PROYEK SUDAH BERJALAN, INFORMASI MASIH GELAP! REVITALISASI SDN 4 SARIBAKTI DISOROT

Garut, Pendidikan116 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM – Program revitalisasi SDN 4 Saribakti, Kecamatan Pendeuy, Kabupaten Garut, mulai memasuki tahap pekerjaan fisik. Sejumlah material bangunan telah berada di lingkungan sekolah dan proses pembongkaran gedung lama mulai dilakukan.

Namun, di balik dimulainya pekerjaan tersebut, sejumlah persoalan di lapangan memunculkan tanda tanya. Mulai dari belum terlihatnya papan informasi proyek hingga penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi pekerja.

Idwan HUTRI

Kondisi itu menjadi sorotan karena proyek revitalisasi satuan pendidikan yang menggunakan anggaran negara semestinya dilaksanakan secara transparan, akuntabel dan mengutamakan keselamatan.

PEKERJA TERLIHAT TANPA APD

Berdasarkan pantauan Jabarbicara.com, sejumlah pekerja terlihat melakukan pembongkaran bagian atap dan memindahkan material sisa bangunan.

Namun, dalam aktivitas tersebut, sejumlah pekerja tampak tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap.

Padahal, pekerjaan pembongkaran bangunan memiliki sejumlah risiko, terutama ketika pekerja beraktivitas di bagian atap atau berada di sekitar material yang sedang dibongkar.

Penerapan K3 semestinya tidak dipandang sebagai formalitas. Keselamatan pekerja merupakan bagian penting yang harus diperhatikan sejak pekerjaan dimulai.

Baca Juga:  Drama Pilkades Mekarmukti: Wartawan Sakit Didatangi, Diminta Hubungi Redaksi untuk Hapus Berita

Pertanyaannya, siapa yang memastikan standar keselamatan benar-benar diterapkan di lokasi revitalisasi tersebut?

IBU-IBU IKUT MENGANGKUT MATERIAL

Sorotan lainnya muncul ketika sejumlah ibu-ibu terlihat ikut membantu mengangkut material sisa pembongkaran secara manual di lingkungan sekolah.

Belum diperoleh informasi resmi mengenai status mereka, apakah merupakan tenaga kerja proyek, warga yang membantu secara sukarela, atau bagian dari kegiatan lain.

Jika memang dilibatkan dalam aktivitas pekerjaan, tentu perlu dipastikan bahwa keselamatan mereka juga menjadi perhatian.

Pihak pelaksana perlu memberikan penjelasan agar publik mengetahui mekanisme penggunaan tenaga kerja dalam proyek tersebut.

PAPAN INFORMASI PROYEK BELUM TERPASANG

Persoalan transparansi menjadi sorotan utama.

Hingga pekerjaan fisik berlangsung, papan informasi proyek belum terlihat terpasang di lokasi.

Padahal, masyarakat memiliki kepentingan untuk mengetahui informasi dasar mengenai proyek yang berlangsung di lingkungan sekolah, antara lain sumber pendanaan, nilai anggaran, pelaksana pekerjaan, waktu pelaksanaan dan pihak yang bertanggung jawab.

Tanpa informasi tersebut, ruang publik untuk melakukan pengawasan menjadi terbatas.

Proyeknya sudah berjalan, tetapi informasi mengenai proyek justru belum terlihat.

Baca Juga:  Bupati Garut meninjau langsung lokasi banjir di Cisurupan-Cikajang

Kondisi inilah yang perlu dijelaskan oleh pihak terkait agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

KEJELASAN PENGELOLAAN PROYEK JUGA DIPERTANYAKAN

Selain persoalan papan informasi dan K3, Jabarbicara.com juga memperoleh informasi mengenai status kepala SDN 4 Saribakti yang disebut telah memasuki masa purna bakti.

Informasi tersebut masih memerlukan konfirmasi resmi.

Jika benar demikian, publik membutuhkan kejelasan mengenai siapa pihak yang memiliki kewenangan administratif dan bertanggung jawab dalam koordinasi kegiatan revitalisasi di sekolah tersebut.

Sejumlah guru yang dikonfirmasi juga mengaku tidak mengetahui adanya penunjukan panitia pelaksana dari pihak sekolah.

“Kami tidak ditunjuk dan tidak tahu siapa panitianya,” ungkap salah seorang guru yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Pernyataan tersebut tentu perlu diklarifikasi oleh pihak yang berwenang agar seluruh proses revitalisasi memiliki mekanisme koordinasi dan pertanggungjawaban yang jelas.

DISDIK GARUT DIMINTA TERBUKA

Revitalisasi satuan pendidikan merupakan program strategis untuk memperbaiki sarana dan prasarana sekolah.

Namun, keberhasilan program tidak semata-mata dilihat dari berdirinya bangunan baru. Proses pelaksanaannya juga harus memenuhi prinsip transparansi, akuntabilitas dan keselamatan kerja.

Baca Juga:  32 PUTRA-PUTRI TERPILIH SIAP BAWA PANJI GARUT! Kwarcab Genjot Pembekalan Menuju Jambore Nasional XII 2026

Dinas Pendidikan Kabupaten Garut dan pihak pelaksana proyek diharapkan dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai revitalisasi SDN 4 Saribakti, termasuk sumber dan nilai anggaran, pelaksana pekerjaan, mekanisme pengawasan serta penerapan K3.

Keterbukaan tersebut penting untuk memastikan masyarakat tidak hanya melihat hasil pembangunan, tetapi juga mengetahui bahwa setiap rupiah anggaran publik dikelola secara bertanggung jawab.

JANGAN SAMPAI PROYEK SELESAI, PERTANYAAN PUBLIK MASIH TERSISA

Revitalisasi sekolah seharusnya menjadi kabar baik bagi peserta didik, guru dan masyarakat.

Tetapi ketika pekerjaan telah berjalan sementara informasi dasar proyek belum terbuka dan aspek keselamatan pekerja menjadi sorotan, wajar apabila publik mempertanyakan pengawasannya.

Jangan sampai bangunan selesai, tetapi pertanyaan publik justru tidak pernah selesai.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak SDN 4 Saribakti maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Garut belum memberikan keterangan resmi terkait sejumlah persoalan tersebut.

Jabarbicara.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi seluas-luasnya kepada pihak sekolah, pelaksana proyek maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Garut.

Sebab, pembangunan sekolah bukan hanya tentang membangun fisik, tetapi juga tentang membangun kepercayaan publik melalui transparansi, akuntabilitas dan keselamatan.(JB/RF)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *