“LEMBUR DIATUR, DESA DIKELOLA, NGAHIJI JAGA DARMA” JADI INSPIRASI! UN UN SUJANI NOMOR 4 BAWA HARAPAN BARU UNTUK KERTAJADI

Cianjur, Jabar, Politik98 Dilihat

CIANJUR, JABARBICARA.COM – “Lembur Diatur, Desa Dikelola, Ngahiji Jaga Darma.” Kalimat bernuansa Sunda ini menjadi inspirasi dan semangat yang diusung Un Un Sujani, calon Kepala Desa (Kades) Kertajadi nomor urut 4, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 8 November 2026.

Di kawasan pesisir Cianjur Selatan, kontestasi demokrasi tingkat desa tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk menentukan arah pembangunan dan masa depan desa. Di tengah harapan akan perubahan, peningkatan kesejahteraan, serta pelayanan publik yang semakin baik, Un Un Sujani membawa gagasan yang berangkat dari kebutuhan mendasar masyarakat.

Idwan
Dede k

Pria kelahiran Cianjur, 16 Agustus 1974, ini mengusung semangat membangun desa melalui tata kelola pemerintahan yang baik, pelayanan yang mudah dijangkau, pembangunan yang merata, serta kebersamaan masyarakat dalam menjaga kerukunan.

Bagi Un Un Sujani, menjadi kepala desa bukan sekadar mengejar jabatan, melainkan mengemban amanah untuk mendengar aspirasi, memahami persoalan, dan memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui kerja nyata.

“Lembur Diatur, Desa Dikelola, Ngahiji Jaga Darma” Jadi Inspirasi

Tagline yang diusung Un Un Sujani bukan sekadar rangkaian kata, tetapi mengandung pesan tentang pentingnya menata kehidupan desa, mengelola pemerintahan secara bertanggung jawab, serta menyatukan masyarakat dalam semangat kebersamaan.

“Lembur Diatur” mencerminkan harapan terhadap kehidupan desa yang tertata, aman, dan memiliki arah pembangunan yang jelas.

“Desa Dikelola” mengandung pesan bahwa pemerintahan desa harus dijalankan secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta mengelola potensi dan anggaran desa sesuai ketentuan.

Baca Juga:  DUKUNG AKSI KEMANUSIAAN, AI SADIDAH TURUT SEBARLUASKAN INFORMASI DONOR DARAH BULAN BUNG KARNO

Sementara “Ngahiji Jaga Darma” menjadi ajakan untuk bersatu, menjaga amanah, memelihara nilai-nilai kebaikan, serta merawat persaudaraan di tengah perbedaan pandangan dan pilihan politik.

Semangat ngahiji atau bersatu menjadi sangat penting dalam menghadapi Pilkades. Perbedaan pilihan seharusnya tidak memutus tali silaturahmi, apalagi memecah belah masyarakat yang setiap hari hidup berdampingan.

Sebab, pembangunan desa membutuhkan kebersamaan. Pemerintah desa tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, sementara partisipasi warga akan lebih bermakna apabila didukung kepemimpinan yang terbuka dan bertanggung jawab.

Pelayanan Mudah, Harapan yang Menyentuh Kebutuhan Warga

Salah satu cita-cita yang dibawa Un Un Sujani adalah menghadirkan akses pelayanan publik yang mudah dan terjangkau oleh masyarakat.

Bagi warga desa, pelayanan administrasi bukan perkara sepele. Pengurusan dokumen, surat keterangan, serta berbagai kebutuhan administrasi lainnya harus dapat dilakukan melalui prosedur yang jelas, waktu pelayanan yang wajar, dan informasi yang mudah dipahami.

Pelayanan yang berbelit-belit dapat menguras waktu, tenaga, bahkan biaya masyarakat. Karena itu, pemerintahan desa diharapkan mampu menghadirkan sistem pelayanan yang responsif, transparan, dan tidak diskriminatif.

Kantor desa semestinya menjadi tempat masyarakat memperoleh kemudahan dan kepastian, bukan justru menambah beban ketika warga membutuhkan bantuan administrasi.

Harapan inilah yang menjadi bagian penting dari gagasan Un Un Sujani: membangun pemerintahan desa yang lebih dekat dengan masyarakat dan menjadikan kebutuhan warga sebagai salah satu pertimbangan utama dalam pengambilan kebijakan.

Empat Program Prioritas Menuju Kertajadi Lebih Maju

Dengan semangat mewujudkan desa yang maju, sejahtera, dan berdaya saing, Un Un Sujani membawa empat program prioritas yang menyasar berbagai kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:  Penyesuaian Bantuan Parpol sebagai Instrumen Penguatan Pendidikan Politik

Pertama, pemerataan pembangunan desa.

Pembangunan infrastruktur diharapkan menjangkau wilayah yang membutuhkan, bukan hanya terpusat pada kawasan tertentu. Penetapan prioritas harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, manfaat pembangunan, dan kemampuan anggaran desa.

Kedua, peningkatan pelayanan masyarakat.

Pelayanan desa perlu mengedepankan kemudahan, kecepatan, transparansi, serta keadilan. Masyarakat harus mendapatkan informasi yang jelas dan kesempatan yang sama dalam mengakses pelayanan.

Ketiga, pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Potensi pertanian, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kreativitas generasi muda perlu didorong agar mampu menciptakan peluang ekonomi. Pemberdayaan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemandirian masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Keempat, menjaga kerukunan dan ketertiban.

Kemajuan desa bukan hanya tentang bangunan dan infrastruktur, melainkan juga kehidupan sosial yang aman, harmonis, dan penuh semangat gotong royong. Persatuan masyarakat harus tetap dijaga, baik selama Pilkades maupun setelah proses demokrasi selesai.

Keempat program tersebut membutuhkan perencanaan yang terukur, pelaksanaan sesuai aturan, serta pengawasan dan partisipasi masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata.

Kepemimpinan Harus Dibuktikan dengan Kerja Nyata

Dalam kontestasi Pilkades, setiap calon memiliki kesempatan untuk menyampaikan visi, misi, dan program. Namun, masyarakat tentu membutuhkan lebih dari sekadar slogan yang menarik.

Kepercayaan publik harus dibangun melalui integritas, keterbukaan, kemampuan menyelesaikan persoalan, serta kesediaan mempertanggungjawabkan setiap kebijakan.

Kepala desa juga dituntut mampu mengelola anggaran secara akuntabel, menentukan prioritas pembangunan berdasarkan kebutuhan, dan membuka ruang dialog dengan masyarakat.

Bagi Un Un Sujani, semangat “Lembur Diatur, Desa Dikelola, Ngahiji Jaga Darma” menjadi inspirasi untuk mendorong tata kelola desa yang lebih baik sekaligus menjaga kebersamaan warga.

Baca Juga:  BRI Finance Optimalkan Captive Market di Tengah Gejolak Pasar Global

Sebab, desa yang maju membutuhkan perencanaan yang matang. Desa yang sejahtera membutuhkan penguatan ekonomi masyarakat. Sementara desa yang berdaya saing memerlukan pelayanan publik berkualitas, sumber daya manusia yang berkembang, serta pengelolaan potensi lokal secara optimal.

Semua itu pada akhirnya harus bermuara pada satu tujuan utama: meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Pilkades 8 November 2026, Momentum Menentukan Masa Depan Desa

Pilkades Kertajadi 2026 diikuti lima kandidat, yakni Windi Andiansyah, S.IP., Yudi Erisyanto, Gentar Hadianto, Un Un Sujani, dan Ujang Rahmat Slamet.

Masyarakat memiliki hak untuk menilai setiap calon berdasarkan visi, program, integritas, rekam jejak, serta kemampuannya memahami kebutuhan warga.

Un Un Sujani hadir dengan nomor urut 4 dan semangat “Lembur Diatur, Desa Dikelola, Ngahiji Jaga Darma” sebagai inspirasi dalam membangun desa yang lebih tertata, memperkuat pelayanan publik, serta merawat persatuan masyarakat.

Pada akhirnya, siapa pun yang mendapatkan amanah harus mampu menjawab harapan warga melalui kebijakan yang berpihak pada kepentingan bersama.

Sebab, ukuran keberhasilan seorang pemimpin bukan hanya seberapa lantang ia menyampaikan janji, melainkan seberapa besar manfaat kepemimpinannya dapat dirasakan masyarakat.

Minggu, 8 November 2026, menjadi momentum bagi masyarakat Desa Kertajadi untuk menentukan pilihan sekaligus masa depan desa yang dicintai bersama.

Harapannya, pesta demokrasi ini berlangsung aman, tertib, dan damai, tanpa mengorbankan persaudaraan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat.

UN UN SUJANI – CALON KEPALA DESA KERTAJADI NOMOR URUT 4

“Lembur Diatur, Desa Dikelola, Ngahiji Jaga Darma.”

Desa maju, masyarakat sejahtera, persatuan tetap terjaga.

(JB/RF)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *