Waspada Banjir Wanajaya: Kades Iip Firman Nurdin Desak Solusi Nyata dari Pemda Garut

Peristiwa295 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM – Saat jarum jam menunjukkan waktu istirahat, Selasa malam (07/04/2026), Kepala Desa Wanajaya, Iip Firman Nurdin, justru terlihat berjibaku di tengah terjangan air. Dengan pakain yang basah kuyup, ia berdiri di garis depan memastikan keselamatan warganya di Kampung Samangen, Desa Wanajaya, Kecamatan Wanaraja, yang kembali terendam banjir akibat curah hujan tinggi.

Kondisi di lapangan sangat memprihatinkan. Luapan air dari arah hulu meluncur deras menabrak permukiman warga yang berada di bawah Legok Samangen. Di jalan raya, arus air terpantau sangat kuat, sementara di titik terdalam kampung, ketinggian air telah mencapai satu meter atau setinggi pinggang orang dewasa. “Kami minta warga tetap waspada. Intensitas hujan masih sangat tinggi,” ujar Iip Firman Nurdin melalui pesan singkat yang dikirimnya langsung dari lokasi terdampak.

Perjuangan Tanpa Lelah Sang Kepala Desa
Bagi warga Wanajaya, pemandangan Kades yang terjun langsung ke lokasi banjir bukanlah hal baru. Namun, di balik ketegarannya, tersimpan rasa getir. Iip tidak hanya hadir secara fisik untuk mengevakuasi warga, tetapi juga terus berupaya menyuarakan penderitaan rakyatnya yang seolah menjadi langganan bencana setiap kali langit Garut menghitam.

Puluhan Kepala Keluarga (KK) kini terdampak, Akses jalan terputus sementara dan harta benda warga terendam. Ironisnya, meski kondisi ini terus berulang, solusi efektif yang diharapkan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Garut hingga kini belum kunjung datang.

Harapan Warga: Jangan Biarkan Kami Sendirian

Suara dari bawah Legok Samangen mulai bergetar antara sedih dan kecewa. Warga merasa penanganan selama ini hanya bersifat sementara, tanpa menyentuh akar permasalahan di bagian hulu yang memicu luapan air.

Baca Juga:  “Pemkab Garut Pastikan Tahapan Pilkades PAW Mekarmukti Berjalan Sesuai Aturan: Transparansi dan Kondusivitas Diutamakan”

“Kami sangat mengapresiasi Pak Kades yang selalu ada bersama kami di tengah hujan dan banjir. Tapi, tenaga Pak Kades dan desa terbatas. Kami memohon kepada Bapak Bupati dan dinas terkait di Pemda Garut untuk turun tangan secara permanen,” ungkap salah satu warga di lokasi.

Masyarakat Wanajaya menaruh harapan besar agar pembangunan infrastruktur pengendali air atau normalisasi di area hulu segera direalisasikan. Mereka tidak ingin terus-menerus hidup dalam kecemasan setiap kali hujan turun.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Wanajaya bersama perangkat desa dan relawan masih bersiaga di lokasi, memantau titik-titik rawan demi memastikan tidak ada korban jiwa di tengah derasnya arus banjir Samangen.(RF/JB)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *