Gerakan Filantropi Warga Kota Pelabuhan: Donor Darah Jakarta Utara Mengalirkan Harapan Kemanusiaan

Nasional, Peristiwa, Tokoh215 Dilihat

JAKARTA UTARA,JABARBICARA.COM — Di tengah hiruk-pikuk aktivitas kawasan pelabuhan yang identik dengan denyut ekonomi dan mobilitas tinggi, semangat kemanusiaan justru mengalir deras di wilayah pesisir ibu kota. Ratusan warga memadati Rumah Aspirasi Sabri Saiman, kawasan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Sabtu (23/5/2026), dalam kegiatan Donor Darah Sukarela Masyarakat Jakarta Utara, sebuah gerakan sosial yang menjadi simbol kuat bangkitnya filantropi rakyat.

Kegiatan yang diinisiasi JAKARTA UTARA RUMAH KITA (JURK) bersama PDDI Cabang Jakarta Utara serta sejumlah kolaborator lintas komunitas itu menargetkan sebanyak 300 pendonor darah. Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi hari, saat peserta dari berbagai unsur mulai berdatangan, mulai dari tokoh masyarakat, relawan sosial, organisasi kemasyarakatan, komunitas sepeda lansia, hingga warga sekitar yang terpanggil untuk berbagi harapan melalui setetes darah.

Idwan fitri
Dede fitri

Suasana kebersamaan tampak begitu terasa sejak pukul 08.00 WIB. Kehadiran berbagai elemen masyarakat menunjukkan bahwa nilai gotong royong dan solidaritas sosial masih menjadi denyut kuat kehidupan warga Jakarta Utara, wilayah yang selama ini lebih dikenal sebagai kawasan industri dan maritim.
Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Sabri Saiman, tokoh masyarakat sekaligus Founder JURK, Fredy Setiawan, Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Saeful Abu Gozala, Ketua Dewan Kota, Irjen Pol. (P) Drs. Pudji Hartanto Iskandar, M.M, Endang K.S, Sekretaris PDDI DKI Jakarta, Edieyanto, Ketua PDDI Cabang Jakarta Utara, serta unsur pemerintah daerah dan berbagai komunitas pendukung aksi kemanusiaan.

Baca Juga:  Rayakan Milad ke-9, FPP UNP Usung Tema “Celebrating The Success, Marching Forward for A Brighter Future”

Dalam sambutannya, Ketua PDDI DKI Jakarta, Irjen Pol. (P) Drs. Pudji Hartanto Iskandar, M.M, menegaskan bahwa donor darah bukan sekadar aktivitas kesehatan, tetapi sebuah gerakan kemanusiaan yang memiliki dampak sosial besar bagi kehidupan masyarakat.
“Donor darah bukan hanya tentang kesehatan, tetapi tentang kepedulian dan keberanian membantu sesama. Setetes darah yang disumbangkan hari ini bisa menjadi harapan hidup bagi banyak orang,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).

Pudji juga mengajak masyarakat menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup positif. Menurutnya, aksi donor darah merupakan bentuk amal kemanusiaan yang bernilai mulia sekaligus menjadi “tabungan pahala” bagi kehidupan akhirat.
Ia pun mengajak seluruh komunitas, tidak terbatas pada komunitas sepeda atau goweser, untuk ikut berkolaborasi menjadi bagian dari gerakan donor darah sukarela. Dengan gaya khas yang hangat dan membumi, Pudji turut mencairkan suasana melalui pantun Betawi yang mengundang tepuk tangan peserta.
Jalan-jalan ke Kebon Bawang,
Jangan lupa beli ketupat.
Datang ke sini hati senang,
Karena donor darah manfaatnya hebat.

Sementara itu, Founder JURK, Sabri Saiman, menegaskan bahwa lahirnya Jakarta Utara Rumah Kita merupakan bentuk komitmen bersama berbagai elemen masyarakat dalam menjaga keamanan, persatuan, serta memperkuat solidaritas sosial di Jakarta Utara.

Baca Juga:  APJI Tegaskan Peran Strategis Jasa Boga dalam Ketahanan Pangan Nasional

Menurutnya, kegiatan donor darah tersebut menjadi bukti nyata bahwa masyarakat kota pelabuhan memiliki kepedulian sosial yang tinggi dan siap bergerak bersama dalam kegiatan kemanusiaan.
“Jakarta Utara bukan hanya bicara pelabuhan dan perdagangan. Di sini juga tumbuh rasa persaudaraan dan kepedulian yang kuat. Hari ini kita buktikan bersama,” ujar Sabri penuh semangat.

Apresiasi juga datang dari Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Utara, Fredy Setiawan, yang menilai kegiatan tersebut sebagai energi positif bagi masyarakat. Ia memuji semangat gotong royong yang dibangun melalui kolaborasi lintas elemen dalam menggerakkan aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan kemanusiaan.
Lebih dari sekadar kegiatan sosial, aksi donor darah ini menjadi gambaran bahwa filantropi rakyat tidak selalu diwujudkan dalam bentuk materi. Kepedulian dapat hadir melalui waktu, tenaga, bahkan setetes darah yang mampu menjadi penyambung hidup bagi sesama.
Di tengah dinamika kota metropolitan yang serba cepat, masyarakat Jakarta Utara kembali menunjukkan bahwa nilai kemanusiaan tetap menjadi fondasi penting kehidupan sosial warga pesisir ibu kota.
“Dari Kota Pelabuhan untuk Kemanusiaan”, gerakan donor darah ini menjadi simbol bahwa solidaritas rakyat masih hidup, tumbuh, dan terus mengalir di jantung Jakarta Utara.
(JB/Kartadirja)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *