Hari Jadi Garut 2026 Telan Anggaran Rp1,2 Miliar, Analis: Harus Ada Substansi bagi Pengentasan Kemiskinan

Garut513 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM – Pemerintah Kabupaten Garut mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,2 miliar untuk penyelenggaraan Hari Jadi Garut (HJG) dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2026. Alokasi dana yang cukup fantastis untuk sebuah seremoni tahunan ini pun memicu sorotan mengenai relevansi dan efektivitasnya terhadap persoalan mendasar di daerah.

​Analis Kebijakan Publik, Yadi Roqib Jabbar, menegaskan bahwa perayaan hari jadi tidak boleh sekadar menjadi ajang pesta pora yang kehilangan ruh sosial. Ia mendesak agar anggaran miliaran tersebut dikonversi menjadi program yang memiliki dampak langsung terhadap angka kemiskinan yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Kabupaten Garut.

​”Dengan anggaran sebesar Rp1,2 miliar, Hari Jadi Garut harus memiliki substansi terhadap penanganan kemiskinan di Garut. Kita tidak ingin HJG hanya menjadi pesta pora di tengah masih banyaknya warga yang kesulitan secara ekonomi. Harus ada korelasi antara anggaran yang dikeluarkan dengan upaya penurunan angka kemiskinan ekstrem,” ujar Yadi Roqib Jabbar saat memberikan catatan kritis terhadap draf RKPD 2026, Kamis, (29/1).

​Yadi menilai, di tengah keterbatasan fiskal daerah, setiap rupiah yang keluar dari kas daerah harus memiliki azas kemanfaatan yang tinggi bagi masyarakat bawah. Ia berharap rangkaian kegiatan HJG tahun 2026 tidak terjebak pada acara seremonial di pusat kota, melainkan didesain untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui pelibatan UMKM dan bantuan sosial yang tepat sasaran.

Baca Juga:  Kadiskop UKM Garut Raih Penghargaan Nasional dan Tanda Jasa Koperasi

​”Setiap rupiah dari APBD harus memiliki multiplier effect. Jika kegiatan HJG hanya berpusat di pusat kota tanpa memberikan ruang bagi geliat ekonomi di tingkat bawah, maka esensi dari perayaan ulang tahun daerah ini akan hilang. Pemerintah harus berani menggeser pola lama ke arah kegiatan yang lebih produktif dan menyentuh akar persoalan sosial,” tambahnya.

​Berdasarkan data yang dihimpun, anggaran Rp1,2 miliar tersebut dikelola di bawah pos Sekretariat Daerah Kabupaten Garut dan bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU). Selain anggaran utama tersebut, terdapat pula pagu pendukung untuk peringatan hari besar daerah lainnya sebesar Rp500 juta.

​Publik kini menaruh harapan agar momentum HJG 2026 tidak hanya menyisakan tumpukan sampah sisa perayaan, namun benar-benar menjadi titik balik bagi perbaikan ekonomi warga Garut sesuai dengan visi daerah yang direncanakan. [JB/Red]

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *