GARUT,JABARBICARA.COM – Perjuangan, latihan tanpa kenal lelah, kolaborasi guru dan dukungan orang tua akhirnya berbuah manis. SDN 2 Tegalpanjang Kecamatan Sucinaraja Kabupaten Garut tampil gemilang dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kecamatan Sucinaraja dengan memborong sederet prestasi sekaligus keluar sebagai juara umum.
Di bawah nahkoda PLT Kepala SDN 2 Tegalpanjang Ade Awan Krisnawan, para siswa menunjukkan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berprestasi. Dengan persiapan matang, latihan intensif, dukungan para guru serta keterlibatan orang tua siswa, talenta anak-anak akhirnya mampu tampil maksimal di hadapan para peserta dan dewan juri.
Senyum kemenangan pun terpancar ketika satu demi satu nama siswa SDN 2 Tegalpanjang diumumkan sebagai peraih juara. Torehan tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras yang dilakukan selama masa persiapan tidak sia-sia.
Dalam ajang FTBI jenjang Sekolah Dasar Kecamatan Sucinaraja tersebut, SDN 2 Tegalpanjang berhasil meraih sembilan prestasi, terdiri dari lima juara pertama, satu juara kedua dan tiga juara ketiga.
Berikut deretan prestasi yang berhasil dipersembahkan anak-anak hebat SDN 2 Tegalpanjang:
🥇 Juara 1 Borangan Putra – Muhammad Al Ghazali
🥉 Juara 3 Borangan Putri – Sadiah Januar Lestari
🥉 Juara 3 Biantara Putra – Muhammad Azka Rizki Hidayat
🥉 Juara 3 Biantara Putri – Khanza Aliya Rahmannisa
🥇 Juara 1 Ngadongeng Putra – Muhammad Aqlan Harit Al Kahfi
🥇 Juara 1 Ngadongeng Putri – Arsyila Azzahra Al Fathunnisa
🥇 Juara 1 Aksara Sunda – Adiba Syakila Atmarini
🥇 Juara 1 Carpon Putra – Fajar Sidiq Alamsyah
🥈 Juara 2 Carpon Putri – Alya Aulia
Prestasi tersebut bukan sekadar deretan piala dan medali. Di balik setiap kemenangan terdapat proses panjang yang dilalui para siswa—mulai dari belajar, berlatih, mengasah keberanian, memperbaiki kekurangan hingga membangun kepercayaan diri untuk tampil di panggung perlombaan.
Ade Awan Krisnawan selaku PLT Kepala SDN 2 Tegalpanjang pun patut mengapresiasi kerja keras seluruh guru, siswa dan orang tua yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan prestasi tersebut.
Kolaborasi antara sekolah dan keluarga menjadi kekuatan tersendiri. Guru memberikan pembinaan dan pendampingan, siswa berjuang dengan kemampuan terbaiknya, sementara orang tua memberikan dukungan moral yang membuat anak-anak semakin percaya diri.
Momentum FTBI tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pelestarian bahasa dan budaya Sunda dapat ditanamkan sejak bangku sekolah dasar. Melalui borangan, biantara, ngadongeng, aksara Sunda hingga carpon, para siswa tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar mencintai bahasa dan budaya daerahnya sendiri.
Penyerahan trofi penghargaan dilakukan oleh Koordinator Pengawas Sekolah (Korwas) Kecamatan Sucinaraja, Yuniarti. Momen tersebut semakin mengukuhkan keberhasilan SDN 2 Tegalpanjang dalam ajang FTBI tingkat kecamatan.
Bagi SDN 2 Tegalpanjang, kemenangan ini bukanlah garis akhir. Justru, sederet prestasi tersebut menjadi cambuk untuk terus meningkatkan pembinaan, menggali potensi siswa dan mempersiapkan mereka menghadapi kompetisi pada jenjang berikutnya.
Dari ruang kelas, dari latihan yang tak selalu mudah, lahirlah prestasi yang membanggakan. Anak-anak SDN 2 Tegalpanjang telah membuktikan: ketika guru, orang tua dan siswa bergerak dalam satu semangat, mimpi untuk berprestasi bukan sekadar harapan.(JB/RF)












