Hardiknas 2026, Dede Kusdinar: Menjawab Tantangan Ribuan Anak Putus Sekolah di Garut dengan Visi Kerakyatan Presiden Prabowo

Bandung252 Dilihat

BANDUNG, JABARBICARA.COM – Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, H. Dede Kusdinar, S.E., menyampaikan refleksi kritis mengenai kondisi pendidikan di Kabupaten Garut. Di balik tema nasional “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, Dede menyoroti realitas pahit mengenai angka anak tidak sekolah (ATS) yang masih menjadi tantangan besar di tanah kelahirannya.

Merujuk pada data profil pendidikan dan proyeksi dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta data daerah, Kabupaten Garut masih menghadapi angka anak putus sekolah dan lulus tidak melanjutkan yang menyentuh angka puluhan ribu. Hal ini, menurut Dede, merupakan “pekerjaan rumah” besar yang selaras dengan misi pengentasan kemiskinan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto.

“Kita tidak boleh menutup mata. Data BPS menunjukkan tantangan rata-rata lama sekolah di Garut yang masih perlu kita genjot. Angka sekitar 25.000 anak yang tidak mengenyam pendidikan formal secara tuntas bukan sekadar statistik, mereka adalah masa depan Garut yang sedang terancam. Ini adalah persoalan kemanusiaan yang harus kita selesaikan dengan tindakan nyata,” tegas Dede Kusdinar saat memberikan keterangan di Bandung.

Dede menjelaskan bahwa visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul melalui program-program strategis adalah jawaban paling relevan bagi kondisi Garut saat ini.

“Bapak Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen yang sangat teguh: tidak boleh ada anak rakyat yang lapar dan tidak boleh ada anak rakyat yang tidak sekolah. Program Makan Bergizi Gratis dan peningkatan kualitas hidup petani adalah upaya fundamental agar keluarga-keluarga di Garut memiliki kemampuan ekonomi untuk menyekolahkan anak-anaknya hingga tuntas. Pendidikan bermutu adalah hak setiap anak petani dan buruh di Garut,” ungkap Dede dengan nada menyentuh.

Lebih lanjut, Dede menekankan bahwa Fraksi Gerindra di DPRD Jawa Barat terus berupaya mengintegrasikan kebijakan pusat dengan program provinsi untuk menekan angka putus sekolah. Ia mendorong partisipasi semesta—mulai dari tokoh masyarakat, pengusaha, hingga pemerintah desa—untuk melakukan penyisiran data secara akurat.

“Visi Bapak Prabowo adalah persatuan dan keadilan sosial. Keadilan berarti akses pendidikan yang setara antara warga di pusat kota Garut dengan warga di Garut Selatan. Kami di parlemen akan terus mengawal agar alokasi anggaran pendidikan tepat sasaran bagi mereka yang nyaris putus sekolah karena faktor ekonomi,” tambahnya.

Menutup rilisnya, Dede Kusdinar memberikan pesan penyemangat bagi para pelajar dan tenaga pendidik di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Garut.

“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari kita gotong royong mendukung transformasi pendidikan yang diusung pemerintah. Bersama Bapak Prabowo Subianto, kita selamatkan masa depan anak-anak kita, kita hapus air mata orang tua yang kesulitan menyekolahkan anaknya, dan kita jemput kejayaan Indonesia Emas,” pungkasnya.

“Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.” [DN/JB]

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *