Partners in Purpose: Global Stockist Stories – Craftlab Menemukan Dunia Baru untuk Fuguku

Ekonomi Bisnis67 Dilihat

Pertemuan dengan Fuguku di Bali menjadi bagian dari visi sebuah usaha ritel di Spello, Italia. Menjelang rencana pembukaannya, Craftlab melaporkan penjualan 100 produk Fuguku dalam sekitar 10 minggu.

JAKARTA, JABARBICARA.COM – Ketika Craftlab masih bersiap membuka tokonya, Fuguku sudah mulai menemukan pembeli. Melalui akun profesional di Vinted, Craftlab menguji minat pasar terhadap tas-tas tersebut dan melaporkan penjualan 100 produk dalam sekitar 10 minggu. Bagi usaha yang sedang mempersiapkan toko fisik dan platform e-commerce sendiri, respons ini menjadi pertanda awal yang menjanjikan akan daya tarik koleksi Fuguku.

Idwan HUTRI

Kemitraan ini bermula dari pembelian untuk diri sendiri. Saat mengunjungi keluarga di Indonesia, perjalanan ke Bali mempertemukan calon mitra Fuguku ini dengan sebuah butik kecil di bandara yang memajang tiga tas Fuguku. Salah satunya langsung menarik perhatian.

“Saya langsung terpikat dan, tanpa ragu, membeli satu,” kenang Craftlab dalam wawancara untuk seri ini.

Sepulangnya dari perjalanan, pertemuan pertama itu mendorong keinginan untuk mengenal lebih jauh material, proses produksi, dan orang-orang di balik karya Fuguku. Ketertarikan pada desainnya berkembang menjadi apresiasi terhadap nilai-nilai yang dibawa merek ini, hingga akhirnya muncul keputusan untuk memberikan tempat istimewa bagi Fuguku dalam rencana Craftlab.

Baca Juga:  Bohopanna Turut Meriahkan Ajang The Star is Born dengan Hadirkan Koleksi Baru untuk Semua Momen Anak

Berbasis di Spello, Italia, Craftlab dirancang sebagai ruang untuk menemukan karya kerajinan dari berbagai negara. Kurasinya berangkat dari keyakinan bahwa setiap karya buatan tangan membawa keterampilan dan identitas pembuatnya, serta kisah yang layak dikenal lebih luas. Desain kontemporer dan kualitas material juga menjadi pertimbangan utama dalam memilih koleksi.

“Craftlab adalah tempat keterampilan kriya bertemu dengan estetika kontemporer,” jelas Craftlab.

Desain yang menarik perhatian pelanggan

Fuguku selaras dengan visi tersebut melalui karakter desain yang mudah dikenali. Dalam pengalaman awal Craftlab menjual Fuguku, warna-warna cerah dan tekstur berduri yang khas berhasil menarik perhatian. Kapasitas tasnya pun memberi kejutan tersendiri: tas-tas ini mampu memuat lebih banyak barang daripada yang diperkirakan pelanggan dari tampilannya.

Fugukai Midi, Shellbag Short, dan Fuguflex termasuk model yang disebut Craftlab paling diminati. Antusiasme itu juga terasa secara pribadi. “Saya punya Maxi Fuguflex yang saya pakai setiap hari,” ungkap Craftlab.

Kisah di balik tas-tas tersebut turut mendasari keputusan Craftlab untuk menghadirkan Fuguku. Penggunaan material daur ulang dan dukungan Fuguku bagi para perajin perempuan menjadi alasan kemitraan ini terasa sejalan dengan pendekatan Craftlab. Selain tampilannya, Craftlab mempertimbangkan nilai etis dan proses di balik setiap produk yang dipilih.

“Salah satu tujuan Craftlab justru adalah mendukung mereka yang juga mendukung orang lain,” ujar Craftlab.

Baca Juga:  Polda NTT Dampingi Wapres Gibran dari Sekolah hingga Tenda Pengungsian, Pastikan Korban Gempa Terlayani

Komitmen tersebut membentuk cara Craftlab ingin memperkenalkan Fuguku kepada komunitasnya. Sebuah produk dengan karakter kuat dapat membuat orang berhenti dan memperhatikan; mengenal para pembuatnya memberi kisah lain yang dapat dibagikan kepada pelanggan. Bagi Craftlab, keduanya merupakan bagian dari pengalaman menemukan koleksi ini.

Pada saat wawancara dilakukan, toko fisik Craftlab belum dibuka dan platform e-commerce-nya masih dalam tahap persiapan. Angka penjualan yang dilaporkan berasal dari aktivitas di marketplace. Menurut Craftlab, produk-produk tersebut terjual lebih cepat daripada perkiraan awal, sehingga menambah keyakinannya saat merencanakan ruang khusus bagi koleksi Fuguku.

Craftlab ingin menjadikan Fuguku salah satu merek yang paling menonjol di tokonya, melalui penataan display yang memberi ruang bagi warna, bentuk, dan teksturnya untuk tampil maksimal. Kehadiran toko fisik nantinya akan memberi pengunjung kesempatan untuk melihat dan merasakan karakter produk tersebut secara langsung.

Bagi pemilik butik lain yang mempertimbangkan Fuguku, saran Craftlab berangkat dari pengalaman awal menyaksikan desain yang tidak biasa menarik minat pembeli. Berikan koleksi ini tempat yang mudah terlihat agar pelanggan tertarik mengenalnya, dan jadikan karakternya bagian dari identitas toko.

Seperti pesan Craftlab: “berikan Fuguku ruang yang layak, biarkan orang menemukannya, dan jangan ragu menjadikannya daya tarik utama di toko Anda.”

Baca Juga:  AIDA Kemlu Azerbaijan dan OIC Youth Indonesia Salurkan 500 Paket Daging Kurban bagi Masyarakat di Bogor dan Sukabumi

Menjadi Stockist Fuguku

Terinspirasi oleh kisah Craftlab? Hadirkan karya seni pakai khas Fuguku kepada komunitas Anda. Kami menyambut butik, peritel, dan mitra grosir yang memiliki apresiasi terhadap keterampilan kriya serta desain yang bermakna. Untuk menjajaki peluang menjadi stockist Fuguku, hubungi kami di cs@fuguku.com.

Tentang PRFG

Tentang Fuguku

Dibuat dengan Tujuan. Dikerjakan dengan Hati.
Terinspirasi oleh ketangguhan ikan fugu, FUGUKU mengolah warisan kriya menjadi karya skulptural kontemporer. Sang pendiri, Savirra Lavinia, mempertemukan kerajinan tradisional Jumputan Indonesia dengan teknik Bai-Shibori Jepang untuk menciptakan tekstur “berduri” arsitektural khas FUGUKU—sebuah perjumpaan budaya yang ekspresif, dibentuk dengan tangan.
Dibuat dengan penuh kesadaran dari poliester daur ulang, setiap karya membawa keahlian dan kisah lebih dari 70 perempuan perajin di perkampungan urban Jabodetabek. Tangan mereka tidak hanya membentuk kain: mereka menjaga kriya tetap hidup, mengolah pengetahuan tradisional menjadi ekspresi kreatif dan peluang pemberdayaan ekonomi.
Bagi FUGUKU, keindahan dan tanggung jawab berjalan beriringan. Di balik bentuknya yang khas, setiap karya memiliki tujuan: menghormati warisan budaya, memberdayakan perempuan di balik proses kriya, dan menggali kembali berbagai kemungkinan material daur ulang.
Warisan dalam setiap tekstur. Tujuan dalam setiap karya.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *