GARUT, JABARBICARA.COM – Upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Garut terus berjalan. Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 di SDN 1 Giriawas, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, dilaporkan telah mencapai progres 59 persen, dengan total anggaran sebesar Rp924.944.000 yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026.
Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih representatif, nyaman, dan mendukung kegiatan belajar mengajar. Melalui revitalisasi tersebut, sejumlah fasilitas sekolah diperkuat, mulai dari ruang kelas, ruang perpustakaan, ruang guru, hingga kamar mandi/WC.
Dengan progres yang telah mencapai lebih dari separuh target pekerjaan, pelaksanaan pembangunan diharapkan terus berjalan sesuai jadwal, dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi, transparansi penggunaan anggaran, dan keselamatan kerja.
ANGGARAN Rp924 JUTA UNTUK PENGUATAN FASILITAS SEKOLAH
Berdasarkan informasi pada papan proyek, revitalisasi SDN 1 Giriawas mencakup empat komponen pekerjaan dengan rincian anggaran sebagai berikut:
- Pembangunan ruang kelas: Rp640.178.000.
- Pembangunan ruang perpustakaan: Rp110.263.000.
- Pembangunan ruang guru: Rp142.374.000.
- Pembangunan kamar mandi/WC: Rp32.159.000.
Total anggaran yang dialokasikan mencapai Rp924.944.000, dengan waktu pelaksanaan Oktober hingga Desember 2026.
Peningkatan fasilitas tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik dan tenaga pendidik. Ruang kelas yang memadai dapat menunjang proses pembelajaran, perpustakaan dapat memperkuat budaya literasi, sementara ruang guru dan fasilitas sanitasi yang layak menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih nyaman.
Pembangunan ini bukan sekadar memperbarui bangunan fisik, melainkan juga menjadi investasi jangka panjang untuk mendukung mutu pendidikan.
PROGRES 59 PERSEN, P2SP BERPERAN DALAM PELAKSANAAN
Dalam pelaksanaan program revitalisasi tersebut, Herdi bertindak sebagai Ketua Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).
P2SP memiliki peran penting dalam pelaksanaan kegiatan sesuai ketentuan program, termasuk memastikan tahapan pembangunan berjalan tertib, pekerjaan dilaksanakan sesuai perencanaan, serta penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan.
Progres 59 persen menjadi tahapan penting yang perlu terus dikawal hingga seluruh pekerjaan rampung. Pencapaian tersebut perlu diikuti dengan pengendalian mutu, ketepatan waktu, serta keterbukaan informasi mengenai pelaksanaan kegiatan.
Keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh cepatnya pekerjaan diselesaikan, tetapi juga oleh kualitas hasil akhir dan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Karena itu, koordinasi antara P2SP, pihak sekolah, komite sekolah, dan pihak terkait menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan revitalisasi.
KUALITAS BANGUNAN DAN KESELAMATAN KERJA TETAP MENJADI PRIORITAS
Selain mengejar target progres fisik, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) perlu menjadi perhatian utama selama pembangunan berlangsung.
Penggunaan alat pelindung diri (APD) sesuai risiko pekerjaan, pengamanan area konstruksi, penataan material, serta perlindungan terhadap warga sekolah merupakan bagian penting dari pelaksanaan pembangunan yang bertanggung jawab.
Mengingat kegiatan berlangsung di lingkungan sekolah dasar, pengaturan area kerja harus diperhatikan agar aktivitas konstruksi tidak menimbulkan risiko bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
Pengawasan yang konsisten juga diperlukan untuk memastikan hasil pembangunan sesuai dengan perencanaan dan anggaran yang telah ditetapkan.
Dengan demikian, revitalisasi tidak hanya menghasilkan fasilitas yang lebih baik, tetapi juga berlangsung melalui proses yang aman, tertib, dan akuntabel.
HARAPAN BARU BAGI DUNIA PENDIDIKAN DI CIKAJANG
Revitalisasi SDN 1 Giriawas diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat sarana pendidikan di Kecamatan Cikajang. Fasilitas yang semakin memadai diharapkan mampu menunjang kegiatan belajar mengajar sekaligus menciptakan suasana sekolah yang lebih kondusif.
Dengan progres yang dilaporkan mencapai 59 persen, masyarakat berharap pembangunan dapat diselesaikan sesuai jadwal, dengan mutu pekerjaan yang terjaga dan pemanfaatan anggaran yang transparan.
Pengawasan bersama dari pihak sekolah, P2SP, pemerintah, dan masyarakat juga penting agar hasil pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi generasi penerus.
Revitalisasi bukan sekadar membangun ruang dan memperbarui fasilitas, melainkan menghadirkan lingkungan pendidikan yang lebih layak, aman, dan mendukung masa depan anak-anak.
Tim Redaksi Jabarbicara.com akan terus mengikuti perkembangan pelaksanaan revitalisasi SDN 1 Giriawas hingga penyelesaian pekerjaan.
(JB/RF)













