DISIPLIN, BERSIH, DAN TERTIB! PESAN TEGAS KADISDIK GARUT SAAT KUNJUNGI SMPN 1 LEUWIGOONG

Garut, Pendidikan248 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Asep Wawan Budiman, S.Pd., M.Si., melakukan kunjungan mendadak ke SMPN 1 Leuwigoong, Senin (12/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menekankan pentingnya kedisiplinan, kebersihan, ketertiban, serta penerapan Gerakan Indonesia ASRI sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang nyaman dan berkualitas.

Kunjungan tanpa pemberitahuan sebelumnya itu bertepatan dengan pelaksanaan upacara bendera. Asep Wawan Budiman turut menyaksikan kegiatan upacara bersama para siswa, guru, dan tenaga kependidikan, sekaligus melihat secara langsung aktivitas di lingkungan sekolah.

Idwan HUTRI

Kehadirannya menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh warga sekolah bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, tetapi juga oleh kedisiplinan, kepedulian terhadap lingkungan, serta budaya positif yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

GERAKAN INDONESIA ASRI, KOMITMEN BERSAMA MENJAGA LINGKUNGAN SEKOLAH

Dalam arahannya, Asep Wawan Budiman menekankan pentingnya mendukung Gerakan Indonesia ASRI, yaitu Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Gerakan ini menjadi salah satu upaya mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, tertata, sehat, serta mendukung kenyamanan aktivitas pendidikan.

Menurut penekanan yang disampaikan dalam kunjungan tersebut, kebersihan dan kerapian sekolah tidak boleh dipandang sebagai persoalan sepele. Lingkungan yang terawat merupakan bagian penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif sekaligus menanamkan nilai tanggung jawab kepada peserta didik.

Baca Juga:  Lima Kali Dibobol Maling, SDN 3 Wanaraja Tanpa Benteng dan CCTV, Pengamanan Aset Pendidikan Dipertanyakan

Menjaga kebersihan sekolah juga bukan semata-mata tugas petugas kebersihan. Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan siswa perlu mengambil bagian dalam membangun kebiasaan menjaga lingkungan secara konsisten.

Gerakan Indonesia ASRI diharapkan tidak berhenti sebagai slogan atau kegiatan seremonial, melainkan diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari menjaga kebersihan ruang kelas dan halaman hingga merawat fasilitas sekolah serta membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

DISIPLIN MASUK PUKUL 06.30 WIB JADI PENEKANAN

Selain menyoroti kebersihan lingkungan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut juga menekankan pentingnya kedisiplinan waktu masuk sekolah pada pukul 06.30 WIB.

Ketepatan waktu merupakan bagian dari pembentukan karakter dan tanggung jawab dalam dunia pendidikan. Karena itu, budaya disiplin perlu diterapkan secara konsisten oleh seluruh warga sekolah, disertai keteladanan dari para pendidik dan tenaga kependidikan.

Disiplin bukan sekadar hadir tepat waktu, tetapi juga menyangkut kesungguhan dalam menjalankan tugas, menaati ketentuan, serta menghargai waktu belajar peserta didik.

Pembiasaan tersebut diharapkan dapat membangun karakter siswa yang bertanggung jawab sekaligus memperkuat budaya kerja yang tertib di lingkungan sekolah.

Upaya meningkatkan kualitas pendidikan, dengan demikian, tidak cukup hanya berfokus pada capaian akademik. Kedisiplinan, kebersihan, dan ketertiban juga menjadi unsur penting dalam membentuk lingkungan belajar yang sehat dan produktif.

Baca Juga:  Dukung Paslon KH. Acep Adang-Hj.Gitalis Dwi Natarina, Relawan Garut Bersatu Giat Sosialisasikan, "Jabar Bahagia"

KADISDIK BERI ARAHAN LANGSUNG KEPADA KEPALA SEKOLAH DAN GURU

Usai kegiatan di lapangan, Asep Wawan Budiman memberikan arahan secara langsung di ruang guru kepada Kepala SMPN 1 Leuwigoong, Jabarudin, S.Pd., bersama para guru dan tenaga kependidikan.

Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan agar kondisi lingkungan sekolah senantiasa diperhatikan, baik dari aspek kebersihan, kerapian, ketertiban, keamanan, maupun kenyamanan.

Arahan itu menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh unsur sekolah dalam menjaga dan merawat lingkungan pendidikan. Upaya menciptakan sekolah yang nyaman tidak dapat dibebankan kepada satu pihak, tetapi membutuhkan kerja sama dan komitmen bersama.

Kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkuat perhatian terhadap berbagai aspek mendasar yang menunjang kelancaran proses belajar mengajar.

Lingkungan yang tertata, fasilitas yang terawat, serta kedisiplinan dalam menjalankan aktivitas sekolah diharapkan dapat mendukung terciptanya suasana pendidikan yang lebih baik bagi seluruh peserta didik.

SMPN 1 LEUWIGOONG SAMBUT ARAHAN DAN PERKUAT KOMITMEN

Kepala SMPN 1 Leuwigoong, Jabarudin, S.Pd., menyambut baik kunjungan dan arahan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut. Pihak sekolah menyatakan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan serta meningkatkan kepedulian warga sekolah terhadap kebersihan lingkungan dan kedisiplinan.

Komitmen tersebut diharapkan diwujudkan melalui langkah nyata dan berkelanjutan, mulai dari membiasakan perilaku hidup bersih, menjaga kerapian lingkungan, merawat fasilitas sekolah, hingga menerapkan kedisiplinan waktu dalam kegiatan sehari-hari.

Baca Juga:  GIPS Minta Evaluasi Korwil Pendidikan Tak Sekadar Soal Struktur, Tapi Juga Kompetensi Pejabat

Penerapan Gerakan Indonesia ASRI juga diharapkan menjadi bagian dari budaya sekolah yang tumbuh melalui kesadaran bersama, bukan sekadar dilaksanakan ketika ada kegiatan tertentu.

Dengan demikian, peserta didik tidak hanya mendapatkan pengetahuan akademik, tetapi juga memperoleh pembelajaran tentang tanggung jawab, kedisiplinan, kepedulian sosial, dan pentingnya menjaga lingkungan.

SEKOLAH BERKUALITAS DIMULAI DARI KEBIASAAN POSITIF

Kunjungan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut pada Senin (12/10/2026) menjadi momentum untuk memperkuat komitmen SMPN 1 Leuwigoong dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, sehat, bersih, tertib, dan nyaman.

Tantangan berikutnya adalah memastikan arahan tersebut diterapkan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari. Sebab, perubahan budaya sekolah tidak cukup hanya melalui instruksi, tetapi membutuhkan keteladanan, pengawasan, dan partisipasi aktif seluruh warga sekolah.

Disiplin harus menjadi budaya, kebersihan harus menjadi kebiasaan, dan ketertiban harus menjadi tanggung jawab bersama. Ketiganya merupakan fondasi penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung proses pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik.

Melalui penguatan Gerakan Indonesia ASRI, SMPN 1 Leuwigoong diharapkan terus berbenah dan mengembangkan budaya sekolah yang positif demi terwujudnya pendidikan yang nyaman dan berkualitas.

SMPN 1 LEUWIGOONG — AMAN, SEHAT, RESIK, DAN INDAH UNTUK PENDIDIKAN BERKUALITAS.(JB/RF)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *