GARUT, JABARBICARA.COM – Gelaran Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) tingkat Kecamatan Karangpawitan Tahun 2026 berlangsung meriah dan penuh semangat. Kegiatan yang digelar pada Rabu, 13 Mei 2026 itu menjadi panggung unjuk bakat religius bagi ratusan siswa sekolah dasar dari 60 sekolah se-Kecamatan Karangpawitan.
Pusat kegiatan dipadati peserta sejak pagi hari di Gedung PGRI Kecamatan Karangpawitan dan lingkungan SMP PGRI Karangpawitan. Sejumlah fasilitas dimanfaatkan sebagai arena perlombaan, mulai dari ruang kelas, Gedung Olahraga (GOR), masjid, hingga beberapa ruangan lain di kompleks PGRI yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing cabang lomba.
Suasana kompetisi terasa begitu hidup.
Di satu sudut, lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar menggema dari peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Di ruang lain, tepuk tangan penonton pecah saat peserta pildacil tampil penuh percaya diri menyampaikan pesan dakwah. Sementara arena Lomba Cerdas Cermat (LCC) dipenuhi ketegangan saat peserta saling berebut menjawab pertanyaan keislaman.
Ketua Panitia Pelaksana Herman Hermawan, yang juga Ketua KKG PAI Kecamatan Karangpawitan sekaligus Kepala SDN 4 Suci Karangpawitan Garut, menyampaikan bahwa Pentas PAI tahun ini diikuti 60 sekolah dasar yang terdiri dari 56 SD negeri dan 4 SD swasta.
“Alhamdulillah, pelaksanaan Pentas PAI tingkat Kecamatan Karangpawitan hari ini berjalan lancar dan penuh antusias. Kegiatan ini menjadi ruang pembinaan sekaligus motivasi bagi siswa untuk meningkatkan kemampuan di bidang Pendidikan Agama Islam,” ujarnya.
Berbagai cabang lomba dipertandingkan dalam kegiatan tersebut, di antaranya kaligrafi, Lomba Cerdas Cermat (LCC), pildacil, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), tata cara ibadah salat, salat berjamaah, Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), qosidah, serta lomba adzan.
Masing-masing lomba memiliki karakter dan indikator penilaian tersendiri. Pada cabang MTQ, dewan juri menilai kemampuan peserta dari aspek tajwid, makharijul huruf, fasohah, serta penguasaan irama tilawah. Di lomba MHQ, peserta dituntut memiliki kekuatan hafalan, kelancaran membaca ayat, dan konsistensi bacaan.
Sementara di lomba pildacil, kemampuan komunikasi menjadi perhatian utama, mulai dari teknik vokal, intonasi, ekspresi, penguasaan materi dakwah, hingga keberanian tampil di depan publik. Pada lomba kaligrafi, keindahan goresan huruf Arab, komposisi, kreativitas, dan tingkat kerapihan menjadi bagian dari penilaian.
Untuk lomba tata cara ibadah salat dan salat berjamaah, peserta diuji mengenai ketepatan gerakan, bacaan, adab berjamaah, serta sinkronisasi antara imam dan makmum.
Jumlah peserta yang mengikuti setiap cabang lomba pun cukup signifikan.
LCC diikuti 53 peserta, pildacil putra 22 peserta dan putri 38 peserta, MTQ putra 19 peserta dan putri 18 peserta, MHQ putra 23 peserta dan putri 36 peserta, kaligrafi putra 19 peserta dan putri 42 peserta, lomba salat 51 peserta, qosidah 6 grup, dan lomba adzan sebanyak 55 peserta.
Tak hanya menghadirkan atmosfer kompetisi religius, kegiatan ini juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) terlihat memenuhi area sekitar Gedung PGRI dan SMP PGRI Karangpawitan dengan berbagai jajanan anak, makanan ringan, hingga minuman segar.
Ramainya peserta, guru pendamping, dan penonton menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang yang tampak sibuk melayani pembeli sepanjang kegiatan berlangsung.
Menurut Herman, persiapan Pentas PAI dilakukan secara serius. Panitia telah melakukan perencanaan sejak tiga bulan lalu, sementara persiapan teknis dilaksanakan intensif selama satu bulan terakhir agar kegiatan berjalan optimal.
Ia menegaskan, para juara pertama dari setiap cabang lomba nantinya akan menjadi delegasi Kecamatan Karangpawitan pada Pentas PAI tingkat Kabupaten Garut yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Mei 2026.
Adapun pembiayaan kegiatan bersumber dari biaya pendaftaran peserta dengan nominal Rp30 ribu hingga Rp50 ribu. Secara keseluruhan, anggaran pelaksanaan Pentas PAI tahun ini mencapai sekitar Rp15 juta.
“Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kualitas siswa maupun guru PAI di Kecamatan Karangpawitan. Semoga semakin termotivasi untuk terus meningkatkan mutu pendidikan agama Islam,” kata Herman.
Lebih dari sekadar perlombaan, Pentas PAI Karangpawitan 2026 menjadi cermin semangat bersama dalam mencetak generasi muda Islami yang cerdas, kreatif, berkarakter, serta siap membawa nama baik Karangpawitan di tingkat Kabupaten Garut. ( JB/RF)










