GARUT, JABARBICARA.COM – Ratusan guru yang didominasi oleh pendidik perempuan dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Garut memadati Gedung Serbaguna SMP Negeri 2 Garut, Jalan Ahmad Yani, Garut Kota, Sabtu (18/7/2026), untuk mengikuti Temu Pendidik Nusantara (TPN) XIII.
Kegiatan yang mengusung tema “Cita-cita Kolektif: Kewargaan Desa Dunia” ini diselenggarakan oleh Guru Belajar Foundation bekerja sama dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Garut sebagai wadah berbagi praktik baik, memperkuat kompetensi pendidik, sekaligus membangun kolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Meski menjadi agenda pendidikan berskala nasional, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Asep Wawan Budiman, S.Pd., M.Si., tidak hadir. Dinas Pendidikan Kabupaten Garut diwakili oleh Dr. Ajang Rusmana, M.Pd., selaku Kasi SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Garut , yang juga menjadi salah satu narasumber pada sesi Bincang Pendidikan.
Sementara itu, kegiatan dihadiri dan dibuka oleh Bupati Garut, Dr. Ir. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., IPU. yang hadir langsung memberikan sambutan serta arahan kepada para peserta.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga oleh keluarga, terutama peran seorang ibu dalam membentuk karakter dan kecerdasan anak.
“Hari ini saya sengaja hadir di Temu Pendidik Nusantara karena saya memandang forum seperti ini sangat penting. Sebelum datang saya sempat mencari informasi mengenai Indonesia Mengajar dan Temu Pendidik Nusantara melalui media sosial. Menurut saya, kegiatan seperti ini merupakan wujud nyata demokrasi, ketika masyarakat memiliki ruang untuk berkumpul, berdiskusi, dan berkolaborasi demi kemajuan pendidikan,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Syakur Amin juga menyoroti pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang masih menyisakan berbagai persoalan.
“Saya sudah mengingatkan bahwa praktik-praktik yang tidak sesuai aturan tidak boleh terjadi. Sangat disayangkan apabila ada anak yang sebenarnya berhak justru tidak diterima, sementara yang tidak memenuhi ketentuan malah dipaksakan masuk. Sekolah harus menjadi tempat pertama yang mengajarkan kejujuran kepada peserta didik,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Garut akan menugaskan Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan terhadap sekolah-sekolah yang terindikasi melakukan pelanggaran dalam pelaksanaan SPMB.
Selain itu, Bupati mengungkapkan bahwa hasil Tes Kompetensi Akademik peserta didik di Kabupaten Garut masih memerlukan perhatian serius. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan guru harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi.
“Peningkatan kompetensi guru harus menjadi prioritas. Literasi dan numerasi peserta didik masih perlu ditingkatkan. Karena itu saya meminta Dinas Pendidikan memperbanyak pelatihan yang benar-benar memberikan dampak nyata,” katanya.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Garut akan bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) untuk memberikan pelatihan kepada sekitar 400 guru, terutama dalam penguatan kompetensi numerasi.
Di akhir sambutannya, Bupati kembali mengingatkan agar setiap program peningkatan kapasitas guru menghasilkan perubahan yang nyata.
“Jangan sampai pelatihan hanya menjadi kegiatan seremonial. Harus ada output dan outcome yang jelas. Jika kompetensi guru tidak meningkat, maka kualitas peserta didik akan semakin tertinggal,” pungkasnya.
Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Garut, Ita Octavia R.K., S.Ag., M.Pd.I., mengatakan bahwa TPN XIII menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya belajar, berbagi, dan berkolaborasi di kalangan pendidik demi menciptakan pendidikan yang lebih adaptif dan inovatif.
Sementara itu, Melissa Marlienia, selaku Finance Coordinator Guru Belajar Foundation, yang mewakili panitia pusat dari Jakarta, menyampaikan apresiasi atas antusiasme para guru di Kabupaten Garut yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat.
TPN XIII juga dihadiri sejumlah tamu undangan dari berbagai lembaga pendidikan, di antaranya Dr. Ir. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., IPU. (Bupati Garut), Santy Kurnia Dewi, S.Pd., M.Pd. dari Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI Jawa Barat, Dr. H. Encep Suherman, M.Pd. dari PGRI, Nina Rostiana, S.Pd. selaku Ketua Komunitas Guru Belajar Nusantara (KGBN), serta Karnata Adiwiria, S.Pd.
Pada sesi Bincang Pendidikan di panggung utama, tampil sebagai narasumber Dr. Ajang Rusmana, M.Pd. (Kasi SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Garut), H. Ajat Sudrajat, S.Pd., M.Pd. (Pengawas Kementerian Agama Kabupaten Garut), Anwar Sanusi (Ketua Wilayah IGI Jawa Barat), dan Dr. H. Darwis, M.Pd. selaku tokoh pendidikan sekaligus Pembina IGI Kabupaten Garut.
Sementara itu, pada Kelas Pendidik, para peserta mendapatkan materi dari Nurul Fitri, S.Pd., Rina Faujiah, S.Pd., Siti Maryani, S.Pd., Gr., Ida Rosida, S.Pd., Iska Fatmawati, S.Pd.I., M.Pd., Gr., serta Putri Tifani Sundari, S.Pd., Gr. Berbagai materi yang disampaikan meliputi penguatan literasi, asesmen pembelajaran, pembelajaran berbasis STEM, digitalisasi pembelajaran, hingga inovasi pembelajaran berbasis potensi lokal.
Sedangkan pada Kelas Pemimpin, materi disampaikan oleh Dr. Budi Suhardiman, M.Pd., Popi Nur’azizah, S.Pd.I., Hj. Rd. Elmi Aeni Malik, S.Pd., M.M., Siti Nuraini, S.Pd., M.Pd., Atin Kartinah, M.Pd., dan Darsono, S.Pd., M.Pd. dengan fokus pada kepemimpinan sekolah, penguatan budaya literasi, transformasi digital, serta pengembangan satuan pendidikan yang unggul.
Melalui penyelenggaraan TPN XIII, Guru Belajar Foundation bersama IGI Kabupaten Garut berharap lahir semakin banyak inovasi pembelajaran, kolaborasi lintas sektor, dan praktik-praktik baik yang mampu mendorong peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Garut, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan Indonesia yang berdaya saing global. (JB/RF)










