ACEP DANI HAMDANI TURUN LANGSUNG KE LAPANGAN, PASTIKAN USAHA BINAAN KEMENSOS DI WANARAJA TERUS BERKEMBANG

Garut, Pendidikan75 Dilihat

GARUT, JABARBICARA.COM – Komitmen mendorong kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat terus diwujudkan melalui pendampingan langsung di lapangan. Pendamping Sosial Kecamatan Wanaraja, Acep Dani Hamdani, turun langsung meninjau usaha peternakan bebek milik penerima manfaat Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) Tahun 2026 dari Kementerian Sosial Republik Indonesia di Desa Wanasari, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Selasa (3/11/2026).

Kunjungan tersebut menyasar usaha milik Nia Kurniati, warga Kampung Pasir Kacapi RT 02 RW 01, Desa Wanasari. Usaha peternakan bebek ini menjadi salah satu ikhtiar pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pengembangan usaha produktif yang diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi kehidupan penerima manfaat.

Idwan
Dede k

Kehadiran pendamping sosial di lokasi usaha bukan sekadar kunjungan rutin. Pendampingan lapangan menjadi bagian penting dalam mengawal pemanfaatan bantuan agar dapat dikelola secara tepat, berkembang secara bertahap, dan berorientasi pada kemandirian ekonomi.

Turun ke Lapangan, Melihat Langsung Kondisi Usaha

Berdasarkan pantauan di lokasi, peternakan bebek milik Nia Kurniati masih berada dalam tahap rintisan. Kandang semi permanen berbahan terpal dan jaring berdiri di area persawahan yang dimanfaatkan setelah masa panen.

Baca Juga:  APBN Rp920 Juta Masuk! TK PGRI Mekarsari Karangtengah Direvitalisasi, Bukti Nyata Komitmen Pemerintah Tingkatkan Mutu PAUD

Di tengah keterbatasan sarana yang ada, usaha tersebut menyimpan peluang untuk dikembangkan menjadi sumber penghasilan keluarga. Namun, proses pengembangannya membutuhkan pengelolaan yang baik, ketekunan, serta pendampingan yang berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, Acep Dani Hamdani bersama aparatur dan warga setempat melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi ternak. Pendampingan juga diisi dengan edukasi mengenai manajemen pemeliharaan serta pemberian motivasi kepada penerima manfaat agar mampu mengembangkan usahanya secara mandiri dan berkesinambungan.

Langkah ini menjadi penting karena keberhasilan pemberdayaan tidak cukup hanya dilihat dari tersalurkannya bantuan. Lebih dari itu, bantuan harus mampu menjadi modal awal untuk membangun usaha yang produktif, memiliki prospek pengembangan, dan memberikan manfaat ekonomi secara nyata.

PPSE Kemensos, Dorong Usaha Produktif dan Kemandirian KPM

Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) Tahun 2026 dari Kementerian Sosial RI diarahkan untuk mendorong keluarga penerima manfaat (KPM) mengembangkan potensi ekonomi melalui kegiatan usaha produktif.

Dalam pelaksanaannya, pendamping sosial memiliki peran strategis untuk membantu penerima manfaat memahami pengelolaan usaha, mengenali kendala yang dihadapi, serta meningkatkan kemampuan dalam menjalankan kegiatan ekonomi secara lebih terarah.

Baca Juga:  Keren, Manfaatkan E-Vote Pemilihan Ketua OSIS SMAN 18 Garut Berbasis Digital

Pendampingan secara langsung juga memungkinkan kondisi usaha dipantau secara nyata, sehingga kebutuhan pembinaan dapat disesuaikan dengan perkembangan di lapangan.

Usaha peternakan bebek yang dirintis Nia Kurniati diharapkan mampu tumbuh secara bertahap. Pengelolaan pakan, kesehatan ternak, kebersihan kandang, efisiensi biaya operasional, hingga akses pemasaran menjadi sejumlah aspek penting yang perlu diperhatikan untuk menjaga keberlanjutan usaha.

Dengan pengelolaan yang tepat, usaha tersebut berpeluang menjadi sumber pendapatan yang lebih stabil sekaligus memperkuat kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidup.

Bukan Hanya Bantuan, tetapi Jalan Menuju Kemandirian

Pendampingan yang dilakukan Acep Dani Hamdani mencerminkan pentingnya kehadiran pendamping sosial dalam mengawal proses pemberdayaan masyarakat. Sebab, membangun usaha mandiri bukan perkara instan, melainkan membutuhkan proses, konsistensi, dan kemampuan menghadapi berbagai tantangan.

Bagi Nia Kurniati, peternakan bebek yang kini masih dirintis merupakan kesempatan untuk membangun masa depan ekonomi keluarga melalui usaha produktif. Karena itu, dukungan dan pembinaan yang berkelanjutan diharapkan dapat membantu usaha tersebut berkembang sesuai potensi yang dimiliki.

Keberhasilan program pemberdayaan juga membutuhkan komitmen penerima manfaat dalam mengelola usaha, disertai koordinasi dengan pemerintah setempat dan pihak terkait sesuai kewenangannya.

Baca Juga:  Pemkab Garut Gelar Musrenbang RPJMD 2025-2029, Bupati Garut Ajak Seluruh Pihak Tingkatkan Ketaatan, Inovasi, dan Kolaborasi Pembangunan

Tujuan akhirnya bukan sekadar mempertahankan usaha agar tetap berjalan, melainkan mendorong penerima manfaat memiliki kemampuan ekonomi yang semakin kuat hingga mencapai tahap graduasi mandiri sesuai ketentuan program.

Pendampingan Berkelanjutan Jadi Kunci Keberhasilan

Kegiatan di Desa Wanasari menjadi pengingat bahwa keberhasilan program sosial perlu diukur dari dampak yang dirasakan masyarakat. Bantuan yang diberikan harus memiliki arah yang jelas, pengelolaan yang bertanggung jawab, serta pendampingan yang tidak berhenti pada tahap awal.

Usaha peternakan bebek milik Nia Kurniati diharapkan terus berkembang melalui pembinaan yang konsisten, sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga penerima manfaat.

Pada akhirnya, keberhasilan pemberdayaan bukan hanya tentang bantuan yang diterima, tetapi tentang kemampuan masyarakat mengubah kesempatan menjadi usaha produktif dan menjadikannya pijakan menuju kehidupan yang lebih mandiri.

Dari kandang sederhana di tengah persawahan Desa Wanasari, ikhtiar menuju kemandirian ekonomi itu mulai dibangun. Dengan pendampingan yang tepat dan semangat untuk terus berkembang, usaha kecil diharapkan dapat tumbuh menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan.

(JB/RF)

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *