DARI LAPANGAN UPACARA SMPN 1 WANARAJA, CAMAT FAHMI FAUZI TITIP PESAN: BELAJAR, BERPRESTASI, JAUHI BULLYING!

Garut, Pendidikan87 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM — Lapangan SMPN 1 Wanaraja, Kabupaten Garut, Senin (14/9/2026), menjadi ruang penyampaian pesan penting bagi generasi muda. Dalam upacara bendera yang berlangsung berbeda dari biasanya, Camat Wanaraja H. Fahmi Fauzi, S.STP., M.Si., M.Ak. tampil langsung sebagai inspektur upacara.

Upacara tersebut diikuti jajaran Forkopimcam Wanaraja, Kanit Binmas Polsek Wanaraja, Bhabinkamtibmas, Babinsa, para guru, serta seluruh siswa-siswi SMPN 1 Wanaraja.

Idwan HUTRI

Momentum tersebut juga menjadi istimewa bagi Fahmi Fauzi karena bertepatan dengan genap satu tahun dirinya menjalankan tugas sebagai Camat Wanaraja.

Dalam amanatnya, Fahmi tidak hanya berbicara mengenai kedisiplinan siswa, tetapi juga mengajak para pelajar memandang jauh ke depan. Menurutnya, perubahan lingkungan dan terbukanya peluang kerja sama dengan pihak luar menuntut generasi muda memiliki pengetahuan, keterampilan, karakter, serta kesiapan yang kuat.

Hari ini genap satu tahun saya bertugas di Kecamatan Wanaraja. Kami memiliki tanggung jawab sekaligus kekhawatiran terhadap masa depan anak-anak Wanaraja,” ujar Fahmi.

Ia mengungkapkan, selama menjalankan tugas di Wanaraja, terdapat warga negara asing dari Jepang dan Spanyol yang datang untuk menjajaki kerja sama.

Menurut Fahmi, kondisi tersebut harus menjadi pemacu bagi para pelajar untuk meningkatkan kualitas diri.

Baca Juga:  Sekjen Brigade Rakyat Prihatin Kasus Pencabulan Anak di Garut, Pertanyakan Alokasi Anggaran Perlindungan Anak

Apa artinya? Kalian sebagai siswa harus mempersiapkan diri menyambut mereka. Tingkatkan pengetahuan, tingkatkan belajar. Kalau ingin sukses, persiapkan diri sejak sekarang,” tegasnya.

Visi Sekolah Harus Dibuktikan, Bukan Sekadar Diucapkan

Fahmi kemudian menyoroti visi SMPN 1 Wanaraja yang menurutnya sudah sangat baik. Namun, visi tersebut harus diterjemahkan dalam perilaku dan prestasi nyata para siswa.

Ia mengingatkan bahwa nilai beriman, berprestasi, religius, dan inovatif tidak boleh berhenti sebagai tulisan yang terpampang di lingkungan sekolah.

Beriman atau percaya kepada Tuhan Yang Maha Pencipta. Gantungkan cita-cita kalian melalui doa dan ikhtiar,” katanya.

Fahmi juga mengingatkan sejarah SMPN 1 Wanaraja yang telah melahirkan generasi-generasi sukses.

Sejarah mencatat SMPN 1 Wanaraja melahirkan generasi-generasi sukses. Jangan sampai reputasi SMPN 1 Wanaraja menurun karena tidak belajar,” ujarnya.

Ia bahkan mengajak para siswa melakukan evaluasi terhadap dirinya masing-masing.

Visi kedua adalah berprestasi. Apa prestasi kalian? Coba tanya diri sendiri, sudah berprestasi atau belum? Sibukkan diri dengan belajar agar bisa berprestasi,” pesannya.

Pergaulan Jangan Sampai Mengganggu Masa Depan

Pesan Fahmi kemudian menyentuh persoalan pergaulan remaja. Ia meminta para siswa menjaga diri, menjauhi perilaku negatif, serta tidak membiarkan pergaulan mengganggu proses pendidikan.

Baca Juga:  KEKOSONGAN JABATAN DISOROT TAJAM! JAJANG SAEPULOH DESAK PEMKAB GARUT BUKA DATA DAN PASTIKAN ASN BERBASIS MERIT

Dalam suasana yang sempat mencair, Fahmi bertanya kepada para siswa mengenai salah satu hal yang harus mereka jauhi.

Ketika siswa secara spontan menjawab “pacaran”, Fahmi memberikan respons yang mengundang perhatian sekaligus mengandung pesan agar para pelajar tidak kehilangan fokus terhadap pendidikan.

Kalau ingin sukses, belajar. Belajarlah sekuat tenaga sesuai kemampuan kalian. Berolahraga dan jangan terlalu sibuk dengan media sosial,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ucapan dan sikap terhadap orang lain.

Menurutnya, kemampuan akademik harus berjalan seiring dengan kemampuan membangun hubungan sosial yang sehat.

Kalian harus bisa berempati. Jangan sampai mengeluarkan kata-kata dan sikap yang menyakiti orang lain. Tidak sedikit perselisihan berawal dari sikap dan kata-kata,” katanya.

Fahmi juga meminta para siswa memperbaiki sikap terhadap orang tua dan keluarga serta tidak melupakan doa mereka sebagai bagian dari ikhtiar meraih kesuksesan.

Tegas Soal Bullying: Teman Harus Saling Menghormati

Salah satu pesan yang mendapat perhatian serius adalah mengenai bullying atau perundungan di lingkungan sekolah.

Fahmi meminta seluruh siswa menjaga pola interaksi dan tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk merendahkan atau menyakiti teman.

Hindari bullying. Jaga pola interaksi. Satu sama lain adalah saudara. Harus saling menghormati dan menjaga satu sama lain,” tegasnya.

Baca Juga:  Pelantikan Pengurus DPP IKA UII & DPW Jakarta IKA UII Periode 2025-2030

Pesan tersebut menjadi penting di tengah tantangan dunia pendidikan yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kesehatan hubungan sosial antarpelajar.

Di penghujung amanat, Fahmi memastikan kesiapan para siswa untuk menjalankan pesan yang disampaikannya.

Siap?” tanya Fahmi.

Serentak para siswa menjawab lantang, “SIAP!”

Ikrar Pelajar Jadi Penguat Karakter

Selain amanat Camat Wanaraja, upacara juga diisi dengan pembacaan janji dan ikrar pelajar SMPN 1 Wanaraja yang memuat nilai-nilai visi dan misi sekolah.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menegaskan kembali bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak siswa yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga generasi yang beriman, berprestasi, religius, inovatif, berkarakter, serta mampu menghargai sesama.

Kehadiran unsur Forkopimcam Wanaraja dalam kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat kewilayahan, sekolah, guru, dan peserta didik dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.

Pesan yang disampaikan Fahmi Fauzi pada akhirnya bermuara pada satu hal: masa depan Wanaraja tidak hanya ditentukan oleh pembangunan hari ini, tetapi juga oleh kualitas generasi muda yang sedang ditempa di bangku sekolah.(JB/RF)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *