GARUT, JABARBICARA.COM – Kontingen Kabupaten Garut berhasil mengharumkan nama daerah pada ajang Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Dasar Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 yang digelar di Asrama Haji Kota Bekasi pada 17–18 Juli 2026. Dari 26 peserta yang mewakili Garut, sejumlah siswa sukses meraih prestasi membanggakan di berbagai cabang lomba.
Pentas PAI tingkat provinsi yang diikuti 672 peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat tersebut menjadi ajang bergengsi bagi siswa sekolah dasar untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, sekaligus karakter religius dalam bidang Pendidikan Agama Islam.
Prestasi terbaik diraih kontingen Garut melalui Rafi Muhammad Hanafi dari SDN 1 Cisurupan yang berhasil meraih Juara 1 Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Putra. Sementara Ina Yatul Ula dari SDN 1 Sukawangi, Kecamatan Singajaya, juga tampil gemilang dengan menyabet Juara 1 Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Putri.
Tak hanya itu, Abidzar Qiyadatussalam Al-Qorni dari SDN 1 Karyajaya, Kecamatan Bayongbong, berhasil meraih Juara 2 Da’i Cilik Putra, sedangkan Fikri Muhammad Yasir dari SDN 2 Mekarsari, Kecamatan Selaawi, memperoleh Juara 2 Kaligrafi Putra.
Pada cabang Praktik Salat Berjamaah, tim dari SDN 3 Cimuncang, Garut Kota, yang diperkuat Muhamad Husnul Huluk, Muhammad Zikri Akbar Hamizan, dan Mouza Annadofatunnisa, berhasil meraih Juara Harapan 3.
Sementara itu, Muhammad Soleh dari SDN 1 Mekarmukti, Kecamatan Cilawu, turut menyumbangkan prestasi dengan meraih Juara Harapan 2 Lomba Praktik Adzan.
Saat dihubungi melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, Kepala Seksi Kelembagaan dan Kesiswaan Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Beni Hadi Saputra, S.Pd., M.M., mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian para peserta didik yang telah membawa nama baik Kabupaten Garut di tingkat Provinsi Jawa Barat.
Menurutnya, target utama penyelenggaraan Pentas PAI bukan semata-mata mengejar gelar juara, melainkan membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta memiliki karakter yang kuat melalui kegiatan yang positif dan kompetitif.
“PENTAS PAI 2026 menjadi wadah bagi siswa untuk menampilkan bakat, kreativitas, dan kemampuan di bidang Pendidikan Agama Islam, sekaligus menanamkan nilai sportivitas, disiplin, percaya diri, dan kebersamaan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang pembinaan serta seleksi peserta terbaik yang akan mewakili daerah pada jenjang berikutnya,” ujar Beni.
Ia berharap seluruh peserta memperoleh pengalaman belajar yang bermakna, sehingga tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga semakin mencintai nilai-nilai agama dan mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Bagi kami, PENTAS PAI bukan sekadar perlombaan, tetapi merupakan sarana pembinaan karakter, penguatan nilai-nilai keagamaan, pengembangan talenta peserta didik, sekaligus penjaringan bibit-bibit unggul yang akan membawa nama Kabupaten Garut ke tingkat yang lebih tinggi,” tambahnya.
Keberhasilan kontingen Garut pada Pentas PAI Jawa Barat 2026 menjadi bukti bahwa pembinaan pendidikan agama di sekolah dasar terus menunjukkan hasil yang positif. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus meningkatkan kemampuan, memperkuat akhlak, serta mengukir prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Garut di masa mendatang. (JB/RF)











