GEBRAKAN BESAR PENDIDIKAN GARUT! 17 SMP DIREVITALISASI, 44 SEKOLAH DIGUYUR BOSP KINERJA Rp1,755 MILIAR — Disdik: Saatnya Mutu Pendidikan Naik Kelas

Garut, Pendidikan96 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM — Angin segar kembali berembus dari dunia pendidikan Kabupaten Garut. Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi penguatan sarana, prasarana sekaligus peningkatan mutu pendidikan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Tak tanggung-tanggung, 17 SMP negeri dan swasta tercatat menjadi penerima program revitalisasi melalui Program Bantuan Presiden. Di saat yang sama, 44 satuan pendidikan jenjang SMP juga mendapatkan dukungan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Kinerja Tahun 2026 dengan total pagu sekitar Rp1,755 miliar.

Jbr3
Jbr4
Jbr1
Jbr yudi

Dua program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan di Kabupaten Garut, mulai dari peningkatan fasilitas sekolah hingga dukungan terhadap program peningkatan mutu.

Di Tengah Kesibukan, Kabid SMP Tetap Buka Pintu Informasi

Komitmen keterbukaan informasi juga ditunjukkan Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Teguh Iman Pribadi, S.Kom., M.AP.

Di tengah kesibukannya mempersiapkan rapat bersama DPRD Kabupaten Garut yang diagendakan berlangsung Senin malam, Teguh tetap meluangkan waktu menerima wawancara Media Jabarbicara.com.

Sekitar pukul 16.00 WIB, ketika agenda kedinasan masih cukup padat, ia menyampaikan perkembangan program revitalisasi SMP serta BOSP Kinerja Tahun 2026.

Sikap tersebut menjadi sinyal positif bahwa informasi mengenai program pendidikan dan perkembangannya tetap terbuka untuk diketahui publik.

Baca Juga:  Demi Dialog Langsung dengan Bupati, Relawan MBG Geser Jadwal Penyampaian Aspirasi ke 6 Juli 2026

17 SMP Masuk Program Revitalisasi

Teguh menjelaskan, terdapat 17 SMP negeri dan swasta di Kabupaten Garut yang mendapatkan program revitalisasi.

Pelaksanaan program dilakukan melalui mekanisme swakelola dengan sekolah sebagai bagian penting dalam proses pelaksanaan kegiatan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Dari jumlah tersebut, 14 sekolah sudah memasuki tahap pengerjaan, sementara tiga sekolah lainnya telah menyelesaikan tahapan bimbingan teknis (bimtek) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).

Ketiga sekolah tersebut kini tinggal menunggu masuknya anggaran sebelum memasuki tahapan pelaksanaan.

“Sampai saat ini jumlah penerima revitalisasi jenjang SMP sebanyak 17 sekolah, baik negeri maupun swasta. Kegiatannya secara swakelola tipe D. Sebanyak 14 sekolah sudah dalam tahap pengerjaan oleh panitia, sedangkan tiga sekolah sudah melaksanakan bimtek dan PKS, tinggal menunggu anggaran masuk,” ujar Teguh.

Ia menambahkan, sebelum kegiatan berjalan, pihak sekolah telah mendapatkan bimtek dari kementerian.

Langkah tersebut diharapkan menjadi fondasi agar pelaksanaan revitalisasi berjalan tertib dan sesuai juklak serta juknis.

Bukan Sekadar Bangun Fisik, Disdik Turun Melakukan Monev

Program revitalisasi tidak hanya berbicara mengenai pembangunan maupun perbaikan sarana dan prasarana.

Aspek pengendalian juga menjadi perhatian Disdik Kabupaten Garut melalui monitoring dan evaluasi.

Dari 14 sekolah yang telah memasuki tahap pelaksanaan, tujuh sekolah sudah dilakukan monitoring dan evaluasi (monev).

Menurut Teguh, pengawasan tersebut penting untuk memastikan program berjalan sesuai ketentuan sekaligus mencapai tujuan yang diharapkan.

“Untuk pengendalian, monitoring dan evaluasi, dari 14 sekolah yang sudah melaksanakan, kami sudah tujuh sekolah yang dimonev. Mudah-mudahan dengan bantuan revitalisasi peningkatan sarana dan prasarana serta mutu pendidikan dapat meningkat,” ungkapnya.

Harapannya jelas: fasilitas semakin baik, lingkungan belajar semakin nyaman, dan pada akhirnya kualitas pendidikan ikut terdongkrak.

44 SMP Dapat Suntikan BOSP Kinerja Rp1,755 Miliar

Dukungan terhadap pendidikan SMP Garut tidak berhenti pada revitalisasi.

Sebanyak 44 satuan pendidikan jenjang SMP juga tercatat sebagai penerima BOSP Kinerja Tahun 2026.

Berdasarkan dokumen Pagu BOSP Kinerja SD, SMP, Kesetaraan dan PAUD Kabupaten Garut melalui Manajemen Aplikasi RKAS Tahun 2026, total pagu untuk 44 SMP tersebut mencapai sekitar Rp1,755 miliar.

Komposisi penerimanya cukup beragam.

Sebanyak 40 SMP memperoleh pagu Rp35 juta, tiga SMP memperoleh Rp85 juta, sementara satu SMP tercatat memperoleh Rp100 juta.

Dengan demikian, total alokasi untuk 44 SMP tersebut mencapai sekitar Rp1,755 miliar.

Anggaran Bukan Sekadar Angka, Harus Berubah Menjadi Prestasi

Besarnya dukungan anggaran tentu menghadirkan peluang sekaligus tanggung jawab.

BOSP Kinerja diharapkan dapat dimanfaatkan satuan pendidikan untuk memperkuat program peningkatan mutu, pembelajaran, pengembangan kompetensi serta kebutuhan prioritas sekolah sesuai ketentuan yang berlaku.

Di titik inilah tata kelola menjadi sangat penting.

Setiap rupiah anggaran pendidikan harus memiliki orientasi yang jelas: memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi peserta didik.

Pengelolaan yang transparan, akuntabel, efektif dan tepat sasaran akan menjadi kunci agar dukungan pemerintah benar-benar menghasilkan dampak yang dapat dirasakan warga sekolah.

Revitalisasi Bergerak, BOSP Menguat — Pendidikan Garut Punya Modal untuk Naik Kelas

Program revitalisasi dan BOSP Kinerja dapat menjadi momentum bagi sekolah-sekolah penerima untuk melakukan lompatan kualitas.

Revitalisasi memperkuat sarana dan prasarana. BOSP Kinerja memberikan dukungan terhadap program peningkatan mutu.

Jika keduanya dikelola dengan baik, manfaatnya bukan hanya terlihat pada bangunan sekolah yang semakin layak, tetapi juga pada proses pembelajaran yang semakin berkualitas.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan bukan semata-mata berapa sekolah yang menerima program atau berapa besar anggaran yang dialokasikan.

Ukuran terpenting adalah seberapa besar program tersebut mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan menghadirkan perubahan nyata bagi siswa.

Dengan dukungan pemerintah, pengawasan yang berjalan, serta komitmen satuan pendidikan, Kabupaten Garut memiliki peluang besar untuk terus memperkuat kualitas pendidikan jenjang SMP.

Revitalisasi bergerak. Dukungan anggaran menguat. Sekolah dituntut semakin berkualitas. Dan harapan besarnya, prestasi generasi muda Garut ikut melesat.

Sebab setiap rupiah yang masuk ke sekolah pada akhirnya harus kembali kepada satu tujuan: masa depan anak-anak Garut yang lebih baik.(JB/RF)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *