GARUT,JABARBICARA.COM- Pemandangan mengundang rasa iba sekaligus keprihatinan terlihat di kawasan Pasar Wanaraja, Kabupaten Garut. Seorang pria tua lanjut usia penyandang disabilitas fisik (tanpa daksa), yang hingga kini belum diketahui identitasnya, tampak berkeliling pasar sambil meminta bantuan kepada para pedagang.
Dengan kondisi tubuh renta dan langkah yang tertatih akibat faktor usia serta keterbatasan fisik, pria lansia tersebut mendatangi satu per satu pedagang yang biasa berjualan di Pasar Wanaraja. Namun, bukan hanya uang receh yang diminta. Kepada beberapa pedagang, ia terkadang meminta makanan atau beras dengan alasan untuk kebutuhan makan di rumah.
Keberadaan pria tua tersebut memunculkan dua sisi reaksi di tengah masyarakat pasar. Sebagian pedagang mengaku tersentuh dan merasa iba, sementara sebagian lainnya mengaku khawatir akan keselamatan pria lansia itu di tengah hiruk-pikuk aktivitas pasar yang sangat padat, terutama pada pagi hari. “Kasihan, kadang minta nasi atau beras, bukan cuma uang. Tapi kami juga khawatir karena jalannya susah, takut terserempet kendaraan,” ujar salah seorang pedagang yang meminta namanya dirahasiakan. Minggu 17/05/2026.
Informasi yang beredar di lingkungan pasar menyebut pria lansia tanpa daksa itu diduga berasal dari wilayah Panyaweyan, Desa Sukamulya, Kecamatan Pangatikan. Namun, hingga kini identitas dan alamat pastinya belum dapat dipastikan. Situasi semakin menjadi perhatian setelah video singkat berdurasi sekitar satu menit beredar di kalangan pedagang Pasar Wanaraja. Dalam video itu, tampak pria lanjut usia tersebut meminta pertolongan agar diseberangkan jalan di tengah padatnya arus kendaraan.
Di saat bersamaan, Anggota Polsek Wanaraja , Bhabinkamtibmas Desa Wanamekar, Aiptu Heri, tengah melaksanakan patroli sekaligus membantu pengaturan lalu lintas di sekitar Pasar Wanaraja yang dikenal kerap padat bahkan macet pada jam sibuk.
Melihat kondisi pria lanjut usia tersebut, Aiptu Heri dengan sigap langsung membantu dan menyeberangkannya dari arah Pasar Wanaraja menuju seberang jalan guna menghindari risiko kecelakaan di tengah arus kendaraan yang ramai.
Saat dikonfirmasi media melalui WhatsApp, Aiptu Heri membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa pria lansia tanpa daksa itu meminta bantuan untuk diseberangkan ketika lalu lintas sedang cukup padat.
Aksi humanis anggota Polsek Wanaraja itu pun menuai pujian dari masyarakat. Banyak warga menilai tindakan sederhana namun penuh empati tersebut menjadi gambaran nyata kehadiran aparat kepolisian yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir melayani dan mengayomi masyarakat kecil.
Di balik kisah ini, muncul pesan penting bagi keluarga yang memiliki orang tua lanjut usia, terlebih dengan kondisi keterbatasan fisik. Perhatian, pengawasan, dan perlindungan terhadap aktivitas mereka perlu ditingkatkan agar para lansia tidak berada dalam situasi yang membahayakan keselamatan diri.
Jangan sampai keterbatasan usia membuat para orang tua kehilangan perhatian, hingga akhirnya berjalan sendiri di tengah keramaian dan menjadi perbincangan luas di masyarakat maupun jagat maya.(JB/RF)







