PEMUDA BERGERAK, EMAK-EMAK KOMPAK, TOKOH MASYARAKAT BERSATU! KAMPUNG SAGARA GELORAKAN SEMANGAT HUT RI KE-81 LEWAT TABLIGH AKBAR

Garut, Keagamaan217 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM — Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 mulai terasa kuat di Kampung Sagara, Desa Tenjonagara, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut.

Bukan sekadar memasang atribut merah putih, masyarakat Kampung Sagara menunjukkan bahwa momentum kemerdekaan dapat menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, solidaritas, kepedulian sosial, serta kekompakan antarwarga.

Idwan HUTRI

Para pemuda dan pemudi, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga emak-emak turut mengambil bagian dalam mempersiapkan berbagai kegiatan positif untuk menyemarakkan HUT RI ke-81.

Kekompakan tersebut menjadi potret kuatnya semangat gotong royong masyarakat Kampung Sagara. Setiap unsur masyarakat bergerak sesuai perannya, membangun sinergitas demi menghadirkan kegiatan yang tidak hanya meriah, tetapi juga memberikan manfaat bagi warga.

Salah satu kegiatan yang akan digelar yakni Tabligh Akbar bersama Ustadz Nana Gerhana.

Kegiatan tersebut mengusung tema semangat kebangsaan dan keagamaan dengan seruan:

“HADIRI DAN SIYARKAN TABLIGH AKBAR”

Tabligh Akbar ini dilaksanakan dalam rangka menyambut HUT RI ke-81, dengan semangat:

Baca Juga:  Polemik Pungli Wisata Garut: Pengamat Soroti Lemahnya Implementasi UU Pemda dan Transisi Regulasi Kepariwisataan Baru

“Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju!”

Kegiatan dijadwalkan berlangsung pada:

Hari/Tanggal: Jumat, 14 Agustus 2026
Waktu: 15.00 WIB, ba’da Asar
Lokasi: Lapangan Volly Sinar Harapan RW 05
Kampung: Sagara
Desa: Tenjonagara
Kecamatan: Sucinaraja, Kabupaten Garut.

Masyarakat pun diajak hadir bersama keluarga, sahabat dan tetangga untuk meramaikan kegiatan sekaligus mendapatkan ilmu dan siraman rohani yang bermanfaat.

Kekompakan Warga Jadi Kekuatan Sagara

Tokoh masyarakat Kecamatan Sucinaraja sekaligus tokoh pendidikan, Ade Awan Krisnawan, S.Pd., memberikan apresiasi terhadap kekompakan masyarakat Kampung Sagara.

Menurutnya, kehidupan sosial masyarakat di wilayah tersebut menunjukkan kepedulian dan solidaritas yang cukup kuat.

“Kekompakan warga Kampung Sagara Desa Tenjonagara sangat luar biasa. Kepedulian sosial, solidaritas, serta masyarakat yang religius menjadi kekuatan tersendiri,” ujar Ade Awan kepada media.

Ia menilai keterlibatan generasi muda dalam kegiatan sosial dan keagamaan merupakan hal positif yang harus terus didorong.

Sebab, menurutnya, pemuda bukan hanya menjadi penerus, tetapi juga memiliki peran penting sebagai penggerak berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca Juga:  Pasangan Helmi Budiman dan Yudi Lasminingrat dapat Dukungan dari Komunitas Pendukung Kang Uu

“Semoga dengan kegiatan Tabligh Akbar yang diinisiasi para pemuda-pemudi, tokoh agama dan tokoh masyarakat ini dapat membawa dampak positif yang lebih besar ke depannya,” katanya.

Tak Hanya Kompak, Sagara Punya Potensi Alam

Ade Awan juga menyoroti potensi alam yang dimiliki Kampung Sagara dan wilayah Desa Tenjonagara.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah destinasi wisata alam Puncak Sagara yang memiliki panorama dan daya tarik tersendiri.

Menurutnya, potensi tersebut merupakan aset yang perlu dijaga dan dikembangkan secara bersama-sama, sehingga dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Daerah ini kini dikenal hingga mancanegara karena potensi alamnya, salah satunya destinasi wisata alam Puncak Sagara,” ujarnya.

Ia berharap kekuatan sosial masyarakat yang telah terbentuk dapat berjalan beriringan dengan pengembangan potensi wilayah.

Dengan demikian, semangat membangun kampung tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui penguatan sumber daya manusia, kehidupan sosial, keagamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Baca Juga:  Pemkab Garut Gelar Apel Lebih Pagi, Bupati Syakur: Demi Penyegaran dan Family Time Lebih Banyak

Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni

Peringatan HUT RI ke-81 di Kampung Sagara pada akhirnya bukan hanya tentang kemeriahan acara.

Di balik persiapan tersebut terdapat pesan yang jauh lebih besar: kemerdekaan harus diisi dengan persatuan dan kegiatan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Pemuda bergerak. Emak-emak mengambil peran. Tokoh masyarakat merangkul. Tokoh agama memberikan tuntunan.

Semuanya bertemu dalam satu semangat—merawat kebersamaan dan menghidupkan nilai gotong royong.

Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, kekompakan masyarakat menjadi modal sosial yang sangat berharga.

Kampung Sagara pun menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan tidak harus selalu diwujudkan melalui seremoni besar.

Cukup dengan saling peduli, saling membantu, menjaga persaudaraan dan bergerak bersama, nilai-nilai kemerdekaan sudah hidup di tengah masyarakat.

Dan melalui Tabligh Akbar Jumat, 14 Agustus 2026 mendatang, warga Kampung Sagara ingin mengirimkan pesan sederhana namun kuat:

Kemerdekaan dirayakan dengan syukur, persatuan dirawat dengan kebersamaan, dan masa depan dibangun secara gotong royong.(JB/RF)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *