DI BALIK JALAN TERJAL DAN GANG SEMPIT! Kober Raudhatul Jannah Garut Raih Revitalisasi APBN Rp216,9 Juta

Garut, Pendidikan193 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM – Di balik jalan setapak yang sempit, tanjakan terjal, dan akses yang hanya dapat dilalui kendaraan roda dua, tersimpan semangat besar membangun pendidikan bagi anak-anak usia dini. Itulah potret Kelompok Bermain (Kober) Raudhatul Jannah yang berada di Kampung Jumre, RT 001 RW 006, Desa Caringin, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Garut.

Berada di kawasan perbukitan dengan lereng yang curam serta di tengah permukiman padat penduduk yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani, lembaga pendidikan anak usia dini tersebut kini tengah melaksanakan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp216.921.000.

Jbr3
Jbr4
Jbr1
Jbr yudi

Program bantuan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah itu meliputi rehabilitasi satu ruang kelas beserta perabotnya, pembangunan area bermain lengkap dengan Alat Permainan Edukatif (APE) luar ruangan, pembangunan ruang UKS beserta perabotnya, penataan lingkungan, serta pembangunan sarana sanitasi dengan waktu pelaksanaan selama 84 hari kalender.

Di balik pembangunan tersebut tersimpan kisah panjang perjuangan pengelola lembaga dalam menghadirkan layanan pendidikan bagi anak-anak di pelosok Garut.

Saat ditemui Jabarbicara.com di kediamannya yang berada tepat di samping lokasi pembangunan, Hoerudin, S.H., selaku Penanggung Jawab Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), menuturkan bahwa KB Raudhatul Jannah didirikan sejak tahun 2012 dengan semangat memberikan akses pendidikan anak usia dini bagi masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah, sejak tahun 2012 kami terus berjuang membangun lembaga ini. Dulu kami masih menyewa tempat. Sekarang Allah SWT memberikan amanah melalui bantuan revitalisasi dari APBN. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak-anak di Kampung Jumre,” ujarnya, Sabtu (1/8/2026).

Hoerudin mengaku sebelum fokus mengembangkan lembaga pendidikan, dirinya aktif mengabdi sebagai Kepala Dusun di Desa Caringin. Namun, ia memilih mengundurkan diri ketika mengikuti Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu (PAW) yang digelar pada Juni 2026.

Persaingan berlangsung sangat ketat. Dari tiga kandidat, Hoerudin memperoleh 28 suara, sementara dua kandidat lainnya masing-masing meraih 29 suara sehingga melaju ke putaran berikutnya.

“Mungkin ini hikmah yang Allah berikan. Saya belum ditakdirkan menjadi kepala desa agar bisa lebih fokus mengembangkan lembaga pendidikan anak usia dini yang sudah kami bangun sejak lama,” katanya.

Di balik keberhasilan memperoleh bantuan revitalisasi, Hoerudin mengungkapkan adanya peran penting dari salah seorang Kepala Seksi (Kasi) di Dinas Pendidikan Kabupaten Garut yang sejak awal aktif memberikan informasi sekaligus pendampingan kepada lembaganya.

Menurutnya, pada akhir tahun 2025, pejabat tersebut menghubunginya dan menyampaikan bahwa pemerintah membuka kesempatan bagi lembaga PAUD yang memenuhi persyaratan untuk mengajukan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan.

“Beliau yang pertama kali memberikan informasi agar kami segera mengajukan proposal. Kami kemudian melengkapi seluruh persyaratan administrasi, memperbarui data Dapodik, dan mengunggah seluruh dokumen ke aplikasi sesuai ketentuan. Kalau tidak ada informasi dari beliau, mungkin kami tidak akan mengetahui adanya program ini,” ungkap Hoerudin.

Kesibukannya mengikuti proses Pilkades PAW membuat Hoerudin mengaku sempat tidak mengetahui bahwa lembaga yang dipimpinnya telah dinyatakan lolos sebagai penerima bantuan revitalisasi.

Namun, perhatian dari pihak Dinas Pendidikan tidak berhenti pada tahap pengajuan. Kasi tersebut kembali menghubunginya untuk mengingatkan agar segera mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) sebagai tahapan wajib sebelum pelaksanaan pembangunan dimulai.

“Beliau juga terus mendampingi kami dalam berbagai tahapan. Mulai dari koordinasi administrasi, konsultasi dengan konsultan perencana, pengukuran lokasi, penyusunan gambar teknis hingga berbagai persiapan pelaksanaan pembangunan. Pendampingan tersebut sangat membantu sehingga kami dapat melaksanakan program sesuai petunjuk teknis,” jelasnya.

Atas pendampingan tersebut, Hoerudin menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Garut yang dinilainya memberikan perhatian kepada lembaga pendidikan di wilayah terpencil.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, khususnya kepada Ibu Kasi yang sejak awal memberikan arahan, motivasi, dan pendampingan. Perhatian seperti inilah yang membuat lembaga kecil di pelosok memiliki kesempatan berkembang,” ucapnya.

Hoerudin juga menjelaskan bahwa pembangunan revitalisasi dilaksanakan di atas tanah hibah (wakaf) yang diberikan keluarganya untuk kepentingan pendidikan.

“Tanah ini merupakan hibah dari ayah saya untuk lembaga pendidikan. Saat awal berdiri kami masih menyewa tempat. Alhamdulillah sekarang memiliki lahan sendiri sehingga pembangunan dapat dilakukan demi memberikan fasilitas belajar yang lebih baik bagi anak-anak,” katanya.

Berdasarkan Surat Keputusan Kepala KB Raudhatul Jannah Nomor 421.1/KRJ/011/VII/2026, Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan terdiri atas Hoerudin, S.H. sebagai Penanggung Jawab, Soleh sebagai Ketua, Nining Kurniasih sebagai Sekretaris merangkap Logistik, Rani Fajriah, S.Pd. sebagai Bendahara, Otang Maulana sebagai Kepala Pelaksana, dan Enjang Hidayat sebagai penanggung jawab bidang keamanan.

Revitalisasi KB Raudhatul Jannah menjadi bukti bahwa keterbatasan akses geografis tidak menjadi penghalang untuk menghadirkan pendidikan yang lebih berkualitas. Di balik jalan terjal dan gang sempit di lereng perbukitan Karangtengah, tumbuh semangat, gotong royong, dan kepedulian yang menjadi fondasi bagi lahirnya generasi masa depan.

Program ini sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan dapat menjangkau hingga pelosok desa, memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk memperoleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak, tanpa terhalang kondisi geografis.(JB/RF)

Baca Juga:  Dadan Nugraha Apresiasi Penghargaan Bupati Garut kepada Legislator Jabar Dede Kusdinar

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *