Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber

Ekonomi Bisnis52 Dilihat

JAKARTA, JABARBICARA.COM – Vulnerability management semakin menghadapi tantangan karena lingkungan enterprise berubah terus-menerus. Ketika assessment dilakukan terlalu jarang, hasil yang diterima tim keamanan dapat segera tertinggal setelah aplikasi, infrastruktur, atau konfigurasi berubah.

Zentara melihat empat perubahan penting dalam pendekatan vulnerability management: assessment on demand, prioritisasi berdasarkan exploitability, output yang langsung terhubung ke workflow, dan penggunaan tenaga ahli untuk melakukan validasi mendalam.

Idwan HUTRI

Melalui AVAS, komponen lingkungan enterprise dapat dipindai secara paralel. Menurut Zentara, full enterprise assessment dapat selesai dalam waktu kurang dari 15 menit. Hal tersebut memungkinkan assessment dilakukan setelah release besar, perubahan infrastruktur, atau ketika vulnerability kritis baru dipublikasikan.

Baca Juga:  Pada 2025 AI menjadi permukaan serangan. Pada 2026, OrcaRouter menjadikan pertahanannya gratis.

Prioritas juga tidak hanya ditentukan oleh CVSS. AVAS menggunakan sinyal exploitability, informasi threat feed, status known-exploited vulnerability, peran aset dalam bisnis, dan sinyal predictive modelling untuk membantu menentukan temuan yang perlu mendapat perhatian.

Pendekatan tersebut menempatkan vulnerability assessment platform sebagai bagian dari vulnerability assessment services, bukan sebagai pengganti validasi manusia.

Automation dapat membantu menemukan dan memprioritaskan kerentanan, tetapi pembuktian dampak tetap membutuhkan pengujian manual. Dalam praktiknya, certified testers dapat melakukan exploitation dan lateral movement dalam scope yang telah diotorisasi untuk membuktikan bagaimana sebuah rangkaian kelemahan dapat memengaruhi aset penting.

Dengan assessment yang lebih cepat dan output yang dapat dihubungkan ke SOC, SIEM, serta DevSecOps, vulnerability management dapat bergerak dari proyek berkala menjadi proses yang lebih berkelanjutan.

Baca Juga:  Hari Pertama Libur Panjang, Dukuh Atas dan Harjamukti Jadi Stasiun Terpadat LRT Jabodebek

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *