WANARAJA BERKAH! MUI SAMBANGI KORBAN KEBAKARAN DI WANAMEKAR, SANTUNAN JADI PELITA DI TENGAH DUKA

Garut, Pendidikan54 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM — Di tengah kepedihan akibat kehilangan tempat tinggal, kepedulian sesama menjadi penguat bagi keluarga yang sedang menghadapi musibah. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Wanaraja hadir menyambangi keluarga korban kebakaran di Kampung Bebedahan, Desa Wanamekar, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut.

Kunjungan tersebut berlangsung pada Rabu, 23 September 2026, melalui program “Wanaraja Bersedekah, Wanaraja Berkah Bersama MUI Kecamatan Wanaraja.”

Idwan HUTRI

Jajaran MUI Kecamatan Wanaraja mendatangi keluarga Bapak IA/IIS, warga Kampung Bebedahan, RW 10 RT 02, yang rumahnya beberapa waktu lalu ludes dilalap api.

Musibah tersebut tidak hanya menghanguskan tempat tinggal, tetapi juga membuat keluarga korban kehilangan berbagai harta benda yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan mereka.

Baca Juga:  SMAN 18 Garut Gelar Pelepasan Peserta Didik Tahun Ajaran 2024/2025

Dalam kunjungan tersebut, MUI Kecamatan Wanaraja menyerahkan santunan secara langsung kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap warga yang tengah menghadapi musibah.

Rombongan dipimpin langsung Ketua MUI Kecamatan Wanaraja, K.H. Momon, yang akrab disapa Ustadz Momon dan merupakan pengasuh Pesantren Tajur Sela.

K.H. Momon menyampaikan bahwa kehadiran MUI di tengah masyarakat yang tertimpa musibah merupakan wujud kepedulian sekaligus upaya untuk menguatkan semangat kebersamaan.

“Ini bukan soal besar kecilnya bantuan, tetapi soal kehadiran. Kami ingin warga yang tertimpa musibah tidak merasa sendirian. Wanaraja harus kuat karena warganya saling menguatkan. Inilah makna Wanaraja Berkah.”

Suasana haru mengiringi penyerahan santunan tersebut. Di tengah kehilangan yang masih membekas, keluarga korban mendapat penguatan bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi cobaan.

Program Wanaraja Bersedekah menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial MUI Kecamatan Wanaraja. Kepedulian terhadap umat tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga dengan hadir secara langsung ketika masyarakat mengalami musibah.

Santunan yang diberikan mungkin tidak dapat menggantikan seluruh harta benda yang telah hilang. Namun, kepedulian tersebut diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi keluarga korban untuk perlahan bangkit dan menata kembali kehidupan.

MUI Kecamatan Wanaraja juga mengajak masyarakat, para donatur, dan dermawan untuk turut memberikan dukungan kepada keluarga korban agar mereka dapat melewati masa sulit dan kembali memiliki tempat tinggal yang layak.

Rumah boleh hangus dilalap api, tetapi harapan tidak boleh ikut terbakar. Dari kepedulian, tumbuh kekuatan untuk bangkit dan memulai kembali kehidupan.

(JB/RF)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *