BENDERA BERKIBAR, KEPALA TERTUNDUK! SDN 5 TEGALPANJANG DOAKAN KORBAN DUA TRAGEDI

Garut, Pendidikan93 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM — Suasana berbeda terasa dalam pelaksanaan upacara bendera hari Senin di SD Negeri 5 Tegalpanjang, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut, Senin (14/9/2026).

Di tengah kibaran Sang Merah Putih dan barisan siswa yang mengenakan seragam Pramuka, suasana upacara yang biasanya berlangsung penuh semangat mendadak berubah menjadi khidmat dan mengharukan.

Idwan HUTRI

Seluruh siswa dan guru SDN 5 Tegalpanjang tampak mengenakan seragam Pramuka. Penggunaan seragam tersebut menjadi bagian dari ketentuan bahwa setiap tanggal 14, siswa dan guru di lingkungan pendidikan Kabupaten Garut mengenakan pakaian Pramuka.

Lebih dari sekadar seragam, pakaian Pramuka menjadi simbol pembentukan karakter generasi muda agar memiliki sikap disiplin, mandiri, tangguh, bertanggung jawab, memiliki kepedulian sosial serta mencintai tanah air.

Upacara pagi itu dipimpin Ai Supeni selaku pembina upacara.

Namun, momen paling menyentuh terjadi setelah penyampaian amanat. Peserta upacara diajak sejenak mengheningkan cipta dan memanjatkan doa untuk dua peristiwa duka yang tengah menyita perhatian dan menggugah rasa kemanusiaan.

Baca Juga:  AWALI HARI DENGAN DOA, APARAT KECAMATAN WANARAJA PERKUAT DISIPLIN! Apel Pagi Jadi Momentum Bangun Semangat Pelayanan Publik

Hening Cipta untuk Para ASN yang Gugur

Mengheningkan cipta pertama ditujukan sebagai bentuk penghormatan kepada tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang gugur saat menjalankan tugas pada 9 September 2026 akibat penembakan.

Aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Imbauan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 5896/B-HM.05.01/SD/K/2026 tertanggal 13 September 2026.

Melalui momentum tersebut, lingkungan sekolah turut memberikan penghormatan kepada para aparatur negara yang kehilangan nyawa ketika menjalankan tugas dan pengabdian.

Doa untuk Warga Karangpawitan

Keheningan berikutnya terasa semakin dalam ketika doa dipanjatkan untuk para korban tragedi Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Laut Jawa pada Minggu dini hari, 13 September 2026.

Tragedi tersebut membawa duka mendalam bagi masyarakat Kabupaten Garut. Sejumlah warga Garut dilaporkan menjadi korban, dan para korban tersebut berasal dari Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan.

Mereka berada di kapal tersebut untuk bekerja, mulai dari karyawan kantin hingga petugas kebersihan.

Baca Juga:  Polres Garut Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa, Mantan Kades Cipancar Jadi Tersangka Utama

Berdasarkan informasi awal, 11 warga berhasil selamat, yakni Rehan, Amo, Willy, Ehab, Akmal, M. Iwan, Erik, Iki, M. Agus, Fauzan, dan Fathir.

Sementara satu orang dinyatakan meninggal dunia, yakni Enjang.

Sedangkan 11 orang lainnya masih dalam pencarian, yaitu Utep, Acim, Usep, Raden, Kiki, Agil, Rio, Hakim, Salbi, Aep, dan Ikhsan.

Proses pencarian terhadap korban yang masih hilang terus dilakukan oleh tim penyelamat.

Bagi keluarga korban, setiap detik bukan sekadar waktu. Ada harapan yang terus dipanjatkan agar anggota keluarga yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan dan kembali berkumpul bersama orang-orang tercinta.

Pendidikan Bukan Hanya Soal Akademik

Momen hening cipta di SDN 5 Tegalpanjang menjadi pesan bahwa pendidikan tidak semata-mata berbicara tentang pelajaran di dalam kelas, nilai rapor, ataupun prestasi akademik.

Ada nilai kemanusiaan yang juga harus ditanamkan kepada anak-anak sejak dini: empati, kepedulian, solidaritas, penghormatan terhadap sesama dan keberanian untuk ikut merasakan penderitaan orang lain.

Baca Juga:  Polres Garut Hadir di Sekolah: Sidokkes Beri Edukasi dan Ajak Siswa SDN Sukasono 1 & 2 Terapkan Hidup Sehat Sejak Dini

Ketika bendera Merah Putih berkibar, seluruh peserta upacara berdiri tegak. Namun ketika doa dipanjatkan, kepala mereka tertunduk dalam keheningan.

Dari halaman sekolah di Sucinaraja, doa sederhana itu menjadi bentuk solidaritas bagi keluarga yang sedang berduka—terutama keluarga dan masyarakat Karangpawitan yang saat ini tengah menanti kabar para korban tragedi KM Virgo.

Semoga para korban yang masih dalam pencarian segera ditemukan, mereka yang selamat diberikan kekuatan dan pemulihan, serta keluarga korban diberikan ketabahan menghadapi ujian berat tersebut.

Dan bagi mereka yang telah gugur dalam menjalankan tugas maupun mereka yang kehilangan nyawa dalam tragedi tersebut, semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Bendera terus berkibar. Upacara kembali berjalan. Namun doa yang dipanjatkan pagi itu meninggalkan pesan mendalam: bahwa di balik seragam dan barisan anak-anak sekolah, tumbuh kepedulian terhadap sesama dan rasa kemanusiaan yang tidak boleh padam.(JB/RF)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *