Hasil Polling Calon Sekda Garut: Bambang Hafidz Unggul Tipis, Persaingan Menuju Seleksi Terbuka Semakin Memanas

Garut459 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM – Dinamika bursa calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut terus bergulir. Hasil polling opini publik yang digelar pada periode 10 Februari hingga 10 Maret baru saja dirilis, menempatkan sejumlah nama birokrat senior dalam posisi persaingan yang ketat.

Dalam polling yang diselenggarakan oleh platform media sosial Just Info Garut, Drs. Bambang Hafidz, M.Si. berhasil menduduki posisi puncak dengan raihan 38,75 persen (217 suara). Menyusul di posisi kedua, Dr. Agus Ismail, S.T., M.T. memperoleh dukungan sebesar 32,86 persen (184 suara), sementara dr. Hj. Leli Yuliani, M.M./M.Kes. mengantongi 26,79 persen (150 suara). Sisanya, sebanyak 1,61 persen responden memilih opsi tidak tahu.

Pengelola platform Just Info Garut, Yadi Roqib Jabbar, menyatakan bahwa antusiasme masyarakat dalam memantau bursa calon pemimpin birokrasi ini cukup tinggi. Hal ini mencerminkan harapan besar publik terhadap sosok yang akan membantu jalannya roda pemerintahan daerah ke depan.

Hasil polling ini menjadi gambaran awal sebelum dimulainya tahapan formal. Kabar terbaru menyebutkan bahwa sedikitnya sudah ada lima kandidat yang diprediksi siap bertarung dalam seleksi terbuka (open bidding) yang dijadwalkan akan digelar pada Juli 2026 mendatang.

Guna memetakan kembali aspirasi publik terhadap formasi kandidat yang lebih lengkap, pihak penyelenggara akan segera membuka polling periode berikutnya dalam waktu dekat.

Baca Juga:  PDIP Walk Out dari Paripurna DPRD Garut, Dadan Wahdiansyah: “Ada Apa? Ini Pengkerangkengan Terhadap PDIP”

“Polling selanjutnya akan melibatkan nama-nama yang lebih luas, seiring dengan semakin dekatnya waktu seleksi terbuka. Ini adalah bagian dari partisipasi publik untuk ikut memantau figur-figur potensial,” ujar Yadi, Sabtu, (18/4/2026).

Siapakah yang nantinya akan mengemban amanah sebagai panglima ASN di Kabupaten Garut? Partisipasi masyarakat melalui polling ini diharapkan dapat memberikan warna bagi proses demokrasi dan transparansi birokrasi di tingkat daerah. [***/JB]

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *