ULTIMATUM ORMAS MANGGALA GARUDA PUTIH: Evaluasi Kadisdik Garut atau Hadapi Gelombang Aksi Massa

Garut, Pendidikan186 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM – Sorotan publik terhadap kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Garut semakin tajam. Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Manggala Garuda Putih Kabupaten Garut secara terbuka mendesak Bupati Garut untuk segera melakukan evaluasi objektif dan menyeluruh terhadap Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Garut menyusul berbagai polemik yang terus menjadi perbincangan masyarakat.

Wakil Ketua Ormas Manggala Garuda Putih Kabupaten Garut, Mamet, mengaku pihaknya telah lama mencermati berbagai pemberitaan media serta keluhan masyarakat terkait tata kelola pendidikan di Kabupaten Garut.

Jbr3
Jbr4
Jbr1
Jbr yudi

“Kami sudah banyak melihat dan memantau pemberitaan online. Ini menjadi perbincangan hangat di kalangan aktivis terkait tata kelola, manajerial, dan kepemimpinan Kadisdik Garut. Banyak persoalan muncul dan hingga hari ini belum terlihat penyelesaian yang benar-benar mampu menjawab keresahan masyarakat,” ujar Mamet kepada wartawan.

Menurutnya, berbagai polemik yang mencuat menjadi indikator bahwa sektor pendidikan membutuhkan pembenahan serius, termasuk evaluasi terhadap kepemimpinan di Dinas Pendidikan.

Ia menegaskan, pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan daerah yang tidak boleh dikelola secara biasa-biasa saja. Terlebih, Kabupaten Garut tengah menghadapi tantangan besar dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.

“Pendidikan bukan urusan sepele. Ini menyangkut masa depan generasi Garut. Ketika masyarakat terus disuguhi berbagai persoalan pendidikan, maka wajar jika publik mempertanyakan efektivitas kepemimpinan yang ada saat ini,” katanya.

Mamet menyebut sejumlah isu yang berkembang di ruang publik, mulai dari tata kelola birokrasi, polemik di lingkungan pendidikan, hingga dugaan lemahnya komunikasi dengan berbagai pihak, telah memunculkan krisis kepercayaan terhadap kinerja Dinas Pendidikan.

Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan dilandasi sentimen pribadi, melainkan merupakan respons atas dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.

“Kami berbicara berdasarkan fakta-fakta yang beredar dan menjadi konsumsi publik. Kalau memang ada evaluasi dan perbaikan yang dilakukan, silakan dibuktikan kepada masyarakat. Namun jika persoalan terus berulang, maka tentu publik akan terus mempertanyakan kepemimpinannya,” tegasnya.

Ormas Manggala Garuda Putih juga meminta Bupati Garut agar tidak menutup mata terhadap berbagai aspirasi masyarakat. Menurut mereka, seorang kepala dinas harus memiliki kepemimpinan yang kuat, responsif, serta kemampuan manajerial yang memadai dalam menyelesaikan persoalan yang muncul.

“Kami meminta Bupati Garut untuk segera melakukan evaluasi secara objektif dan menyeluruh. Jangan sampai sektor pendidikan yang sangat vital ini justru menjadi beban bagi visi pembangunan daerah,” ujar Mamet.

Bahkan, Mamet melontarkan pernyataan keras apabila tuntutan tersebut tidak mendapat respons dari pemerintah daerah.

“Sekali lagi saya tegaskan, mau lengser sendiri atau kami lengserkan. Jika aspirasi masyarakat tidak didengar dan berbagai persoalan pendidikan terus dibiarkan, kami siap turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi sebagai bentuk kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan,” katanya.

Menurutnya, aksi demonstrasi merupakan hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum sekaligus bentuk kepedulian terhadap masa depan pendidikan di Kabupaten Garut.

Ormas Manggala Garuda Putih berharap Pemerintah Kabupaten Garut segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki tata kelola pendidikan serta mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan.

“Kami tidak sedang mencari panggung. Kami ingin pendidikan Garut lebih baik. Jika memang ada yang harus dievaluasi demi kemajuan pendidikan, maka evaluasi itu harus dilakukan secara terbuka dan objektif,” pungkas Mamet.

Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan pernyataan narasumber dari Ormas Manggala Garuda Putih Kabupaten Garut. Sesuai prinsip keberimbangan dalam karya jurnalistik, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Garut maupun Pemerintah Kabupaten Garut memiliki hak jawab dan ruang klarifikasi atas berbagai pernyataan yang disampaikan dalam pemberitaan ini. Redaksi terbuka untuk memuat tanggapan dari pihak terkait guna memenuhi asas cover both sides. (JB/RF)

Baca Juga:  Polsek Samarang Laksanakan Gatur Pagi, Bantu Anak Sekolah Menyeberang Jalan dengan Aman

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *