GARUT, JABARBICARA.COM — Kabupaten Garut kembali mieling perjalanan panjang peradabannya. Memasuki usia ke-213 tahun sejak ditetapkan pada 16 Februari 1813, Garut tidak sekadar merayakan momentum seremonial, tetapi meneguhkan jati diri sebagai tanah karuhun yang sarat nilai sejarah, budaya, dan ketangguhan sosial.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, H. Dede Kusdinar, S.E., menyampaikan ucapan Hari Jadi Garut ke-213 disertai refleksi mendalam tentang makna peradaban dan tanggung jawab generasi hari ini dalam merawat warisan leluhur.
“Garut lain ngan ukur tempat lahir, tapi tanah karuhun anu nyimpen ajén-inajén kahirupan. Ieu peradaban kudu terus dijaga sangkan henteu leungit ku jaman,” ujar Dede Kusdinar.
Ia menegaskan, falsafah “Garut Gumiwang Tanjeur Dangiang” bukan sekadar slogan, melainkan cerminan karakter masyarakat Garut yang kokoh, bermartabat, dan berakar kuat pada nilai-nilai Sunda.
Sauyunan Ngawangun Lembur, Ngajaga Warisan Karuhun
Menurut Dede, Garut memiliki kekayaan peradaban yang lahir dari perpaduan alam, budaya, dan spiritualitas. Julukan Switzerland van Java tidak hanya merujuk pada keindahan alam, tetapi juga pada karakter masyarakatnya yang gigih, religius, dan gotong royong.
“Sejarah Garut mangrupikeun bukti kateguhan rahayat Sunda dina nyanghareupan sagala rupa jaman. Di yuswa ka-213, urang kudu mampu mulasara warisan luluhur bari tetep adaptif kana kamajuan,” katanya.
Ia menekankan pentingnya sauyunan ngawangun lembur, menjadikan pembangunan sebagai proses kolektif yang tetap berpijak pada nilai adat, etika, dan moral masyarakat Garut.
Sinkronisasi Pembangunan Daerah dan Nasional
Dede Kusdinar juga menyoroti arah pembangunan Garut ke depan yang harus selaras dengan kebijakan nasional. Ia menyebut, daerah tidak boleh berjalan sendiri tanpa keterkaitan dengan visi besar pembangunan Indonesia.
Sebagai kader Partai Gerindra, Dede menilai visi Presiden terpilih Prabowo Subianto membuka ruang strategis bagi daerah seperti Garut untuk tumbuh sebagai penopang kekuatan nasional.
Beberapa fokus yang dinilai strategis antara lain:
- Pangwangunan ti Desa, melalui penguatan sektor pertanian, ketahanan pangan, dan hilirisasi hasil tani.
- Pembangunan SDM, melalui peningkatan gizi anak, kesehatan, dan pendidikan generasi muda Garut.
- Aksesibilitas dan Infrastruktur, guna membuka konektivitas hasil pertanian, UMKM, dan pariwisata Garut ke pasar nasional dan global.
“Garut teu kedah janten panonton. Garut kudu janten pelaku utama dina pangwangunan nasional,” tegasnya.
Garut pikeun Indonesia
Dede Kusdinar meyakini, Indonesia yang kuat lahir dari daerah-daerah yang berdaya dan beridentitas. Dengan modal sosial, budaya, dan sumber daya alam yang dimiliki, Garut memiliki posisi strategis dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Ti Garut urang mimitian. Ku silih asah, silih asih, silih asuh, Garut tiasa masihan kontribusi nyata pikeun Indonésia maju,” ungkapnya optimistis.
Pamungkas, Menutup pernyataannya, Dede Kusdinar menyampaikan doa dan harapan bagi seluruh masyarakat Garut.
“Wilujeng Hari Jadi Garut ka-213. Mugia Garut beuki nanjeur, rahayatna waluya, budaya karuhunna tetep dijaga, sarta janten kabupatén anu pinuh ku barokah pikeun Indonésia.” [JB/DN]







