas gaming kampus terus tumbuh. Esports pun berkembang dari sekadar aktivitas kompetitif menjadi ruang sosial: tempat bertemu, membangun relasi, mengasah kemampuan, hingga mengenal peluang di industri digital.

Idwan HUTRI

Fenomena ini hadir dalam Pop Mie Campus Gaming Ground 2026 di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 29 Agustus 2026. Berbeda dari turnamen internal kampus di kota-kota sebelumnya. Ajang ini terbuka untuk mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. Menjadikan IPB sebagai titik temu komunitas gaming mahasiswa di Bogor. Hal ini menjadi peluang tersendiri bagi mahasiswa baru. Di awal tahun akademik, kegiatan ini menjadi wadah pertemuan lintas kampus yang membuka kesempatan untuk bertemu pemain lain dan membentuk tim. Mereka juga bisa mengenal komunitas dan mengikuti aktivitas di luar ruang kelas.

Ketika Hobi Gaming Bertemu Industri yang Terus Tumbuh

Gaming kini sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia. Aktivitas ini tidak lagi sekedar hiburan. Tetapi telah berkembang menjadi industri besar dengan ekosistem yang semakin kompleks. Data Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat terdapat lebih dari 150 juta pemain gim di Indonesia, menjadikannya salah satu pasar terbesar di dunia. Industri ini juga terus berkembang dengan kontribusi ekonomi yang mencapai puluhan triliun rupiah per tahun, didukung ribuan pengembang dan penerbit aktif di berbagai daerah.

Baca Juga:  KAI Logistik Wujudkan Komitmen Green Logistics Melalui Transparansi Jejak Karbon di Invoice Pelanggan

Pertumbuhan ini turut melahirkan ekosistem yang lebih luas: esports, content creator, platform streaming, hingga industri kreatif dan teknologi pendukung. Sejumlah kajian juga menunjukkan bahwa industri ini berpotensi membuka lapangan kerja baru dalam skala besar, baik secara langsung maupun tidak langsung. Artinya, semakin besar industri gaming, semakin beragam pula kebutuhan talenta. Tidak semua peluang berada di dalam pertandingan, justru tumbuh di luar arena kompetitif.

Di sinilah lingkungan kampus dapat memainkan peran penting. Mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen gim. Mereka juga bisa mulai mengenal berbagai profesi dan keterampilan yang dibutuhkan dalam ekosistem digital ini.

Esports Bukan Cuma Tentang Siapa yang Menang

Di Pop Mie Campus Gaming Ground, mahasiswa tidak hanya datang untuk bertanding di Mobile Legends: Bang Bang (MLBB). Acara ini juga menjadi ruang interaksi komunitas yang lebih luas. Format lintas kampus membuka kesempatan luas bagi mahasiswa. Mereka punya wadah bertemu pemain lain, berbagi pengalaman dan memahami bahwa sebuah ekosistem esports tidak hanya terdiri dari pemain. Di balik satu pertandingan, ada banyak peran yang bekerja, mulai dari pengelola event, tim produksi, konten hingga manajemen komunitas.

Mahasiswa juga dapat terlibat sebagai panitia lokal. Dari sini, mereka bisa belajar langsung tentang koordinasi acara, komunikasi, manajemen komunitas, hingga penyelesaian masalah di lapangan. Chaya Kusuma, Managing Director EVOS, melihat pengalaman seperti ini sebagai bagian penting dari perkembangan ekosistem esports. “Esports tidak tumbuh hanya dari pemain profesional. Komunitas punya peran besar karena dari sanalah pemain, kreator dan talenta baru berkembang. Ketika mahasiswa dari berbagai kampus bertemu, mereka tidak hanya bermain, tetapi juga membangun relasi dan pengalaman yang penting untuk perjalanan mereka di esports,” ujarnya.

Baca Juga:  Indonesia dan India Perkuat Kemitraan Strategis Lewat India–Indonesia Critical Minerals Conference di Jakarta

Jalur Pro Player dan Banyak Peluang Lain

Bagi mahasiswa yang ingin menekuni jalur kompetitif, turnamen ini bisa menjadi langkah awal untuk menguji kemampuan di lingkungan yang lebih serius. Kompetisi memberi pengalaman berbeda dibanding sekedar bermain bersama teman. Tim juara pertama akan mendapatkan kesempatan mengikuti kelas EVOS Academy secara gratis. Sebagai bentuk pembinaan untuk memahami standar kompetitif dan pengembangan skill lebih lanjut.

Namun, jalur pro player bukan satu-satunya tujuan. Ekosistem esports juga membuka banyak ruang lain di luar pertandingan. Seperti halnya content creator, caster, analis, event organizer, manajemen tim hingga berbagai peran operasional lainnya. Antonius Pandu, Senior Brand Manager Pop Mie, menegaskan pentingnya ruang eksplorasi bagi mahasiswa. “Gaming sudah menjadi bagian dari keseharian mahasiswa. Yang menarik adalah ketika ketertarikan itu bisa berkembang, baik lewat kompetisi maupun pengalaman di balik layar. Kami ingin mahasiswa punya ruang untuk menemukan dan mengembangkan bidang yang paling sesuai dengan kemampuan mereka,” tambahnya.

IPB sebagai Titik Temu Komunitas

Dengan format open to public, IPB menjadi ruang pertemuan mahasiswa dari berbagai kampus di Bogor. Komunitas yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri kini bisa saling bertemu dalam satu arena. Pelaksanaan pada 29 Agustus 2026 yang bertepatan dengan awal tahun akademik juga menjadikan acara ini relevan bagi mahasiswa baru yang sedang mencari lingkungan pertemanan dan komunitas. Bagi mahasiswa senior, ini menjadi kesempatan memperluas jaringan dan bertemu pemain baru dari kampus lain. Lebih dari sekadar turnamen, kegiatan ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang membentuk pengalaman: kerja sama tim, komunikasi, hingga adaptasi dalam situasi kompetitif.

Melalui kegiatan seperti Pop Mie Campus Gaming Ground, esports tidak hanya dipandang sebagai permainan, tetapi juga sebagai ruang belajar: tentang kerja sama, kreativitas, kompetisi, dan peluang karir. Tidak semua peserta akan menjadi pro player. Sebagian akan menemukan komunitas baru, sebagian mendapatkan pengalaman pertama mengelola event, dan sebagian lainnya menyadari bahwa industri ini memiliki banyak jalur karir yang relevan dengan minat mereka.

Baca Juga:  Harga Emas Masih Dibayangi Tekanan Jual, Peluang Pelemahan Jangka Pendek Tetap Terbuka

Dari pertemuan-pertemuan kecil inilah ekosistem mulai terbentuk secara pelan, tapi nyata. Bukan hanya tentang siapa yang menang, tetapi tentang siapa yang menemukan kesempatan untuk berkembang setelah pertandingan selesai.

Informasi lanjutan mengenai Pop Mie Campus Gaming Ground 2026 bisa diakses melalui media sosial Instagram Pop Mie @popmieofficial dan EVOS Esports @evosesports.

— Selesai —

Tentang ATTN Holding (EVOS & WHIM)

Tentang Pop Mie Campus Gaming Ground
Pop Mie Campus Gaming Ground adalah sebuah aktivasi offline dari kolaborasi antara Pop Mie dan EVOS untuk memberikan berbagai keseruan yang tak terbatas bagi para mahasiswa dalam industri esports. Pop Mie adalah merek mie instan dalam bentuk kemasan cup yang diproduksi oleh PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk sejak tahun 1991 di Indonesia. Selama puluhan tahun, Pop Mie telah jadi makanan andalan yang mengenyangkan untuk menemani setiap perjalanan ataupun aktivitas seru. Oleh karena itu, karakter dari rasa Pop Mie begitu akrab di lidah. Pop MIe kini hadir dalam dua ukuran Pop Mie Lapeer Time untuk menghilangkan lapar besar, dan juga Pop Mie Snek Time untuk mengganjal lapar. Dengan varian rasa yang beraneka ragam, Pop Mie bisa dinikmati kapan aja, di mana aja. Pop Mie tidak hanya mengenyangkan, tapi membuat mood jadi seru lagi.
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *