FTBI Tingkat Kecamatan Caringin Resmi Dibuka, Pelajar SD Tunjukkan Semangat Lestarikan Bahasa Ibu

Garut, Pendidikan63 Dilihat

GARUT,JABARBICARA.COM – Semangat melestarikan bahasa dan budaya daerah kembali menggema di Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut. Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kecamatan Caringin resmi dibuka di halaman SDN 1 dan SDN 2 Purbayani, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Kamis (27/8/2026).

Pembukaan kegiatan berlangsung sederhana namun penuh makna,  dengan melibatkan para pelajar sekolah dasar yang tampil penuh semangat. Puluhan siswa terlihat mengikuti rangkaian kegiatan dengan mengenakan seragam khas sekolah masing-masing, sementara para guru dan pendamping turut memberikan dukungan dari sekitar lokasi.

Idwan HUTRI

Secara resmi, pembukaan FTBI tingkat Kecamatan Caringin dilakukan oleh Ujang Setiawan, yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Kecamatan Caringin Kabupaten Garut.

Baca Juga:  Bupati Garut Tinjau Ruas Jalan Panggalih-Karangsewu dan Letakkan Batu Pertama GOR Desa

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa ibu, khususnya bahasa Sunda, sekaligus menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengembangkan bakat, kreativitas, keberanian dan kemampuan berbahasa serta bersastra daerah.

Suasana pembukaan tampak semakin semarak. Para peserta berdiri dengan tertib mengikuti kegiatan, sementara sejumlah guru dan pendamping berada di sekitar peserta. Nuansa kebersamaan antara sekolah, guru dan peserta didik begitu terasa dalam kegiatan tersebut.

FTBI bukan sekadar ajang perlombaan antarpelajar. Lebih dari itu, festival ini menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan bahasa daerah di tengah perubahan zaman dan derasnya perkembangan teknologi serta budaya digital.

Generasi muda menjadi salah satu kunci keberlanjutan bahasa ibu. Karena itu, pengenalan dan pembiasaan penggunaan bahasa daerah melalui lingkungan sekolah dinilai memiliki arti strategis dalam menjaga identitas budaya lokal.

Baca Juga:  Dinilai Konsisten Kawal Isu Publik, Salman Rizkatillah Terima Penghargaan Pelopor Sosial dan Advokasi dari Pemkab Garut

Dengan digelarnya FTBI tingkat Kecamatan Caringin, para pelajar tidak hanya dituntut untuk berkompetisi, tetapi juga diajak mengenal, mencintai dan bangga terhadap kekayaan bahasa serta budaya daerahnya sendiri.

Kehadiran para guru dan peserta dalam kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sekolah memiliki peran penting sebagai ruang pembelajaran sekaligus benteng pelestarian budaya.

Di tengah arus globalisasi yang semakin kuat, kegiatan semacam FTBI menjadi pengingat bahwa kemajuan pendidikan tidak harus membuat generasi muda kehilangan akar budayanya.

Bahasa ibu tetap hidup ketika generasi mudanya mau mengenal, menggunakan dan melestarikannya.

FTBI tingkat Kecamatan Caringin pun diharapkan mampu melahirkan tunas-tunas muda yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki kecintaan kuat terhadap bahasa, sastra dan budaya daerah sebagai bagian dari jati diri masyarakat Garut.(JB/RF)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *