GARUT, JABARBICARA.COM — Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Ai Sadidah, akhirnya angkat bicara terkait sorotan publik atas kegiatan wisata rombongan kepala sekolah dan operator sekolah di salah satu kecamatan di Garut yang dikaitkan dengan “dugaan praktik komitmen fee pengadaan buku”.
Menanggapi informasi yang beredar, Ai Sadidah mengaku baru mengetahui adanya polemik tersebut setelah membaca pemberitaan media.
“Waalaikum salam, Alhamdulillah. Terkait yang dipertanyakan, saya baru tahu infonya dari media. Di kecamatan mana itu kang?” ujar Ai Sadidah saat dikonfirmasi media, Sabtu (9/5/2026).
Setelah diinformasikan mengenai kecamatan yang dimaksud dalam pemberitaan, Ai Sadidah kembali menegaskan bahwa pihaknya belum menerima laporan ataupun informasi resmi terkait kegiatan tersebut.
“Iya, saya tidak tahu sama sekali kalau tidak dikabari dari media,” katanya. Meski demikian, ia memastikan akan segera melakukan penelusuran dan koordinasi internal guna memastikan duduk persoalan sebenarnya.
“Saya akan follow up dulu ya kang,” singkatnya.
Disdik: Wisata di Luar Jam Kerja Tidak Masalah, Namun Akan Dicek Faktanya
Terkait kegiatan wisata kepala sekolah dan operator sekolah yang disebut berlangsung pada akhir pekan, Ai Sadidah menilai secara prinsip tidak menjadi persoalan selama tidak mengganggu tugas kedinasan maupun jam kerja.
“Sepanjang dilakukan tidak melanggar jam kerja dan sebagainya, ya tidak masalah. Kalau dicek informasinya mereka berangkat Jumat malam ya? Berarti bukan di jam kerja,” ujarnya.
Meski demikian, Ai Sadidah menegaskan pihaknya tetap akan mengonfirmasi sejumlah hal lain, terutama terkait dugaan yang sebelumnya mencuat dan telah diberitakan media mengenai kemungkinan adanya keterkaitan perjalanan wisata dengan komitmen “fee pengadaan buku di sekolah-sekolah”.
“Tapi saya akan konfirmasi dulu beberapa hal lainnya terkait yang diinfokan sebelumnya,” tambahnya.
Sorotan Dugaan Komitmen Fee Masih Menunggu Klarifikasi
Sebelumnya, publik menyoroti kegiatan wisata rombongan kepala sekolah dan operator sekolah di salah satu kecamatan di Garut yang disebut berlangsung selama tiga hari dua malam ke salah satu objek wisata di wilayah Jawa Barat.
Kegiatan tersebut menjadi perhatian setelah muncul dugaan sumber pembiayaan perjalanan berkaitan dengan dugaan praktik komitmen fee dalam pengadaan buku di lingkungan pendidikan. Namun hingga kini, dugaan tersebut masih berupa informasi awal dan belum ada pembuktian maupun keterangan resmi dari pihak terkait.
Sejumlah pemerhati kebijakan publik mendorong adanya klarifikasi terbuka dan evaluasi terhadap mekanisme pengadaan buku di lingkungan pendidikan untuk memastikan tidak ada praktik yang bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
Di sisi lain, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut melalui Bidang Sekolah Dasar menyatakan akan melakukan penelusuran lebih lanjut guna memperoleh informasi yang utuh dan berimbang terkait polemik yang berkembang di masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak rombongan kepala sekolah maupun operator sekolah terkait dugaan yang berkembang tersebut. (JB/RF)








