GARUT, JABARBICARA.COM – Pelaksanaan Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAT) Tahun 2026 di lingkungan pendidikan Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, menjadi momentum bagi para Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) untuk memperkuat pengawasan dan komitmen pendidikan bagi keluarga penerima manfaat (KPM).
Secara serentak, para pendamping PKH turun langsung ke sejumlah sekolah guna memastikan peserta didik dari keluarga penerima manfaat hadir dan mengikuti PSAT. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari verifikasi komitmen pendidikan yang rutin dilaksanakan sebagai bentuk pengawasan terhadap kewajiban pendidikan anak-anak KPM penerima bantuan sosial dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Ketua Tim PKH Kecamatan Sucinaraja, M. Rahmat, S.Pd.I., M.Si., mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (09/06/2026) itu bertujuan memastikan tingkat kehadiran anak-anak KPM di sekolah memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Hari ini kami melaksanakan kegiatan verifikasi komitmen pendidikan keluarga penerima manfaat PKH. Kegiatan ini merupakan rutinitas pendamping untuk melakukan pengecekan kehadiran anak-anak KPM di sekolah dan memastikan tingkat kehadiran mereka mencapai minimal 85 persen,” ujar Rahmat saat dikonfirmasi media.
Beberapa sekolah yang menjadi sasaran monitoring di antaranya SDN 1 Linggamukti, SDN 3 Linggamukti, dan SDN 4 Linggamukti di Desa Linggamukti, Kecamatan Sucinaraja. Dalam kegiatan tersebut, para pendamping melakukan pengecekan langsung ke ruang kelas untuk memastikan siswa-siswi dari keluarga KPM hadir dan mengikuti rangkaian PSAT.
Rahmat menjelaskan, sebelum melakukan pengecekan ke dalam kelas, pihaknya terlebih dahulu berkoordinasi dan meminta izin kepada pihak sekolah serta wali kelas sebagai bentuk penghormatan terhadap tata kelola pendidikan di masing-masing satuan pendidikan.
“Di SDN 4 Linggamukti kami terlebih dahulu meminta izin kepada wali kelas, Ibu Anita. Karena bertepatan dengan pelaksanaan PSAT, kami sekaligus memastikan anak-anak penerima manfaat PKH mengikuti ujian dengan baik,” jelasnya.
Setelah menyelesaikan monitoring di SDN 4 Linggamukti, tim melanjutkan kegiatan ke SDN 1 dan SDN 3 Linggamukti. Sebelum melakukan pengecekan kehadiran siswa, tim kembali melakukan koordinasi dengan pihak sekolah, termasuk dengan Wali Kelas V, Rina Pebriyanti, serta Kepala Sekolah Lilis Sri Mulyati, S.Ag.
Menurut Rahmat, seluruh pihak sekolah memberikan sambutan yang baik dan menunjukkan keterbukaan terhadap kegiatan verifikasi komitmen pendidikan yang dilakukan oleh para pendamping PKH.
“Kami bersyukur karena pihak sekolah menerima kegiatan ini dengan sangat baik. Ini menunjukkan adanya kesamaan komitmen antara sekolah dan pendamping PKH dalam memastikan anak-anak penerima manfaat memperoleh hak pendidikan secara optimal,” katanya.
Ia menambahkan, sinergitas yang terjalin antara sekolah, keluarga, dan pendamping sosial menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak-anak dari keluarga penerima manfaat.
Kegiatan verifikasi komitmen pendidikan tersebut menjadi bukti nyata bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dibebankan kepada sekolah semata, melainkan memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Melalui kerja keras, pengawasan yang berkelanjutan, serta sinergitas yang kuat, diharapkan tidak ada anak dari keluarga kurang mampu yang tertinggal dalam memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkualitas.
Selain memastikan kepatuhan terhadap komitmen pendidikan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga keberlangsungan pendidikan anak-anak penerima manfaat PKH, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang disiplin, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(JB/RF)









