GARUT,JABARBICARA.COM – Komunitas Jati Sunda kembali menegaskan komitmennya sebagai organisasi yang tidak hanya bergerak dalam pelestarian seni dan budaya Sunda, tetapi juga konsisten menjalankan syiar Islam serta aksi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat. Semangat tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Tabligh dan Sholawat Akbar dalam rangka memperingati 1 Muharram 1448 Hijriah, yang dirangkaikan dengan santunan bagi anak yatim.
Kegiatan yang mengusung tema “Meraih Keberkahan di Tahun Baru Hijriah” itu akan dilaksanakan pada Sabtu, 4 Juli 2026, mulai pukul 19.30 WIB atau ba’da Isya hingga selesai, bertempat di Perum Wanamekar Regency RT 03/RW 08, Desa Wanamekar, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut.
Acara akan menghadirkan Qori Ceng Mimar, tausiyah dari KH. Akhuunaa Ali selaku Pimpinan Majelis Manba’ul Ulum, serta dimeriahkan penampilan Hadroh Terbang Khairul Anam di bawah pimpinan Ustaz Tantan Mubarok.
Pengurus Jati Sunda, Yudi Kusnadi, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Desa Wanamekar, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda rutin sebagai bentuk pengabdian organisasi kepada masyarakat.
Saat dikonfirmasi media pada Kamis, 2 Juli 2026, Yudi menjelaskan bahwa Jati Sunda sejak awal dibangun dengan semangat menjaga keseimbangan antara nilai-nilai religius, kepedulian sosial, serta pelestarian budaya Sunda sebagai identitas bangsa.
“Jati Sunda tidak hanya hadir sebagai komunitas budaya. Kami ingin menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat melalui kegiatan keagamaan, bakti sosial, dan pelestarian seni budaya Sunda. Ketiganya harus berjalan beriringan karena budaya yang luhur akan semakin bermakna apabila dibingkai dengan nilai-nilai keislaman dan kepedulian terhadap sesama,” ujar Yudi.
Menurutnya, peringatan Tahun Baru Hijriah menjadi momentum yang tepat untuk mengajak masyarakat melakukan introspeksi diri sekaligus memperkuat kepedulian terhadap anak yatim dan mempererat ukhuwah Islamiyah.
Ia menambahkan, Jati Sunda secara konsisten menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan budaya sebagai bentuk kontribusi nyata dalam membangun karakter masyarakat yang religius, berbudaya, serta menjunjung tinggi nilai gotong royong.
Melalui Tabligh dan Sholawat Akbar ini, Jati Sunda berharap masyarakat tidak hanya memperoleh siraman rohani, tetapi juga semakin mencintai budaya Sunda sebagai warisan leluhur yang harus dijaga bersama. Kehadiran seni hadroh dalam rangkaian acara menjadi simbol harmonisasi antara syiar Islam dan kekayaan budaya lokal yang berkembang di tengah masyarakat.
Dengan mengusung semangat “Satu Hati, Satu Tujuan, Jati Sunda Selalu di Depan,” komunitas ini berkomitmen untuk terus menjadi wadah yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui program-program yang menyentuh aspek spiritual, sosial, dan budaya.
Tabligh Akbar dan santunan anak yatim yang akan digelar di Desa Wanamekar tersebut diharapkan menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, sekaligus membuktikan bahwa Jati Sunda terus hadir sebagai komunitas yang konsisten menjaga harmoni antara syiar Islam, aksi sosial, dan pelestarian budaya Sunda. (JB/RF)







