GARUT, JABARBICARA.COM – Sejumlah warga Kampung Tabrik, RT 03 RW 02, Desa Linggamukti, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, mengeluhkan krisis air bersih yang telah berlangsung selama sepekan terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, mencuci hingga kebutuhan sanitasi rumah tangga.
Krisis air bersih ini terjadi akibat menurunnya debit sumber mata air Jajaway yang berlokasi di Dusun Sukadanu, Desa Linggamukti. Akibatnya, pasokan air yang selama ini menjadi andalan masyarakat tidak mampu menjangkau wilayah RW 02 yang berada di Kampung Tabrik.
Ketua RW 02 Desa Linggamukti, Jajang Saripudin, saat dikonfirmasi JABARBICARA membenarkan kondisi yang tengah dialami warganya. Menurutnya, selama satu minggu terakhir masyarakat terpaksa mencari alternatif lain untuk mendapatkan air bersih.
“Sudah sekitar satu minggu ini debit air dari sumber Jajaway terus menurun. Akibatnya pasokan air tidak sampai ke wilayah RW 02, khususnya RT 03. Warga akhirnya harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli dan mengangkut air bersih demi memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Jajang Saripudin.
Ia menjelaskan, pihak pengurus lingkungan terus berupaya mencari solusi sementara agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Namun keterbatasan sumber air yang tersedia membuat penanganan jangka panjang membutuhkan dukungan pemerintah.
“Kami selaku pengurus lingkungan terus berupaya menangani persoalan ini. Namun kami berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Garut agar masalah air bersih ini dapat ditangani secara permanen,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah warga yang berharap Pemerintah Kabupaten Garut dan DPRD Kabupaten Garut segera turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi yang terjadi. Menurut mereka, air bersih merupakan kebutuhan pokok yang tidak dapat ditunda pemenuhannya.
“Kami berharap pemerintah daerah segera turun tangan dan memberikan solusi nyata. Jangan sampai warga terus menanggung beban tambahan hanya untuk mendapatkan air bersih,” ujar salah seorang warga.
Warga berharap pemerintah tidak hanya memberikan bantuan darurat, tetapi juga melakukan langkah strategis melalui perbaikan jaringan distribusi air, peningkatan kapasitas sumber mata air, serta pembangunan sarana pendukung lainnya agar krisis serupa tidak kembali terjadi.
Krisis air bersih yang melanda Kampung Tabrik menjadi perhatian serius karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Kini warga menanti langkah cepat dan nyata dari Pemerintah Kabupaten Garut untuk memastikan pasokan air bersih kembali normal sekaligus menghadirkan solusi permanen bagi masyarakat Desa Linggamukti.(JB/RF)








