GARUT, JABARBICARA.COM – Pemerintah Desa Mekarhurip, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, terus menunjukkan komitmennya dalam membangun desa secara berkelanjutan. Tidak hanya fokus mengembangkan potensi wisata berbasis alam, Pemerintah Desa Mekarhurip juga menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui dukungan penuh terhadap Program Beasiswa Satu Desa/Kelurahan Satu Sarjana yang digagas Pemerintah Kabupaten Garut.
Sebagai tindak lanjut atas surat Sekretariat Daerah Kabupaten Garut Nomor 400.3/3716/KESRA tanggal 10 Juli 2026 tentang Program Beasiswa Satu Desa/Kelurahan Satu Sarjana, Kepala Desa Mekarhurip Supriatna menggelar musyawarah dan sosialisasi bersama perangkat desa, tokoh masyarakat, serta calon peserta di Aula Desa Mekarhurip, Senin (13/7/2026).
Musyawarah tersebut menjadi langkah awal dalam menyukseskan pelaksanaan program beasiswa sekaligus memastikan masyarakat memperoleh informasi secara utuh mengenai persyaratan, mekanisme seleksi, hingga tahapan pendaftaran yang akan berlangsung di tingkat desa pada 15–20 Juli 2026.
Program ini merupakan salah satu upaya strategis Pemerintah Kabupaten Garut untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat. Secara yuridis, pelaksanaannya mengacu pada Peraturan Bupati Garut Nomor 39 Tahun 2025 tentang Pemberian Bantuan Pendidikan Tinggi bagi Masyarakat, yang memberikan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp4 juta per semester selama maksimal delapan semester atau empat tahun masa studi.
Pada seleksi tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Garut memprioritaskan 109 desa dan kelurahan yang hingga kini belum memiliki penerima manfaat program. Sebelumnya, sebanyak 333 desa dan kelurahan telah berhasil meloloskan perwakilannya pada seleksi tahun sebelumnya.
Untuk mendukung keberhasilan program, Pemkab Garut menggandeng 16 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kabupaten Garut, di antaranya Universitas Garut (UNIGA), Institut Teknologi Garut (ITG), dan Institut Pendidikan Indonesia (IPI), dengan pilihan program studi yang disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan daerah, seperti teknik, teknologi informasi, kesehatan, pertanian, ekonomi, hukum, dan administrasi publik.
Di bawah kepemimpinan Supriatna, Desa Mekarhurip juga tengah berbenah memaksimalkan potensi lokal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat. Berada di kawasan lembah yang dikelilingi hamparan persawahan hijau, perbukitan, dan panorama pegunungan, desa ini memiliki bentang alam yang asri dan potensial untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata pedesaan.
Berbagai inovasi pun mulai diwujudkan. Area halaman kantor desa dan saluran irigasi ditata menjadi ruang publik yang lebih menarik, termasuk menghadirkan wahana terapi ikan sebagai sarana rekreasi sederhana bagi masyarakat dan pengunjung. Penataan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan ikon wisata baru berbasis potensi lokal tanpa menghilangkan karakter pedesaan yang alami.
Kepala Desa Mekarhurip, Supriatna, meyakini bahwa pembangunan desa harus dilakukan secara seimbang antara peningkatan kualitas manusia dan pengembangan potensi wilayah.
Menurutnya, pendidikan akan melahirkan generasi yang memiliki daya saing, sedangkan sektor pariwisata mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Kedua sektor tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Melalui sinergi pembangunan pendidikan dan pariwisata, Pemerintah Desa Mekarhurip berharap mampu melahirkan generasi sarjana yang kelak kembali membangun kampung halamannya, sekaligus mengoptimalkan kekayaan alam desa sebagai penggerak ekonomi lokal. Langkah ini menjadi gambaran bahwa pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada investasi jangka panjang melalui peningkatan kualitas SDM dan pemanfaatan potensi daerah secara berkelanjutan. (JB/RF)









