MAHASISWA PENDIDIKAN SEJARAH UNSIL SUKSES BEKALI 130 SANTRI MTs PERSIS AL-MUHAJIRIN TASIKMALAYA CARA MELAWAN HOAKS DAN MISINFORMASI.

TASIKMALAYA, JABARBICARA.COM- Di tengah gempuran informasi yang tak pernah berhenti di era digital, 130 santriwan dan santriwati MTs Persis Al-Muhajirin, Tasikmalaya, mendapatkan bekal berharga: cara melawan hoaks sebelum jari mereka menekan tombol “share”. Seminar bertajuk “Lawan Hoaks di Media Sosial: Sharing Sebelum Sharing” ini digelar oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Siliwangi (UNSIL) angkatan 2024 sebagai bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Bertempat di MasjiD Al Muhajrin yang beralamat di Jl. Buninagara III No. 117, Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, acara ini berlangsung penuh antusias pada Sabtu, 29 November 2025.

Ihsan Sopyan, ketua pelaksana kegiatan, mengungkapkan bahwa seminar ini lahir dari keprihatinan melihat maraknya penyebaran hoaks yang menyasar kalangan pelajar dan santri.
“Kami ingin santri-santri ini tidak hanya menjadi konsumen informasi, tapi juga menjadi penjaga gerbang kebenaran di lingkungannya masing-masing,” ujar Ihsan dengan penuh semangat.

Dalam seminar yang berlangsung selama1 jam, peserta diajak memahami perbedaan mendasar antara hoaks, misinformasi, dan disinformasi. Lebih dari sekadar teori, mereka juga diajarkan strategi praktis memverifikasi informasi: cek sumber, cek tanggal, cek foto dengan reverse image, hingga membiasakan diri bertanya “benarkah ini?” sebelum membagikan apa pun.

Pemateri utama, Iksan Abdul Aziz, yang juga menyandang gelar Duta Baca Kabupaten Garut 2025 berhasil membuat suasana semakin hidup. Dengan gaya bicara yang santai namun tegas, Iksan berpesan kepada para santri.

“Sekarang zamannya anak muda jadi influencer kebaikan. Kalian punya kekuatan besar: satu postingan kalian bisa menyelamatkan ratusan orang dari kesesatan informasi, atau justru sebaliknya. Pilihan ada di tangan kalian.”
Pihak madrasah menyambut baik inisiatif ini.

Baca Juga:  Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW, Pj. Wali Kota Tasikmalaya: Teladani Ajaran Rasul di Setiap Aspek Kehidupan.

Ibu Eva Nurfitriah selaku Mudir MTs Persis Al-Muhajirin mengatakan, “Kami sangat mengapresiasi mahasiswa UNSIL yang peduli terhadap literasi digital anak-anak kami. Semoga ilmu hari ini membuat mereka lebih bijak bermedia sosial dan mampu memilah mana hoaks, mana fakta.”

Hasilnya? Langsung kelihatan. Banyak santri yang mengaku selama ini sering forward pesan tanpa cek, kini berjanji akan lebih hati-hati.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kampus, tapi juga turun langsung membawa perubahan di tengah masyarakat. Bagi mahasiswa Pendidikan Sejarah UNSIL angkatan 2024, seminar ini bukan sekadar tugas pengabdian, melainkan panggilan hati untuk mencetak generasi muda yang kritis dan bertanggung jawab di dunia digital.

Baca Juga:  H Yudi Setia Kurniawan, Lantik dan Kukuhkan DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Tasikmalaya

Semoga kegiatan kecil ini menjadi virus kebaikan yang terus menyebar dari pesantren ke pesantren, dari kampung ke kampung, hingga Indonesia benar-benar memiliki generasi yang tidak lagi mudah dibodohi hoaks.
Salam literasi! [JB]

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *