PROGRES 80 PERSEN! REVITALISASI SD MUHAMMADIYAH MANCAGAHAR GARUT TELAN DANA Rp2,03 MILIAR, TRANSPARANSI ANGGARAN JADI KUNCI

Garut, Pendidikan52 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM — Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 di SD Muhammadiyah Mancagahar, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, dilaporkan telah mencapai progres pembangunan sekitar 80 persen. Program yang didukung bantuan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan total anggaran Rp2.036.046.672 tersebut ditargetkan rampung pada akhir Oktober 2026.

Berdasarkan dokumen Rekapitulasi Biaya yang diperlihatkan kepada Jabarbicara.com, bantuan revitalisasi itu dialokasikan ke dalam beberapa komponen pekerjaan, mulai dari konstruksi, pengadaan perabot, mobilisasi bahan, penataan lingkungan, hingga manajemen pelaksanaan pembangunan.

Idwan HUTRI

Dokumen tersebut mencantumkan SD Muhammadiyah Mancagahar sebagai penerima bantuan revitalisasi satuan pendidikan Tahun Anggaran 2026 yang berlokasi di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat.

Tim Pelaksana Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), Jajang Hermawan, sebelumnya menyampaikan bahwa progres pembangunan telah mencapai sekitar 80 persen saat ditemui di lokasi pada Rabu (14/10/2026).

“Alhamdulillah, progres revitalisasi sudah mencapai sekitar 80 persen. Diperkirakan akhir Oktober 2026 ini seluruh pelaksanaan pembangunan fisik selesai,” ujar Jajang.

EMPAT RUANG KELAS BARU DAN FASILITAS PENUNJANG DIBANGUN

Program revitalisasi ini mencakup pembangunan empat Ruang Kelas Baru (RKB), ruang perpustakaan, ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), serta ruang administrasi atau ruang kepala sekolah. Penataan lingkungan sekolah juga menjadi bagian dari kegiatan tersebut.

Baca Juga:  MENEMBUS PELOSOK DEMI GURU! Advokat LBH PGRI Garut Bergerak Tanpa Lelah, Pastikan Setiap Pendidik Paham Hukum dan Terlindungi

Pembangunan empat ruang kelas baru diharapkan dapat mendukung kebutuhan ruang belajar yang lebih memadai. Sementara itu, perpustakaan diharapkan memperkuat budaya literasi siswa, sedangkan UKS dapat menunjang pelayanan kesehatan dasar di lingkungan sekolah.

Adapun ruang administrasi diharapkan mendukung kelancaran tata kelola sekolah dan pelayanan pendidikan.

Dengan adanya fasilitas tersebut, revitalisasi diharapkan tidak hanya menghasilkan bangunan baru, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kenyamanan belajar, peningkatan kualitas pelayanan pendidikan, serta pengembangan potensi peserta didik.

DOKUMEN REKAPITULASI MEMUAT SEJUMLAH KOMPONEN BIAYA

Dalam dokumen rekapitulasi biaya yang diperlihatkan, terdapat lima kelompok utama, yakni konstruksi, perabot, mobilisasi bahan, penataan lingkungan, dan manajemen.

Komponen manajemen mencakup perencanaan, pengawasan, dan pengelolaan. Seluruh komponen tersebut menjadi bagian dari pembiayaan program revitalisasi dengan total nilai bantuan sebesar Rp2.036.046.672.

Dokumen rekapitulasi biaya tersebut menjadi salah satu acuan penting untuk memahami struktur pembiayaan program. Namun, rincian nominal masing-masing komponen perlu dipastikan kembali melalui dokumen yang terbaca jelas agar informasi yang dipublikasikan tidak menimbulkan kekeliruan.

Baca Juga:  MUI Wanaraja Buka Pelatihan Juru Sembelih Halal, Siapkan SDM Qurban yang Kompeten Jelang Iduladha

Dalam pelaksanaan pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah, keterbukaan informasi mengenai perencanaan, realisasi anggaran, spesifikasi pekerjaan, dan hasil pembangunan merupakan aspek penting yang patut diperhatikan.

TARGET SELESAI AKHIR OKTOBER, MUTU PEMBANGUNAN HARUS DIJAGA

Pelaksanaan revitalisasi dilakukan secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SD Muhammadiyah Mancagahar.

Menurut keterangan Jajang, pekerjaan semula direncanakan berlangsung selama 108 hari kalender, terhitung sejak 8 Juni hingga 24 September 2026. Penyelesaian pekerjaan kemudian dilanjutkan hingga akhir Oktober untuk menuntaskan tahap akhir atau finishing.

Dengan progres yang dilaporkan mencapai 80 persen, penyelesaian sisa pekerjaan menjadi perhatian penting. Kesesuaian hasil pembangunan dengan perencanaan, kualitas konstruksi, ketepatan penggunaan anggaran, serta kelengkapan administrasi perlu dipastikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Keberhasilan program revitalisasi tidak semata-mata diukur dari persentase kemajuan fisik. Bangunan yang berkualitas, fasilitas yang berfungsi dengan baik, serta manfaat yang dirasakan langsung oleh siswa dan tenaga pendidik juga menjadi tolok ukur penting.

Karena itu, tahapan akhir pembangunan perlu dilaksanakan secara cermat agar fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.

HARAPAN UNTUK KEMAJUAN PENDIDIKAN GARUT SELATAN

Pihak panitia dan keluarga besar SD Muhammadiyah Mancagahar menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen atas bantuan revitalisasi tersebut.

Baca Juga:  Milad ke-112 Muhammadiyah, Sekda Garut Apresiasi Kiprah dan Sinergitas dengan Pemerintah Daerah

Jajang berharap program ini dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan di wilayah Garut Selatan.

“Kami atas nama Panitia Pembangunan dan keluarga besar SD Muhammadiyah Mancagahar mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas bantuan revitalisasi yang diberikan kepada masyarakat kami. Semoga dengan bantuan ini, kualitas pendidikan di pelosok Garut Selatan semakin maju, siswa semakin betah belajar, dan sekolah kami bisa menjadi sekolah yang unggul, berkarakter, dan membanggakan,” pungkasnya.

SD Muhammadiyah Mancagahar beralamat di Jalan Sayang Heulang, Desa Mancagahar, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut.

Dengan dukungan anggaran lebih dari Rp2 miliar, revitalisasi ini diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi peningkatan mutu pendidikan. Masyarakat pun berharap pembangunan tersebut dapat diselesaikan sesuai target, dengan kualitas yang terjaga dan penggunaan anggaran yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sebab, anggaran besar harus berbanding lurus dengan kualitas hasil pembangunan dan manfaat nyata bagi peserta didik. Revitalisasi bukan sekadar membangun gedung, melainkan menghadirkan lingkungan pendidikan yang lebih layak demi masa depan generasi muda Garut Selatan.(JB/RF)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *