GARUT, JABARBICARA.COM – Di tengah padatnya permukiman warga dengan akses gang yang sempit, denyut pendidikan anak usia dini tetap tumbuh dan berjalan. Keterbatasan lingkungan tidak menyurutkan semangat para pendidik KB Ki Hadjar Dewantara, Kabupaten Garut, dalam memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi puluhan anak usia dini.
Kini, harapan baru hadir melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026. Bantuan pemerintah yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 tersebut memberikan kesempatan bagi lembaga pendidikan untuk membenahi sarana dan prasarana yang sebelumnya berada dalam kondisi memprihatinkan.
Berdasarkan papan informasi kegiatan, program tersebut merupakan Revitalisasi Rehabilitasi KB Ki Hadjar Dewantara dengan nilai bantuan sebesar Rp218.488.000. Pelaksanaan pembangunan dilakukan secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dengan waktu pelaksanaan selama 100 hari kalender.
Pengelola KB Ki Hadjar Dewantara, Heru , Saat di temui di lokasi di Kampung Jati Desa Tegalpanjang Sucinaraja Garut, Heru mengungkapkan bahwa sebelum mendapatkan program revitalisasi, kondisi ruang belajar anak masih jauh dari ideal. Bahkan, sebagian dinding bangunan masih menggunakan material bilik.
“Sebelumnya lembaga kami memang dalam kondisi memprihatinkan. Ruang belajar anak-anak, sebagian dindingnya masih bilik. Alhamdulillah, sekarang mendapatkan program revitalisasi dari pemerintah sehingga kondisi bangunan dapat diperbaiki dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak,” ujar Heru.
Menurutnya, keberadaan program revitalisasi bukan sekadar memperbaiki bangunan. Lebih jauh, program tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan pendidikan anak usia dini, termasuk lembaga yang berada di tengah permukiman padat dan memiliki keterbatasan akses.
PEMBANGUNAN BERJALAN, MASYARAKAT IKUT DIBERDAYAKAN
Sementara itu, Nurjaman, selaku Ketua Pelaksana Pembangunan Satuan Pendidikan, menyampaikan bahwa pelaksanaan pembangunan saat ini telah berjalan sekitar 40 hingga 50 persen.
Ia menegaskan, proses pembangunan dilaksanakan secara swakelola sekaligus melibatkan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja. Dengan demikian, program revitalisasi tidak hanya berdampak terhadap peningkatan kualitas sarana pendidikan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar.
“Bantuan ini selain meningkatkan mutu pendidikan, juga memberdayakan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja. Saat ini pembangunan sudah berjalan sekitar 40 sampai 50 persen,” ungkap Nurjaman.
Ia menambahkan, pelaksanaan pembangunan juga mendapatkan pengawasan dan pendampingan dari konsultan agar proses pekerjaan berjalan sesuai ketentuan dan standar yang telah ditetapkan.
“Pembangunan selalu diawasi konsultan,” katanya.
APRESIASI UNTUK PENDAMPING PENDIDIKAN
Di tengah proses revitalisasi tersebut, pihak KB Ki Hadjar Dewantara juga menyampaikan apresiasi kepada para pihak yang selama ini memberikan perhatian, bimbingan dan arahan terhadap perkembangan lembaga pendidikan.
Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Penilik Yati dan Dayat yang dinilai konsisten memberikan bimbingan serta arahan agar pengelolaan lembaga pendidikan semakin baik ke depan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Yati dan Pak Dayat yang selalu memberikan bimbingan dan arahan agar lembaga pendidikan kami lebih baik ke depannya,” ujar pihak pengelola.
Apresiasi juga disampaikan kepada Dinas Pendidikan serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas dukungan melalui program revitalisasi satuan pendidikan.
DARI BANGUNAN SEDERHANA, MENUJU RUANG BELAJAR YANG LEBIH LAYAK
Bagi KB Ki Hadjar Dewantara, revitalisasi ini bukan semata-mata persoalan membangun atau memperbaiki gedung. Di balik dinding yang diperbaiki, terdapat harapan agar anak-anak usia dini dapat belajar dalam lingkungan yang lebih aman, nyaman dan layak.
Program tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa pembangunan pendidikan tidak boleh hanya berpusat pada lembaga yang berada di kawasan mudah dijangkau. Di balik gang-gang sempit dan permukiman padat, terdapat anak-anak yang memiliki hak yang sama untuk mendapatkan ruang belajar yang layak.
“Bantuan revitalisasi ini betul-betul kami rasakan manfaatnya bagi pendidikan, terutama bagi lembaga pendidikan di pelosok daerah,” ungkapnya.
Pihak KB Ki Hadjar Dewantara juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo atas dukungan pemerintah terhadap program revitalisasi satuan pendidikan.
Kini, di tengah keterbatasan lingkungan dan akses, sebuah bangunan pendidikan perlahan berubah. Dari ruang belajar yang sebagian dindingnya masih bilik, menuju tempat belajar yang diharapkan lebih representatif.
Sebab bagi pendidikan anak usia dini, bangunan bukan sekadar dinding dan atap. Di sanalah harapan, karakter dan masa depan anak-anak mulai dibentuk. (JB/RF)







