MIRIS! Anak-Anak SD di Cisompet Berjuang Angkut Air Bersih Sebelum Masuk Kelas

Garut, Pendidikan393 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM – Di tengah semangat pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan, potret memilukan justru masih terlihat di pelosok Kabupaten Garut. Setiap pagi, siswa-siswi SD Negeri 1 Margamulya, Kecamatan Cisompet, tidak hanya membawa tas berisi buku dan alat tulis, tetapi juga memikul jeriken, ember, hingga botol air mineral berukuran satu liter untuk memenuhi kebutuhan air bersih di sekolah.

Pemandangan tersebut bukan sekadar terjadi sesekali, melainkan menjadi rutinitas setiap musim kemarau. Sebelum mengikuti kegiatan belajar mengajar, para siswa bersama guru harus bergotong royong mengambil air agar aktivitas di sekolah dapat tetap berjalan.

Jbr3
Jbr4
Jbr1
Jbr yudi

Kondisi ini menjadi gambaran nyata bahwa akses terhadap air bersih masih menjadi persoalan serius di sejumlah wilayah pelosok Garut. Di saat sekolah lain dapat menjalankan proses pembelajaran dengan fasilitas yang memadai, SDN 1 Margamulya justru harus berjuang memenuhi kebutuhan paling mendasar.

Baca Juga:  Penyalahgunaan Fasilitas Publik Terbongkar: Tim Urai Polres Garut Sikat ‘Ambulans Bodong’ Pengangkut Pemudik di Malangbong

Guru SDN 1 Margamulya, Heri Herdiana, mengatakan seluruh warga sekolah telah terbiasa menghadapi kondisi tersebut setiap musim kemarau.

“Setiap musim kemarau kami bersama anak-anak harus bergotong royong mengambil air untuk kebutuhan sekolah. Tanpa air, aktivitas belajar mengajar menjadi sangat terganggu,” ujar Heri.

Air yang berhasil mereka bawa digunakan untuk berbagai kebutuhan penting, mulai dari mencuci tangan, membersihkan ruang kelas, memenuhi kebutuhan toilet, hingga menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Keterbatasan air bukan hanya mengganggu kenyamanan belajar, tetapi juga berdampak terhadap penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pendidikan.

Ironisnya, persoalan ini masih terjadi di tengah berbagai program pembangunan yang terus digaungkan. Air bersih sebagai kebutuhan dasar sekaligus penunjang utama kesehatan dan pendidikan semestinya menjadi fasilitas yang dapat dinikmati oleh seluruh peserta didik tanpa terkecuali.

Kondisi SDN 1 Margamulya menjadi pengingat bahwa pemerataan pembangunan belum sepenuhnya menjangkau seluruh wilayah. Anak-anak yang seharusnya mengawali hari dengan semangat belajar justru harus mengeluarkan tenaga ekstra demi memperoleh air bersih.

Melalui pemberitaan ini, keluarga besar SDN 1 Margamulya berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Garut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kementerian Pendidikan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), BPBD, PDAM, dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), para dermawan, serta berbagai komunitas sosial untuk membantu penyediaan sarana air bersih yang layak.

Bantuan berupa pembangunan sumur bor, tandon penampungan air, jaringan perpipaan, maupun distribusi air bersih secara berkala diyakini dapat menjadi solusi agar para siswa tidak lagi harus memikul jeriken sebelum memasuki ruang kelas.

Sudah saatnya suara dari pelosok Cisompet didengar. Jangan biarkan anak-anak Garut terus berjuang mendapatkan hak paling mendasar hanya untuk dapat belajar dengan layak. Sebab pendidikan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh guru, kurikulum, atau gedung sekolah, tetapi juga oleh terpenuhinya kebutuhan dasar, termasuk akses terhadap air bersih.

Setetes air bagi anak-anak SDN 1 Margamulya bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, melainkan harapan agar mereka dapat belajar, tumbuh, dan menggapai masa depan yang lebih baik. (JB/RF)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *