TENGAH DEBURAN OMBAK, LAHIR KEKUATAN BARU! MOMENTUM HUT RI KE-81, SPPG DAN BPBD GARUT BANGUN SEMANGAT SIAGA BENCANA

Garut, Peristiwa61 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM – Semangat perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ternyata tidak hanya diwujudkan melalui upacara bendera, perlombaan, dan berbagai hiburan rakyat.

Di pesisir Pantai Kampung Ciawi, Desa Cimahi, Kabupaten Garut, semangat Agustusan justru dikemas dalam sebuah kegiatan yang berbeda, penuh kebersamaan, inovasi dan nilai kemanusiaan.

Idwan HUTRI

Di tengah deburan ombak dan panorama indah pesisir Garut Selatan, pada Sabtu, 29 Agustus 2026, lahir sebuah semangat baru: membangun kebersamaan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Kawasan pantai yang biasanya tenang dan nyaman itu mendadak dipenuhi aktivitas ratusan peserta. Dua tenda besar milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut berdiri kokoh di kawasan pesisir, sementara puluhan tenda kecil lainnya berjejer menjadi tempat berkumpul dan bermalam para relawan bersama keluarga.

Mereka adalah keluarga besar SPPG Dapur Cigadog Kecamatan Caringin dan SPPG Dapur Ciroyom Kecamatan Cikelet, yang menggelar Family Gathering selama dua hari, 29–30 Agustus 2026.

Namun, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda rekreasi.

Momentum perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu dikemas menjadi sebuah kegiatan yang lebih bermakna, dengan memadukan semangat Agustusan, silaturahmi, permainan dan perlombaan, penguatan kekeluargaan hingga pembekalan mitigasi kebencanaan bersama BPBD Kabupaten Garut.

AGUSTUSAN BERMAKNA, BUKAN SEKADAR HIBURAN

Salah seorang panitia kegiatan bidang keamanan, Nurjaman, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari para relawan SPPG beserta keluarga.

Selama dua hari, peserta mengikuti berbagai kegiatan kebersamaan, perlombaan bernuansa Agustusan, permainan, Family Gathering hingga pembekalan materi kebencanaan.

Konsep tersebut menjadi sebuah inovasi menarik dalam memaknai momentum kemerdekaan.

Jika pada umumnya kegiatan Agustusan hanya diisi dengan hiburan dan perlombaan, keluarga besar SPPG Cigadog dan SPPG Ciroyom memilih memberikan makna yang lebih luas.

Baca Juga:  Guru Seni di Garut Cabuli Siswa Di Kamar Bilas Usai Berenang

Kebersamaan tidak hanya dirayakan, tetapi juga dibangun.

Kekeluargaan tidak hanya dipertemukan, tetapi juga diperkuat.

Dan semangat kemerdekaan tidak hanya diteriakkan, tetapi diterjemahkan melalui kesiapan untuk membantu sesama ketika bencana datang.

Mitra kegiatan, Ahmad Tabibudin, mengatakan bahwa kegiatan tersebut memang digelar sebagai bagian dari perayaan tujuh belasan atau momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kegiatan yang diselenggarakan tanggal 29 ini sebenarnya untuk perayaan tujuh belasan, kemudian sekaligus untuk Family Gathering kedua belah pihak antara Dapur Cigadog dan Dapur Ciroyom,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarsesama relawan sekaligus memberikan kesempatan kepada mereka untuk beristirahat sejenak dari rutinitas pekerjaan.

“Tujuan kegiatan ini pertama untuk perayaan tujuh belasan, kemudian untuk relaks dan me-refresh, karena dari sekian lama bekerja terus, sekarang diberikan ruang untuk penyegaran,” katanya.

Namun, Ahmad menjelaskan bahwa kegiatan Agustusan kali ini memiliki konsep berbeda karena melibatkan BPBD Kabupaten Garut.

“Baru kali ini kegiatan seperti ini digelar dan kami bekerja sama juga dengan BPBD untuk mitigasi bencana. Ada materi terkait kebencanaan, permainan-permainan, perlombaan dan juga kegiatan yang dipandu oleh BPBD,” ungkapnya.

SEMANGAT KEMERDEKAAN BERTEMU KESIAPSIAGAAN

Kehadiran BPBD Kabupaten Garut dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu warna penting dalam perayaan HUT RI ke-81 keluarga besar SPPG.

Di bawah tenda pengungsian yang dipasang di kawasan pantai, suasana Agustusan berubah menjadi ruang belajar.

Para relawan yang sehari-hari terbiasa bekerja di dapur dan menyiapkan makanan dalam jumlah besar, kini mendapatkan wawasan baru tentang mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Garut, Daris Hilman, menilai inisiatif yang dilakukan pihak SPPG merupakan langkah positif yang memiliki potensi besar.

Menurutnya, relawan SPPG memiliki kemampuan yang sangat dibutuhkan ketika terjadi bencana, terutama dalam pengelolaan makanan bagi masyarakat terdampak dan para pengungsi.

Baca Juga:  Tragedi Token Habis Saat Pasien Bertaruh Nyawa, Eldy Supriadi: Ini Bentuk Kelalaian Fatal yang Melanggar Undang-Undang

“Alhamdulillah masyarakat di sini punya inisiatif yang bagus. Mereka menjalankan salah satu program pemerintah terkait MBG. Di bidang kebencanaan, kami memiliki kajian risiko bencana mulai dari tahap pra, saat dan pascabencana,” ujar Daris.

Ia mengatakan kemampuan relawan SPPG yang terbiasa menyiapkan makanan dalam jumlah ribuan porsi merupakan potensi penting dalam mendukung penanganan bencana.

“Kami membutuhkan mereka, tim yang sudah terbiasa melakukan pembuatan atau memasak dalam porsi besar, sekitar 3.000 hingga 4.000 porsi. Saat terjadi kejadian bencana yang sangat besar, keahlian mereka dapat digunakan untuk dapur umum atau di lokasi pengungsian,” jelasnya.

DARI DAPUR MBG, TUMBUH KEKUATAN UNTUK KEMANUSIAAN

Kegiatan tersebut sekaligus membuka pandangan baru bahwa keahlian yang dimiliki para relawan SPPG tidak hanya memiliki nilai penting dalam pelayanan pemenuhan gizi.

Lebih dari itu, kemampuan mengelola dapur dalam skala besar dapat menjadi kekuatan kemanusiaan ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.

Dalam kondisi bencana, kebutuhan pangan menjadi salah satu persoalan paling mendesak.

Masyarakat terdampak membutuhkan makanan dengan cepat, terukur dan dalam jumlah besar.

Di sinilah kemampuan para relawan SPPG memiliki potensi besar untuk mendukung dapur umum dan pelayanan makanan di lokasi pengungsian.

Menurut Daris, penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan BPBD.

Masyarakat harus menjadi bagian dari kekuatan bersama.

“Bencana adalah tanggung jawab bersama. Kami sangat membutuhkan partisipasi masyarakat. Kami ingin mengombinasikan kolaborasi ini untuk percepatan penanganan,” katanya.

Ia menegaskan, kesiapan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan ketika terjadi keadaan darurat.

“Jika masyarakat sudah proaktif sebelum tim BPBD sebagai koordinator atau komando hadir, penanganan akan lebih cepat. Itulah tujuannya,” tegas Daris.

Baca Juga:  DPC PDI Perjuangan Garut, Rayakan HUT Ke-78 Ketua Umum Megawati Sukarno Putri

BPBD TURUNKAN PERSONEL, TINGKATKAN WAWASAN RELAWAN

Untuk mendukung kegiatan tersebut, BPBD Kabupaten Garut menerjunkan sekitar empat hingga lima personel.

Selain memberikan materi, BPBD juga menyediakan sarana pendukung berupa tenda pengungsian atau tenda lorong yang digunakan sebagai tempat pembelajaran dan berbagai aktivitas peserta.

Peserta mendapatkan pembekalan tentang pentingnya tanggung jawab, kerja sama tim, kemampuan beradaptasi dengan lingkungan hingga partisipasi masyarakat dalam penanggulangan bencana.

Menurut Daris, undangan dari pihak SPPG merupakan sebuah bentuk kolaborasi positif yang sekaligus membantu BPBD dalam memperluas sosialisasi kebencanaan.

“Pihak dapur yang mengundang kami dan alhamdulillah hal ini turut meringankan beban kami untuk melakukan sosialisasi, karena sosialisasi kebencanaan itu memang wajib,” ujarnya.

MERDEKA BUKAN HANYA MERAYAKAN, TETAPI SIAP MENOLONG SESAMA

Di tengah kemeriahan perayaan HUT RI ke-81, kegiatan Family Gathering di pesisir Pantai Kampung Ciawi menghadirkan pesan yang sederhana namun kuat.

Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan.

Semangat kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui kebersamaan, gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.

Hari ini, para relawan dan keluarga besar SPPG berkumpul dalam suasana Agustusan.

Mereka mengikuti perlombaan.

Mereka tertawa dan bermain.

Mereka menikmati kebersamaan bersama keluarga.

Namun, di balik seluruh kemeriahan itu, mereka juga sedang belajar membangun kesiapan.

Belajar bekerja sama.

Belajar memahami risiko.

Dan belajar bahwa kemampuan yang mereka miliki suatu saat dapat menjadi pertolongan bagi masyarakat lain ketika menghadapi bencana.

Di tengah deburan ombak Pantai Kampung Ciawi, perayaan HUT RI ke-81 pun menemukan makna yang berbeda.

Bukan sekadar merayakan kemerdekaan, tetapi menyiapkan diri untuk hadir ketika sesama membutuhkan pertolongan.

Dari semangat Agustusan, lahir kebersamaan. Dari kebersamaan, tumbuh kepedulian. Dan dari kepedulian itulah, sebuah kekuatan baru untuk kemanusiaan sedang dibangun.(JB/RF)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *