GOTONG ROYONG BANGUN DESA! CV INSAN RAHAYU DAN DAPUR MBG NEGLASARI DORONG PERBAIKAN JALAN SEPANJANG 1,85 KM

Garut, Peristiwa93 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM — Kepedulian terhadap pembangunan desa tak cukup hanya dengan kata-kata. Di Desa Neglasari, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, semangat kebersamaan diwujudkan melalui kolaborasi antara CV Insan Rahayu, pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Neglasari, pemerintah desa, dan masyarakat untuk mendukung perbaikan akses jalan.

Kegiatan yang berlangsung Sabtu (17/10/2026) tersebut mencakup pemeliharaan dan pengerasan jalan menggunakan beton (rabat beton) di ruas Cidarangdan–Kampung Babakan Rahayu. Ruas jalan yang direncanakan ditangani memiliki panjang 1 kilometer 850 meter atau 1,85 kilometer, dengan pengerjaan yang direncanakan dilakukan secara bertahap.

Idwan HUTRI

Kolaborasi ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kebutuhan infrastruktur di lingkungan pedesaan. Jalan yang layak bukan sekadar hamparan beton, melainkan akses penting yang menunjang mobilitas warga, kegiatan ekonomi, pendidikan, dan hubungan sosial masyarakat.

Dr. Asep Dadang: Pembangunan Harus Berangkat dari Kebutuhan Rakyat

Pengelola SPPG/MBG Neglasari, Dr. Asep Dadang, S.IP., M.Si., yang juga akademisi, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari semangat membangun desa melalui kebersamaan.

Baca Juga:  Negara Absen di Garut Selatan: Jalan Rusak Bertahun-Tahun dan Mandat Konstitusi yang Terlupakan

Dalam video yang dikirimkan kepada redaksi pada Sabtu (17/10/2026), Asep menyampaikan, “Alhamdulillah, kerja bareng ini mewujudkan kebersamaan dalam rangka menyukseskan program pemerintah, yaitu pembangunan berbasis pedesaan.”

Menurut Asep, kebijakan efisiensi anggaran pemerintah dapat memengaruhi alokasi pembiayaan di sejumlah sektor, termasuk pembangunan desa dan infrastruktur. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut tumbuhnya kesadaran bersama untuk membantu menjawab kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, partisipasi masyarakat dan dukungan pihak swasta tidak boleh dimaknai sebagai pengalihan tanggung jawab pemerintah. Infrastruktur publik tetap membutuhkan perencanaan, dukungan anggaran, dan pengawasan yang memadai dari pihak berwenang.

Jalan 1,85 Kilometer Direncanakan Dikerjakan Bertahap

Dalam video lainnya, warga bernama Halim menjelaskan bahwa kegiatan pembangunan jalan tersebut tidak menggunakan dana APBD Kabupaten Garut, melainkan memperoleh dukungan dari CV Insan Rahayu dan MBG Neglasari melalui kolaborasi dengan pemerintah desa.

Halim menyebut panjang jalan yang direncanakan mencapai 1,85 kilometer. Pengerjaan akan dilakukan secara bertahap sesuai pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Adapun besaran dana yang dialokasikan, panjang pekerjaan yang telah selesai, spesifikasi teknis, serta target penyelesaian belum dijelaskan secara terperinci dalam keterangan yang tersedia. Informasi tersebut penting untuk memastikan masyarakat memperoleh gambaran utuh mengenai pelaksanaan pembangunan.

Baca Juga:  FPSG Desak Kejelasan Kasus Tragedi Pendopo Garut, DPRD Siap Fasilitasi Audiensi ke Polda Jabar

Transparansi bukan sekadar formalitas administrasi. Keterbukaan mengenai sumber dukungan, volume pekerjaan, mutu material, dan hasil pelaksanaan merupakan bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik.

Musdus dan Musrenbangdes Jadi Ruang Aspirasi Warga

Asep menilai pembangunan desa idealnya berangkat dari kebutuhan masyarakat. Karena itu, aspirasi warga perlu dihimpun melalui Musyawarah Dusun (Musdus), kemudian dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes).

Pendekatan tersebut diharapkan dapat memastikan pembangunan tidak hanya berjalan berdasarkan inisiatif pihak tertentu, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan warga secara luas.

Keterlibatan pelaku usaha, masyarakat, pemerhati pembangunan, dan unsur pendukung lainnya dapat memperkuat partisipasi. Namun, setiap program tetap perlu memiliki arah yang jelas, pelaksanaan yang terukur, serta manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

MBG Neglasari Rencanakan Program Sosial Lainnya

Selain mendukung kegiatan pembangunan jalan, Asep menyampaikan rencana sejumlah kegiatan sosial yang ingin dikembangkan MBG Neglasari, di antaranya khitanan massal, pengobatan gratis, serta bantuan bagi masyarakat kurang mampu dan anak yatim.

Baca Juga:  Bukan Sekadar Wacana! Sekjen PM GATRA Tegaskan Perjuangan CDOB Garut Utara Harus Dibuktikan dengan Kerja Nyata

Rencana tersebut menjadi bentuk keinginan untuk memperluas kepedulian kepada masyarakat. Pelaksanaannya tentu perlu dipersiapkan secara matang agar tepat sasaran dan tidak mengganggu tugas utama program MBG dalam mendukung pemenuhan gizi penerima manfaat.

Apresiasi Kolaborasi, Pengawasan Tetap Penting

Kegiatan di Desa Neglasari memperlihatkan bahwa pembangunan dapat diperkuat melalui kerja sama lintas unsur. Dukungan pihak swasta, pengelola MBG, pemerintah desa, dan masyarakat patut diapresiasi selama dilaksanakan secara terbuka, bertanggung jawab, serta sesuai ketentuan.

Di saat yang sama, pembangunan infrastruktur tidak cukup dinilai dari panjang jalan atau banyaknya material yang digunakan. Kualitas pekerjaan, ketahanan konstruksi, keselamatan, dan manfaat jangka panjang bagi warga harus menjadi ukuran utama.

Pemerintah pun tetap memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebutuhan infrastruktur publik mendapat perhatian melalui perencanaan dan penganggaran yang memadai.

Sebab, membangun desa bukan hanya tentang menyelesaikan pekerjaan fisik, melainkan memastikan setiap upaya benar-benar membawa manfaat bagi rakyat. Jalan yang menghubungkan kampung semestinya sekaligus membuka jalan menuju kesejahteraan.

(JB/RF)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *