​Tingkatkan Pelayanan Publik, Komisi IV DPRD Garut Sambangi Magelang: Sinergi RS Medina dan Tokoh Masyarakat dalam Akses Kesehatan

Kesehatan244 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM – Dalam upaya mengoptimalkan pelayanan di sektor pendidikan, sosial, dan kesehatan, Komisi IV DPRD Kabupaten Garut melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Selasa (10/2/2026). Kunjungan ini difokuskan sebagai agenda studi tiru guna mengadopsi keberhasilan program daerah yang dapat diimplementasikan di Kabupaten Garut.

​Dalam rangkaian kunker tersebut, Anggota DPRD Garut, Hj. Diah Kurniasari, berkesempatan melakukan pertemuan khusus dengan tokoh perempuan Magelang, Tanti Zaenal Arifin. Sebagaimana diketahui, Tanti merupakan istri Bupati Magelang dua periode (2014-2024) yang kini tetap aktif dalam kerja-kerja kemanusiaan.

​Komitmen Pelayanan Kesehatan Tanpa Sekat

​Pertemuan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman (sharing session) mengenai pengabdian kepada masyarakat pasca-tugas sebagai Ketua Tim Penggerak PKK. Hj. Diah Kurniasari menekankan bahwa komitmen membantu masyarakat harus terus berjalan, salah satunya melalui peran sektor swasta dalam kesehatan.

​Hj. Diah menyampaikan bahwa RS Medina yang berlokasi di Jl. Raya Wanaraja No.500, Cinunuk, Kabupaten Garut, terus konsisten memberikan pelayanan prima bagi pasien kurang mampu.

​”Kami memastikan pasien miskin, baik peserta BPJS maupun yang tidak memiliki BPJS, tetap mendapatkan hak kesehatannya. Untuk pasien non-BPJS, pembiayaan dikerjasamakan dengan Pemerintah Daerah Garut melalui program Lapad Ruhama,” ujar Hj. Diah.

​Lebih lanjut, RS Medina juga memberikan perhatian khusus bagi masyarakat yang masuk dalam kategori Desil 1 hingga 5. Sedangkan bagi pasien kurang mampu yang berada di luar kategori Desil 5, pihak rumah sakit memberikan kebijakan berupa diskon besar guna meringankan beban biaya pengobatan.

​Kolaborasi Pendidikan dan Sosial

​Di sisi lain, Tanti Zaenal Arifin berbagi pengalamannya dalam mengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Meski sudah tidak menjabat secara struktural di pemerintahan, ia tetap berfokus membantu akses pendidikan melalui program Paket A, B, dan C yang berkualitas bagi warga Magelang yang putus sekolah.

​”Studi tiru ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda formalitas, tetapi mampu membawa terobosan nyata. Sinergi antara komitmen individu seperti yang ditunjukkan Ibu Tanti di bidang pendidikan dan langkah konkret RS Medina di bidang kesehatan adalah model yang ideal untuk pembangunan sosial di Garut,” pungkas Hj. Diah.

​Kunjungan kerja ini diharapkan mampu memperkuat regulasi dan koordinasi antara DPRD, Pemerintah Daerah, dan instansi kesehatan di Garut demi tercapainya kesejahteraan masyarakat yang merata. [JB/YR]

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *