KAPOLSEK WANARAJA SAMBANGI SMPN 1 WANARAJA! PESAN TEGAS UNTUK PELAJAR: STOP BULLYING, BANGUN DISIPLIN, RAIH MASA DEPAN

Garut, Hukum, Pendidikan121 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM — Membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan kondusif membutuhkan keterlibatan bersama. Pesan tersebut mengemuka saat Kapolsek Wanaraja AKP Patri Arsono, SH, melakukan kunjungan silaturahmi dan pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di SMPN 1 Wanaraja, Kamis (24/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu menjadi bagian dari upaya kepolisian memperkuat komunikasi dengan lingkungan pendidikan, sekaligus memberikan edukasi kepada para pelajar mengenai pentingnya disiplin, menjaga pergaulan serta mencegah berbagai bentuk kenakalan remaja.

Idwan HUTRI

Dalam kegiatan tersebut, AKP Patri Arsono didampingi Panit 1 Binmas Polsek Wanaraja Bripka Imam Qusyaeri.

POLISI DAN SEKOLAH PERKUAT SINERGI

Dalam kunjungannya, Kapolsek Wanaraja menegaskan kesiapan Polsek Wanaraja untuk bersinergi dengan SMPN 1 Wanaraja, khususnya dalam mendukung peningkatan kedisiplinan pelajar dan terciptanya suasana sekolah yang aman.

Baca Juga:  Warung Tramadol Menjamur, RRG Sentil Keras Pemerintah: Jangan Biarkan Garut Menuju Darurat Obat Keras Ilegal

Kedisiplinan, kata dia, tidak semata-mata berkaitan dengan kepatuhan terhadap tata tertib. Lebih dari itu, disiplin merupakan bagian dari proses pembentukan karakter, tanggung jawab dan sikap menghargai aturan.

Sinergi antara kepolisian, sekolah, orang tua dan siswa dinilai penting agar persoalan yang berkaitan dengan perilaku pelajar dapat dicegah sedini mungkin.

STOP BULLYING, JANGAN JADIKAN PERUNDUNGAN SEBAGAI CANDAAN

Salah satu perhatian dalam pembinaan tersebut adalah bahaya bullying atau perundungan di lingkungan pelajar.

Para siswa diingatkan untuk tidak melakukan tindakan mengejek, merendahkan, mengintimidasi, mengucilkan ataupun melakukan kekerasan terhadap teman.

Sebab, tindakan yang dianggap sebagai candaan oleh pelaku dapat meninggalkan dampak bagi korban.

Karena itu, budaya saling menghormati dan menghargai harus ditanamkan sejak dini. Siswa juga diharapkan tidak tinggal diam apabila mengetahui adanya tindakan perundungan, melainkan menyampaikannya kepada guru, orang tua atau pihak yang dapat memberikan bantuan.

Baca Juga:  DPC PDI Perjuangan Garut, Rayakan HUT Ke-78 Ketua Umum Megawati Sukarno Putri

Sekolah harus menjadi tempat bagi setiap anak untuk belajar dan berkembang dengan rasa aman, bukan ruang yang melahirkan ketakutan.

KENAKALAN REMAJA PERLU DICEGAH BERSAMA

Kapolsek Wanaraja juga mengingatkan pentingnya pencegahan terhadap berbagai bentuk kenakalan remaja.

Masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan karakter. Pengaruh lingkungan pergaulan dapat memberikan dampak terhadap pola pikir dan perilaku seorang pelajar.

Karena itu, pendampingan dari sekolah dan keluarga, ditambah edukasi dari berbagai pihak termasuk kepolisian, menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran para siswa.

Polsek Wanaraja membuka ruang komunikasi dan sinergi dengan SMPN 1 Wanaraja untuk bersama-sama melakukan langkah pencegahan serta pembinaan kepada para pelajar.

MASA SEKOLAH ADALAH INVESTASI MASA DEPAN

Di balik pesan kamtibmas tersebut terdapat satu harapan penting: para pelajar mampu menggunakan masa sekolah untuk belajar, berprestasi dan membangun masa depan.

Disiplin, menghormati guru, menghargai teman, menjaga pergaulan serta berani mengatakan tidak terhadap tindakan negatif merupakan bagian dari karakter yang akan menentukan perjalanan seorang anak di masa mendatang.

Baca Juga:  DIIRINGI RATUSAN SANTRI DAN LANTUNAN SHALAWAT, DUA KELUARGA BESAR PESANTREN PAKENJENG–CARINGIN BERSATU DALAM IKATAN SUCI

Sekolah bukan hanya tempat mengejar prestasi akademik, tetapi juga ruang untuk membentuk karakter, membangun kepercayaan diri dan menyiapkan generasi yang bertanggung jawab.

Kunjungan dan pembinaan Kapolsek Wanaraja di SMPN 1 Wanaraja berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan kondusif.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa menciptakan sekolah yang aman bukan hanya tugas satu pihak. Polisi, sekolah, orang tua dan pelajar memiliki peran masing-masing untuk membangun lingkungan pendidikan yang sehat dan bebas dari perundungan.

Melalui pendekatan edukatif dan komunikasi yang terbuka, kehadiran kepolisian di lingkungan sekolah diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai langkah pencegahan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran hukum dan karakter positif sejak usia dini.

(JB/RF)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *