Pawai Obor Santri Darunnajah Semarakkan 1 Muharram 1448 H, Menyalakan Harapan Lahirnya Generasi Qurani

Garut, Keagamaan127 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM – Cahaya puluhan obor membelah gelap malam di Kampung Tabrik, Desa Linggamukti, Senin (15/6/2026). Dengan lantunan shalawat dan takbir yang menggema, para santri Madrasah Darunnajah Sayyidina Ustman Bin Affan bersama warga setempat menggelar Pawai Obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

Kegiatan yang berlangsung khidmat namun penuh kegembiraan itu menjadi bukti bahwa semangat syiar Islam tetap hidup di tengah masyarakat pedesaan. Santri-santri cilik, remaja, hingga para orang tua berjalan beriringan menyusuri jalan kampung sembari membawa obor yang menyala terang sebagai simbol cahaya iman dan semangat hijrah.

Pimpinan Madrasah Darunnajah Sayyidina Ustman Bin Affan, Ustadz Jajang Saripudin, mengatakan bahwa pawai obor bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan, melainkan sarana pendidikan yang sarat makna untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda.

> “Tahun Baru Islam harus menjadi momentum muhasabah dan hijrah menuju pribadi yang lebih baik. Kami ingin anak-anak mencintai Al-Qur’an, menghormati orang tua, berakhlak mulia, serta tumbuh menjadi generasi yang membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, nyala obor yang dibawa para santri memiliki filosofi mendalam. Obor merupakan lambang ilmu dan iman yang harus terus dijaga agar tidak padam diterpa perkembangan zaman.

> “Menyala obor santri, menerangi jiwa, membangun negeri. Itulah pesan yang ingin kami tanamkan. Santri bukan hanya belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga dipersiapkan menjadi penerus bangsa yang berintegritas, berilmu, dan memiliki kepedulian sosial,” kata Ustadz Jajang.

Antusiasme warga Kampung Tabrik terlihat begitu tinggi. Mereka mendampingi putra-putrinya mengikuti pawai dengan penuh kebanggaan. Kebersamaan antara santri, guru, dan masyarakat menciptakan suasana hangat yang mempererat ukhuwah Islamiyah.

Baca Juga:  Ngaji Bareng Gus Nadirsyah Hosen di Masjid Agung Garut dihadiri Ribuan Peserta

Di tengah derasnya pengaruh budaya digital yang kerap menjauhkan anak-anak dari lingkungan sosial dan nilai-nilai spiritual, tradisi pawai obor menjadi ruang edukasi yang sederhana namun efektif. Anak-anak diajak memahami makna Tahun Baru Islam bukan sebatas pergantian kalender, melainkan ajakan untuk berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik.

Mengusung semangat “Iman, Ilmu, Amal”, Madrasah Darunnajah berharap kegiatan tersebut mampu membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan agama sebagai pondasi membangun peradaban.

Tahun Baru Islam 1448 Hijriah pun menjadi pengingat bahwa perubahan besar selalu diawali dari langkah-langkah kecil. Dari jalan-jalan sederhana di Kampung Tabrik, nyala obor para santri sesungguhnya tengah menyalakan harapan besar: lahirnya generasi Qurani yang mampu menerangi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama.

Baca Juga:  Menengok Prestasi Queenku Bening, Siswa Baru SMA yang Raih Juara II Lomba Menyanyi di Garut

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

> “Khairukum man ta’allamal Qur’ana wa ‘allamahu.”

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.”

Dari Kampung Tabrik, Desa Linggamukti, pesan itu kembali ditegaskan. Bahwa obor boleh padam ketika malam berakhir, tetapi semangat hijrah, cinta Al-Qur’an, dan tekad melahirkan generasi Qurani harus tetap menyala sepanjang zaman. (JB/RF)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *